28/05/2026
[Waspada, El Niño 2026 Berpotensi Bikin Kemarau Super Kering!] Sedih sih sebenarnya, kalau harus membayangkan musim kemarau yang tak kunjung berakhir, lalu sungai-sungai mengering, sawah-sawah retak, dan asap kebakaran hutan kembali menyelimuti langit. Kalau boleh pilih, ogahlah mikir yang berlebihan. Sayangnya, itu bukan cuma ramalan horor, tapi ancaman nyata! Itulah yang mungkin akan dihadapi Indonesia mulai pertengahan 2026. Ya, sebentar lagi.
Di tengah rupiah yang terpuruk dan dolar 'naik-naik ke puncak gunung', kini kita kudu bersiap dengan ancamam lain. Badan-badan resmi memprediksi fenomena El Niño akan muncul lagi, dengan puncak dampak antara Juli hingga Oktober 2026. Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara diprediksi akan menjadi yang paling terdampak. Kekeringan yang lebih panjang dan parah dari biasanya sudah di depan mata.
Apa Sebenarnya El Niño?
El Niño adalah pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang abnormal. Penyebab utamanya adalah melemahnya angin pasat, sehingga air hangat yang biasanya terkumpul di barat bergerak ke timur. Akibatnya, pola hujan di seluruh dunia berubah drastis.
Efeknya, di Indonesia, curah hujan turun tajam karena awan dan hujan lebih banyak terkonsentrasi di Pasifik. Ini membuat musim kemarau lebih panjang dan kering.
Apakah El Niño 2026 Akan Jadi yang Paling Parah?
Banyak ahli mewaspadai kemungkinan munculnya “Godzilla El Niño”. Disebut Godzilla, karena ibarat monster, El Niño 2026 ini adalah Super El Niño. Ada anomali suhu laut yang bisa melebihi 2°C. Jika Indian Ocean Dipole (IOD) juga positif, maka kemarau bisa berlangsung sangat ekstrem dari April hingga Oktober 2026.
Dampak yang dikhawatirkan sangat serius: kekeringan ekstrem, gagal panen massal, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas, hingga krisis air bersih di banyak daerah.
Ya Rabbi, tolonglah kami! 😭😭
Cara Menghadapi El Niño 2026
Meski ancamannya besar, kita masih bisa meminimalkan dampaknya dengan persiapan yang baik. Jadi, justru nggak boleh mengatakan, "jangan menakut-nakuti!" Atau "nggak usah dipikirin!" Dan sebagainya.
Ada sejumlah antisipasi yang bisa kita lakukan.
Mulai sekarang, biasakan hemat air sehari-hari dan buat penampungan air hujan di rumah atau lingkungan.
Petani disarankan menggunakan varietas tanaman tahan kekeringan dan mengikuti kalender tanam yang dikeluarkan BMKG agar tidak salah musim.
Masyarakat juga perlu menyiapkan cadangan pangan keluarga dan selalu memantau informasi cuaca resmi.
Jaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyakit yang biasanya muncul saat kekeringan, seperti diare dan ISPA.
Yang tak kalah penting, kita kudu dukung adanya upaya modifikasi cuaca pemerintah, serta turut aktif mencegah kebakaran hutan.
Kesiapsiagaan dini adalah kunci. Jika kita semua bergerak bersama mulai sekarang, dampak ekonomi dan sosial El Niño 2026 bisa ditekan seminimal mungkin.
Mari antisipasi bersama!
Perubahan iklim bukan lagi masa depan, tapi sudah ada di depan pintu kita. Persiapan hari ini menentukan seberapa berat kita akan melewati 2026 nanti.
Tetap semangat!
Salam
Afifah Afra