01/09/2017
Perlukah perpustakaan pribadi?
Zaman sekarang, ketika virus hedonisme merajalela, orang lebih senang mempunyai hal yang bersifat kebendaan. Rumah baru nan megah. Mobil baru nan kinclong. Perhiasan emas maupun baju model baru yang sengaja dibuat tren terbaru agar laku.
Begitu juga ketika mempunyai anak. Orang tua lebih mementingkan baju anak yang lucu, sepatu branded atau aksesoris anak anak warna warni. Karena apa? Karena ketika seorang anak tidak berpenampilan rapih, kurus, ga bisa baca masyarakat akan melihat orang tuanya sebagai orang tua yang ga becus mengurus anak.
Ga ada yang salah dengan itu semua selama ditempatkan pada posisinya. Sebagai orang tua kita harus mengetahui prioritas apa yang akan kita lakukan dalam mengasuh anak. Penting sekali buat kita sebagai orang tua untuk investasi otak ke anak. Menstimulus anak untuk mengenal Tuhannya. Mengenal Agamanya. Mengenal nabi nabinya. Mengenal adab didalam Agamanya. Dan yang paling penting mengenal identitasnya sebagai seorang muslim. Isyhadu bi Anna muslim. Sesungguhnya saya adalah seorang muslim.
Terus, gimana kita sebagai orang tua mengenalkan semua itu, sementara kita sendiri ngga faham.
Disitulah perlunya perpustakaan dirumah untuk anak kita. Di perpustakaan tersebut kita investasi otak dan hati untuk anak kita. Sekarang sudah banyak penerbit islami yang menfokuskan ke buku anak. Buku yang penuh dengan ilustrasi cantik dan informasi menarik. Dengan banyak buku dirumah, anak anak akan terstimulasi akal dan ilmunya. Dan diharapkan meningkat p**a keimanan dan kesholihannya. Aamiin.