Cerita Novel

Cerita Novel Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Cerita Novel, Book shop, Tanah Hevea.

 Part 1. Kenyataan yang terpampangAnjas melihat-lihat isi apartemen yang baru dia ketahui jika dulu tempat ini adalah mi...
10/06/2021



Part 1. Kenyataan yang terpampang

Anjas melihat-lihat isi apartemen yang baru dia ketahui jika dulu tempat ini adalah miliknya. Dia mengelus sofa yang diduduki dengan penuh perasaan. Entah mengapa kenyamanan dia peroleh di sini. Bahkan di kontrakan band pun tidak senyaman di apartemen ini.

Semua berawal dari seorang fans Band Tiger, band tempat dia mencari nafkah sebagai vokalis, mengirim direct message ke Instagramnya. Dia mengatakan menemukan sebuah buku nikah yang berisi foto dirinya dan seorang perempuan.

Awalnya Anjas kira hanya fans yang kurang kerjaan, tetapi saat buku nikah tersebut dibuka, dia sangat terkejut. Biodata semua benar-benar miliknya. Namun, biodata pihak perempuan terasa asing, tetapi juga familiar.

Anjas yang sangat penasaran, akhirnya setuju untuk bertemu dengan orang yang sudah mengirim pesan. Orang yang mengaku bernama Bagas. Selanjutnya mereka janjian bertemu di apartemen lelaki itu, mengingat Anjas yang seorang publik figur, pasti tidak akan nyaman jika bertemu di luar.

Setelah jadwal bandnya benar-benar kosong, dia menyuruh Meta--asisten pribadinya untuk beristirahat. Sementara dirinya akan pergi menemui lelaki itu.

Meta--asisten yang paling lama bertahan. Asisten yang bahkan mengetahui segala kebiasaannya tanpa diberi tahu. Satu-satunya perempuan yang sejujurnya membuat hati Anjas nyaman.

Wajah Anjas berubah muram, saat menyadari dia sudah bertunangan dengan Melia, walau dari perjodohan, tetapi kenapa rasa nyaman justru didapat dari perempuan lain? Anjas menggeleng-gelengkan kepala agar ingatan tentang Meta menghilang.

"Met, tolong ambilkan baju untuk aku pergi." Anjas mulai menggunakan mode memerintahnya.

Setiap anggota band Tiger memiliki asisten sendiri per-orang, karena kesibukan mereka yang luar biasa. Namun, hanya Anjas yang berkali-kali harus berganti asisten karena terlalu perfeksionis.

Dia bisa memecat asistennya hanya karena peletakan baju yang salah. Tidak ada yang tahu bentuk pengaturan barang Anjas, karena lelaki itu tidak pernah memberitahukan kepada setiap asisten yang bekerja untuknya.

Hingga beberapa bulan yang lalu datanglah Meta melamar menjadi asistennya. Manager Tiger yang bernama Atika, terpaksa membuka lowongan asisten ke khalayak umum karena sudah kehabisan cara dengan kelakuan Anjas yang kadang membuat semua orang mengelus dada.

Atika ternyata tidak salah memilih. Setelah Meta diterima dan bertugas, dia bekerja dengan sangat baik. Jangankan Atika, Anjas saja tidak pernah tidak merasa takjub melihat Meta sangat pintar mengerjakan segala keperluan sang vokalis.

"Mas mau acara apa? Biar Meta sediakan bajunya."

Anjas memandang perempuan yang sangat cekatan dalam mengurusnya itu. Entah mengapa dia tidak pernah risih saat berdekatan dengan perempuan itu. Padahal biasanya Anjas tidak s**a berdekatan dengan orang yang berlainan jenis dengannya.

Dia bahkan tidak pernah bisa berlama-lama dengan Melia, kekasihnya sejak lima tahun yang lalu. Melia bahkan sering marah karena Anjas tidak pernah s**a berduaan dengannya. Jangankan untuk berbuat lebih, memegang tangan sang kekasih pun, Anjas sangat jarang melakukannya.

"Cuma ketemu temen lama aja. Siapkan, ya. Aku harus mandi dulu." Meta mengangguk sebelum Anjas menghilang di balik pintu kamar mandi.

Kelompok Tiger memang memutuskan mengontrak sebuah rumah besar dengan banyak kamar. Lima anggotanya yang semuanya lajang, mendapatkan masing-masing satu kamar. Untuk para asisten, mendapatkan dua kamar, satu untuk asisten pria, dan satunya untuk perempuan..

Kebetulan terdapat tiga asisten pria dan dua asisten wanita, termasuk Meta. Sedangkan Atika sang manajer lebih s**a tinggal di rumah sendiri karena telah berkeluarga.

Setelah selesai mandi, Anjas menemukan baju dan segala perlengkapan lainnya, termasuk masker dan topi kebanggaannya untuk penyamaran. Entah mengapa, hanya seperti ini, darahnya sudah berdesir mengingat Meta yang menyiapkannya.

Anjas sejujurnya sangat bingung dengan keadaan ini. Dengan Melia saja dia menolak, tetapi kenapa hanya memegang barang yang tadinya dipegang Meta, membuat jantungnya berdetak cepat dan hatinya merasakan kebahagiaan yang tidak dapat diucapkan dengan kata-kata.

"Mas diminum. Maaf cuma ada jus jeruk kaleng di kulkas."

Kedatangan Bagas membuyarkan lamunannya Anjas. Dia tidak pernah menyangka suasana apartemen membuat pikirannya melayang jauh. "Oh nggak papa, Mas. Makasih nih udah merepotkan."

"Maaf juga tadi di dalam bersih-bersih dulu sebentar, karena baru pulang dari tempat saudara. Belum sempat mandi padahal bertemu artis."

Anjas tertawa mendengar alasan Bagas. Namun, dia bingung juga pada dirinya sendiri. Rasa penasaran yang menggunung membuat dia rela menunggu lelaki itu mandi. Padahal biasanya dia bukan orang yang sabar dalam hal penantian.

Bagas tertawa mendengar kata-kata merendah dari seorang artis yang sangat terkenal itu. Dia tidak menyangka Anjas yang gosipnya sangat sombong dan sulit ditemui, kini berada di depannya.

Anjas melihat seluruh bagian ruang tamu apartemen tersebut. Entah mengapa ada perasaan berdebar, saat melihat tembok apartemen. Padahal di tembok tersebut hanya berisi beberapa hiasan dinding yang terbuat dari kerajinan tangan yang sangat indah.

"Mas sudah lama tinggal di apartemen ini?" Anjas mulai berbasa-basi sebelum menuju ke inti.

"Apartemen ini sudah kubeli cukup lama, Mas. Sekitar lima tahun yang lalu dari perempuan paruh baya. Terus terang aku sangat tertarik karena selain dijual murah juga aku mendapatkan bonus seluruh barang di dalamnya." Bagas berhenti sejenak sambil menghela napas. "Namun, setelah membeli, ternyata aku mendapatkan pekerjaan di Singapura. Jadi kubiarkan apartemen ini dalam keadaan kosong."

Anjas mengangguk-angguk mendengarkan penjelasan Bagas. "Kalau kosong kok tetap bersih apartemen ini?" tanya Anjas lumayan penasaran, dia lupa jika ada cleaning service panggilan yang bisa membersihkan apartemen.

"Selama ini aku menyuruh orang untuk membersihkan semua tanpa merubah keadaan. Setelah lima tahun, aku akhirnya kembali, dan sebentar--." Bagas mengambil sesuatu dari sakunya. "Ini buku nikah yang kumaksud."

Anjas menerima buku yang dimaksud dari tangan Bagas. Tangannya gemetar melihat isi buku yang sangat berharga untuk suami istri itu. Dia membukanya, dan entah mengapa foto perempuan yang di sebelahnya tidak terlalu jelas, seperti ada seseorang yang merusaknya.

"Sebentar, ada lagi yang ingin kuperlihatkan."

Tanpa menunggu jawaban Anjas, Bagas berdiri dari sofa yang berada di seberang Anjas. Lelaki itu melangkah memasuki salah satu pintu yang sepertinya sebuah kamar.

Anjas membuka biodata kedua pengantin. Nama perempuannya Maurisa Ayudia, nama yang terdengar sangat asing di telinga. Pernikahan terjadi tujuh tahun lalu. Sebenarnya ada apa ini? Mengapa dia tidak ingat jika pernah menikah. Sebenarnya apa yang terjadi? Tidak ada seorang pun yang memberitahu tentang pernikahan ini.

Bahkan orang tuanya sekali pun. Namun, dokumen yang ada di hadapannya adalah dokumen asli. Lalu mengapa Melia justru mengaku menjadi tunangannya, bukan istrinya.

Berbagai pertanyaan berputar di kepala Anjas. Pertanyaan yang Anjas sendiri tidak tahu apa jawabannya. Kepalanya berputar karena pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya masih menjadi misteri. Sungguh dia ingin tahu sebenarnya apa yang terjadi.

"Ini, Mas, ada sebuah album foto yang kutemukan di bawah springbad. Ini kutemukan saat memindahkan tempat tidur itu ke kamar yang ingin kutempati."

Anjas menerima album foto tersebut. Wajahnya memucat saat melihat isi album. Dia bahkan membolak-balik album itu berkali-kali hingga halaman terakhir. Namun, dia hanya menemukan foto dua orang dalam berbagai pose mesra bahkan beberapa foto sedang memakai baju pengantin sambil memamerkan surat nikah. Fotonya dan foto Meta asistennya.

Tbc

Yok yang minat, bisa pesan ke wa 081380443807

  bab 1"Ampun mami, tolong ampuni aku. Jangan siksa aku lagi, Mami. Ampuni aku."Terlihat Riana memegang kaki seorang per...
20/10/2020

bab 1

"Ampun mami, tolong ampuni aku. Jangan siksa aku lagi, Mami. Ampuni aku."

Terlihat Riana memegang kaki seorang perempuan paruh baya yang duduk santai dengan rokok yang terjepit diantara jari-jari telunjuk dan jari tengahnya, dengan kaki yang bersilang angkuh. Riana menangis sangat pilu, tetapi tidak terlihat belas kasihan terbersit di wajah sang perempuan yang walau sudah paruh baya, tetapi tetap cantik mempesona, tetapi cukup mengerikan. Wajah Riana yang cantik tertutup lebam di sana sini. Gaun yang dia pakai robek di beberapa bagian. Sepatu high heels yang dipakai pun entah mencuat ke mana?

Sang perempuan paruh baya yang bernama Nadya itu tersenyum sinis melihat Riana yang memohon ampun dengan sangat memelas. Dia memberi kode kedua anak buahnya untuk meninggalkan mereka berdua di ruangan itu. Ruangan kerja Ibu Nadya yang biasa anak buahnya memanggil dirinya Mami.

Mami mencengkeram dagu Riana keras hingga mendongak ke atas. "Kamu tahu kesalahan kamu?"

Riana mengangguk enggan. Wajahnya sudah penuh dengan air mata yang tidak berani ia usap. "Ampun Mami. Ampun …," rintihnya terdengar merdu di telinga mami, padahal sangat memilukan.

"Berarti kamu bersedia untuk melayani tamu pertamamu?" tanya Mami terdengar santai.

"Aku tidak pernah berniat untuk menjual diri Mami. Aku ingin bekerja halal."

Riana tidak menyangka tindakannya menyetujui usulan Alya sang sahabat untuk bekerja di luar pulau dengan gaji yang menggiurkan justru memasukkannya ke sarang harimau.

Awalnya tidak ada yang mencurigakan. Dia dibawa Mami pergi ke sebuah cafe. Saat memakai baju kaos biasa dan celana jin, Mami terlihat kurang s**a, tapi hanya mendiamkan saja, dan tetap membawa Riana pergi. Dari awal dia tiba di sini, Riana dibawa Alya tinggal di sebuah rumah yang mewah. Kamar yang disediakan pun sangat tak kalah mengagumkan. Sehari di sana, dia dibelikan gaun mahal di butik terkenal, dan membeli sepatu high heels di sebuah toko sepatu yang terlihat bukan toko biasa. Tidak lama kemudian, Riana diantar ke salon mahal untuk perawatan.

Seminggu dia dimanjakan dengan baju bagus dan perawatan salon, menjadikan wajahnya yang dulu cukup kusam dan tidak terurus berubah menjadi begitu cantik dan sangat bersinar.

Alisnya ditata menjadi lebih rapi, matanya yang berkilau menjadi lebih indah karena memakai softlens. Hidungnya yang mancung dengan bibir tipis menjadi lebih terlihat memukau dengan make up yang sangat pas di wajah. Rambutnya menjadi begitu halus dan berkilau setelah memakai masker rambut, kulitnya yang kuning langsat, berubah bagai tembaga karena lotions yang mahal.

Hingga suatu malam, Mami mengajaknya beserta beberapa perempuan untuk pergi ke sebuah kafe yang pernah dia kunjungi seminggu dia datang. Saat turun dari kamar, Riana hanya memakai kaos oblong dan celana jins seperti di awal. Namun, mata Mami kembali memperlihatkan wajah tidak s**a. "Kamu nggak boleh pakai itu Riana. Sekarang kamu pakai gaun yang tempo hari Mami belikan. Jangan lupa berdandan yang cantik, ya. Sekarang Mami tunggu Riana berganti pakaian. Jangan lama, karena ada yang menunggu di sana," ucap Mami dengan halus.

Riana memandang tubuhnya sendiri dengan heran. Dia sangat bingung kenapa harus berganti baju? Karena memakai baju apapun, pasti judulnya tetap menutup aurat. Apalagi dia tidak terbiasa memakai gaun yang begitu minim selama ini. Maka dari itu Riana memilih memakai bajunya agar terlihat lebih sopan.

"Memang apa bedanya, Mi?" tanya Riana bingung saat itu.

"Kita mau ke kafe, Sayang. Masak ke kafe kamu memakai baju seperti itu, itu nggak akan cocok. Kan Mami udah belikan kamu baju, jadi harus dipakai ya, Sayang."

Riana terlihat bingung dengan kata-kata Mami. Setahunya yang namanya cafe itu ya bebas memakai baju apa saja, asalkan tidak compang-camping tidak akan ada yang mempermasalahkan. Dia tahu, karena saat Riana bekerja di Jakarta dulu, dekat sebuah mall yang kadang dikunjungi saat gajian, ada sebuah kafe berdiri. Riana melihat kafe tersebut sering dikunjungi anak-anak muda untuk berkumpul.

Namun, pandangannya berubah, saat melihat beberapa wanita yang menghampiri Mami, semua memakai gaun yang hampir seluruhnya mirip, ketat dan minim. Walau sejujurnya Riana begitu risih, akhirnya dia memilih kembali ke kamar dan berganti pakaian dengan gaun yang Mami maksudkan.

Riana akhirnya memilih mengganti baju, dan memakai make-up. Walau dirinya tidak pandai memakai make-up yang bejibun, tetapi perawatan mahal yang seminggu ini dilakukan, membuat wajahnya tetap menjadi cantik, dan mulus.

Mereka pun kemudian berangkat menuju kafe yang Mami maksudkan. Semua berjalan lancar, hingga tiba-tiba Riana disuruh memasuki sebuah kamar yang ditunjuk oleh bodyguard Mami. Mami datang ke kafe selain dengan gadis-gadis yang tidak Riana kenal, juga membawa beberapa bodyguard dengan badan yang besar-besar.

Riana menyadari dirinya dalam bahaya saat mendengar pintu dikunci dari luar, begitu dia memasuki sebuah kamar yang dimaksud. Ketakutan merajai ketika terlihat di ranjang seorang pria paruh baya hanya menggunakan celana dalam duduk manis di sana.

Riana meronta sekuat tenaga saat lelaki yang tidak dia ketahui namanya itu mendekatinya kemudian memeluk dan menciumi wajahnya dengan buas.

Lelaki itu tidak siap dengan tindakan Riana, menyebabkan dia terjengkang ke lantai.

"Tolong … tolong …." Riana mengetuk-ngetuk pintu berharap ada yang menolong dengan bersimbah air mata.

Tidak lama, pintu terbuka mendadak. Di depan pintu terdapat salah seorang bodyguard Mami yang berwajah sangar. Di belakangnya terdapat seorang wanita yang tadi sempat pergi bersamanya ke kafe.

"Kamu masuk, berikan layanan sepuasnya pada orang yang berada di dalam. Jangan sampai mengecewakan pelanggan. Mami tidak s**a dikecewakan oleh anak buahnya. Apalagi saat ini lelaki di dalam itu termasuk ikan besar yang harus dipertahankan."

Setelah berbicara dengan perempuan yang berada di belakang, bodyguard tersebut menjambak rambut halus dan berkilau Riana, lalu menyeretnya tanpa ampun.

"Aaahhh … lepas, sakit … ini sakit sekali."

Riana memegang rambutnya erat, berharap mengurangi kesakitan pada mahkota tubuhnya itu. Walaupun ternyata usaha tersebut sia-sia.

Riana dibawa masuk ke sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat Mami beserta beberapa anak buahnya. "Ni Mami perempuan yang membangkang itu."

Rambut Riana dilepaskan setelah berdiri di hadapan Mami.

"Kamu sudah mengecewakan Mami. Padahal Mami sudah keluar uang banyak untuk membeli tubuhmu dari Alya."

Riana begitu terkejut saat mendengar jika dirinya telah dijual oleh orang yang disebut dengan sahabat. Otaknya kosong mendadak menyadari sahabat yang dipercayai tega menjualnya menjadi seorang pelacur.

Riana tidak sempat berteriak, ketika tubuhnya terpelanting keras ke lantai saat Mami menampar pipinya keras. Belum puas dengan yang dilakukan, Mami kembali menghujaninya dengan injakan high heels di wajah dan tubuhnya. Riana hanya bisa menangis sambil menggelinjang kesakitan karena serangan Mami yang bertubi-tubi.

"Ampun Mami … ampun … tolong, jangan lagi. Ampun, Mami."

Tangis Riana tidak dipedulikan Mami. Mami baru berhenti kala kakinya terasa lemas setelah menginjak tubuh Riana berkali-kali tanpa belas kasihan.

"Bawa dia ke ruang kesehatan. Pastikan tubuhnya mulus kembali agar bisa digunakan."

Riana sudah tidak mendengar apapun, dia juga pasrah saat seorang bodyguard Mami mengangkatnya dan keluar dari ruangan tersebut.

Tbc

Di KBM App udah 4 bab lho

01/10/2020

*Telah terbit, Novel perdana dengan judul Noda Manis*🥰

Halo teman-teman, di sini saya ingin mempromosikan karya perdana saya dengan judul *Noda manis* yang telah lolos terbit Challenge 30 day bersama Sinar Pena Amala.
Izinkan saya mempromosikan sepengal kisah yang tertuang dalam novel tersebut😊

Simak baik-baik ya, jangan lupa sisihkan sedikit untuk di tabung, dan segera koleksi novel keren ini🥳

Kalian tahu nggak sih rasanya berhubungan dengan seorang pria, tapi pria tersebut sudah ada yang punya?

Gimana rasanya terjebak percintaan dengan kekasih orang lain?
Dan gilanya, wanita tersebut juga memiliki kekasih.

Itulah yang dirasakan oleh Icha. Dan gilanya ia berhubungan dengan Pras yang telah memiliki kekasih. Memang benar, Pras nekat berhubungan dengan Icha, karena kekasihnya yang beberapa kali selingkuh.

Bagaimana nasib Icha selanjutnya?
Ia sudah terlanjur jatuh dalam pesona seorang Pras.

Akan tetapi, Pras tetap memegang teguh janji pada kekasihnya untuk tidak pernah memutuskan hubungan yang terjadi di antara mereka apapun yang terjadi.

Lalu bagaimana dengan Icha? Kelak ia akan mundur, atau justru maju lima langkah ke depan?

Temukan jawabannya di novel ini😉

*Noda Manis*

Harga Po: 68.000
Harga Normal: 73.000
Free: Ganci dan Bookmark

Hayu gais di borong, PO hanya sampai dengan tanggal 07 loh😍

Oh ya ada sedikit bonus nih.
Untuk yang memesan dari wilayah
1️⃣Jabodetabek ongkos kirim gratis ya.
2️⃣Untuk Jawa Barat, Tengah, dan Timur ongkos kirim aku tanggung 50%
3️⃣ Untuk yang diluar pulau ongkos kirim kutanggung 25%

 Bab 1AJika memang keputusan untuk memasuki hidupmu dianggap menjadi orang ketiga, biarlah semua kuterima. Karena hanya ...
26/09/2020


Bab 1A

Jika memang keputusan untuk memasuki hidupmu dianggap menjadi orang ketiga, biarlah semua kuterima. Karena hanya aku dan kamu yang tahu, kita bermain api karena ada asap, kita melakukan kesalahan, karena mereka yang memulai membuat masalah.
***
Siapa yang menyangka aku akan berhubungan dengan pria yang telah memiliki kekasih. kami, dua orang gila yang mencoba menantang dunia dengan nekad memiliki hubungan di belakang kekasih masing-masing. Yah, akupun memiliki seorang kekasih, tak berbeda dengan dia.

Dia ….

Seorang pria yang bernama Pras. Pria yang begitu baik hati, perhatian, kaya akan kasih sayang, tetapi harus menerima nasib dikhianati. Dia hanya bisa menangis dalam diam atas penghianatan kekasihnya.

Dia ….

Hanya mampu menahan luka melihat pengkhianatan orang yang begitu dia cintai. Rasa ingin memutuskan harus tertelan duka. Dia harus menahan semua, karena janjinya yang tidak akan memutuskan kekasihnya, jika sang kekasih tidak memutuskan hubungan mereka.

Aku, rasanya hampir gila. Saat kutahu, ternyata kekasih hati memiliki perempuan lain di belakangku. Terlalu lelah … sangat lelah. Saat ketahuan, dia menolak diputuskan, dan dengan keegoisannya, dengan keputusan sepihaknya, tetap menganggap kami masih bersama.

Dalam kegilaan, aku dan Pras dipertemukan. Dalam kesakitan yang sama, kami saling mennguatkan. Hingga tak terasa, dua hati menjadi saling membutuhkan satu dengan lainnya.

“Hai ….”

Tanpa sungkan, Pras merangkul bahuku. Kami memang tidak berkomitmen, tapi saat berdua, merasa sama-sama saling memiliki.

“Hai juga. Darimana?” tanyaku sambil kukecup pipinya penuh sayang.

“Habis ngapelin Sarah,” jawabnya sambil membenarkan surai rambutku.

“Jadi?” tanyaku sambil memegang lengannya.

“Seperti biasa, dia sibuk dengan handphonenya. Padahal aku udah jauh-jauh datang. Namun, sayangnya seolah pengorbananku tak berarti," dengusnya menahan emosi.

“Kekasihnya?” tanyaku sambil mengelus lengannya.

“Mungkin. Entahlah sekarang aku tak peduli lagi, dia mau selingkuh lagi pun, aku tak peduli.”

Dalam diam, aku hanya manggut-manggut mendengar keluh kesah Pras untuk kesekian kali sehabis mendatangi rumah kekasihnya.

Jam sembilan malam, dia akan pulang ke Jakarta. Pras bahkan rela mendatangiku jauh-jauh dari Jakarta ke Bogor walau tak ada kepentingan. Hampir setiap pulang kerja, Pras akan datang ke kontrakan. Semua tetangga tahunya Pras adalah kekasihku, biarlah orang tidak perlu tahu betapa rumitnya hubungan kami.

Setelah Pras pulang, gawai tercinta berbunyi nyaring. Deni lagi-lagi menghubungiku.

Deni ….

Dia adalah sahabat Pras. Mereka tinggal satu kost di sebuah kamar. Kami berkenalan saat Pras mengajak diri ini bermain ke kostnya beberapa bulan lalu. Tanpa setahu Pras, Deni rajin menghubungiku sekedar untuk mengobrol.

“Halo, Den ….”

“Hai, masih ada Pras?” tanya Deni penuh kehati-hatian.

“Baru pulang. Kan memang waktu berkunjung sudah habis.”

Akhirnya kami mengobrol panjang tentang apapun yang menyenangkan kami obrolkan.”

“Cha ….”

“Ya, Den.”

“Kamu masih tetap mempertahankan hubungan tanpa komitmen dengan Pras?”

Untuk kesekian kalinya, pertanyaan itu akan Deni ajukan.

“Pras ngga sanggup aku tinggalin Den. Aku sayang dia, ngga tega rasanya melihat keterpurukannya,” gumanku sedih.

“Tapi dia punya kekasih, Cha. Kamu tega menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka.”

“Aku belum tahu mesti gimana, Den. Rasanya kepalaku mau pecah dengan keadaan ini.”

“Semoga kamu memikirkan langkahmu, Cha. Jangan sampai hubungan kalian menjadi masalah kedepannya nanti," nasehat Deni selalu.

“Ok," jawabku agar tidak memperpanjang perdebatan.

Kumatikan gawai setelah beberapa saat. Hanya bisa menghela napas berat menghadapi semua ini. Berat rasanya dengan keadaan ini. Jujur, rasa bersalah sudah merasuk dalam dada. Rasa tak nyaman sering kali menerpa hati. Namun, untuk meninggalkan … aku tak sanggup menjadi orang kesekian yang menyakiti Pras.

Memang rasa cinta itu belum ada. Namun, rasa sayang yang kumiliki untuk Pras, tidak mungkin diragukan lagi. Sejak bertemu dengannya, hari-harikuku selalu membahagiakan bersamanya. Mungkinkah keegoisan ini mampu bertahan?

Pras bisa menjadi seorang kakak, sahabat, teman curhat yang sempurna untuk mengeluarkan segala sesak di dada, bahkan dia juga berperan sebagai kekasih. Perhatiannya sungguh membuat hati tak mampu melukai. Sungguh tidak habis pikir, kenapa kekasihnya bisa mengkhianati Pras. Padahal, dia adalah kekasih yang sangat ideal dan begitu diinginkan oleh siapapun. Pras adalah pria terbaik yang pernah kutemui.

Tbc

Yang penasaran yuk pesan

No wa: 081380443807

 BlurbDua orang manusia yang dipertemukan dalam keadaan yang tak membahagiakan.Pras seorang lelaki yang memiliki luka se...
25/09/2020



Blurb

Dua orang manusia yang dipertemukan dalam keadaan yang tak membahagiakan.
Pras seorang lelaki yang memiliki luka sendiri karena dikhianati kekasihnya. Namun, dia harus tetap mempertahankan hubungan dengan sang kekasih karena telah terikat janji.

Icha, perempuan yang harus menelan rasa sakit karena kekasihnya memiliki kekasih lain. Namun, sang pria tidak ingin berpisah.

Dalam kegilaan masing-masing, mereka dipertemukan. Dalam kesakitan masing-masing, mereka akhirnya berbagi luka. Mampukah mereka melawan dunia? Karena menganggap hubungan mereka salah, dan tidak boleh diteruskan.

Yuk yang tertarik bisa pesan di aku.
No. Wa 081380443807

Address

Tanah Hevea
74322

Telephone

+6281380443807

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Cerita Novel posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Cerita Novel:

Shortcuts

Share

Category