05/05/2020
NILAI ESTETIK DALAM BUKU ANAK ISLAM
Mungkin, anak-anak yang lahir sezaman dengan saya, pernah membaca komik tentang surga dan neraka. Surga digambarkan dengan taman yang sangat indah, sedangkan neraka digambarkan dengan adegan yang mengerikan. Misalnya, orang berdosa disetrika atau ditusuk dengan besi panas. Maaf, saya harus memberi contoh dua adegan itu karena memang fakta.
Ketika saya mulai bekerja di Penerbit Mizan pada 1997, komik sejenis itu mulai tidak ada. Tetapi, mohon maaf, beberapa buku anak Islam masih kurang memperhatikan kualitas ilustrasi dan psikologi perkembangan anak.
Cerita nabi masih menggambarkan perang yang berdarah-darah sehingga image Islam sulit dipisahkan dari image kekerasan. Pendek kata, buku anak-anak Islam menjadi kurang menarik.
Penerbit Mizan mempunyai concern terhadap buku anak-anak Islam, baik dari kualitas konten maupun ilustrasi dan desain. Sebab, kita tahu bahwa ilustrasi bukan hanya penghias atau menerjemahkan teks. Karya ilustrasi yang baik akan meningkatkan daya estetik anak-anak. Estetika berkaitan erat dengan mengolah rasa, dan itu penting bagi anak-anak dalam memperhalus perasaan dan empati mereka.
Visual adalah unsur penting untuk masuk ke dalam dunia imajinasi anak-anak yang seharusnya penuh warna dan menyenangkan. Bukan gambar yang membuat anak-anak takut hingga Tuhan seolah-olah sangat kejam.
Di bawah ini, buku dengan tema “Kisah Tokoh-Tokoh dalam Al-Quran”, yang diambil dari SERI NABIKU IDOLAKU. Kemasannya dibuat dengan sedikit halaman, tetapi ilustrasinya dikemas dalam format gambar tiga layer. Proses produksinya menggunakan pisau pond dengan teknologi laser sehingga ilustrasi mempunyai efek tiga dimensi.
Tentunya, saya sangat bangga sebagai seorang Muslim yang bisa ikut menelurkan buku anak-anak Islam yang berkualitas. Bagaimana dengan Ayah dan Bunda?
Salam,
Iwan Yuswandi
(Ilustrator dan Penulis Cerita Anak)
@ Surabaya, Indonesia