15/01/2023
Ceritanya hari ini paksu meminta aku menghadiri hajatan mantu pelanggannya Sragen yg diadakan di salah 1 hotel di Solo, karena cuma berdua di rumah aku ajak sekalian anak gadisku buat nemenin daripada nanti di sana g ada teman ngobrol. Paksu sendiri kerja di luar kota, kenapa g libur padahal ini hari Minggu? karena paksu wirausaha bukan orang kantoran yg bisa libur tiap weekend, tapi g selalu juga tiap hari Minggu kerja...yah namanya kerja sendiri liburnya bisa diaturlah 😍
Meskipun hajatannya diadakan di hotel tapi tetap pakai adat 'piring terbang'. Yg belum tahu piring terbang maksudnya bukan UFO ya 😂 itu istilah aja, jadi piringnya digeser dari tangan ke tangan gitu 😁 entah istilah itu siapa yg buat, aku cuma mengikuti saja.
Hajatan model begini biasa ditemukan di Jawa Tengah, dalam hal ini Solo & sekitarnya yg masih kental budaya jawanya, kalau kamu g mau berlama2 bisa saja datang pas akhir2, nanti langsung dapat serangkaian hidangan yg disajikan dr awal sampai akhir, mulai dari Snack, Sop (Selat kali ini), Sego (nasi), eS atau kadang disebut S4.
Tradisi hajatan seperti ini, menurut saya benar2 ngajeni tamu, tamu datang disambut para penerima tamu, diaturi duduk, disuguhi berbagai hidangan, sambil menikmati hiburan bila ada, bahkan saat p**ang, pengantin turun dari panggung menyalami tamu yg akan p**ang satu persatu.
Mmg ada plus minusnya ya, minusnya kalau kita mengikuti serangkaian acara bakal lama, begitu p**a hajatan ala standing party, minusnya makan berdiri (namanya aja standing 😅), tapi jatohnya praktis buat orang2 sibuk karena g menghabiskan waktu selama hajatan model satunya. Kalau kamu s**a yg mana?
Maaf ya captionnya panjang, kalau g mau baca, it's ok 🤗