28/03/2021
MENEMBUS BATAS
Sewaktu saya akan mencurahkan pikiran lewat tulisan, terbersit pikiran untuk dibuku kan. Tetapi selalu saja berhenti di tengah jalan.
Baru 2 halaman langsung berhenti, kehabisan ide. Tetapi saya selalu berusaha mencari pokok pikiran yg bisa saya kembangkan.
Tetapi entah kenapa, begitu ada bahasan tentang hutang, koq tulisan saya mengalir seperti air. Saya berpikir aneh ini.
Mungkin saja hal tersebut saya alami dan perlu mencurahkan segala unek2 yg selama ini terpendam dalam hati.
Bab demi bab saya penuhi dengan dua atau tiga halaman. Dan masih banyak ide-ide liar yang ada di otakku.
Salah satu alasannya adalah, banyak orang yg mengalami ketertindasan disaat mereka mempunyai hutang yg mandek. Hal itu juga yg saya alami. Dan tekanan nya luar biasa...luar biasa menyesakkan dada.
Apa mereka sengaja utk gak bayar hutang? Saya bisa katakan tidak. Karena kondisi lah yg membuat mereka sprti itu. Situasi juga tdk mendukung dlm dia mencari jalan keluar. Karena apa? Pikirannya buntu...
Dan harus ada "penolong" jangan malah di bully, di nyinyiri. Hal itu tidak akan membuat dia mempunyai jalan keluar, tetapi kemungkinan hanya akan mencari jalan pintas. Karena apa? Karena dia tidak tahan dengan tekanan2.
Pertolongan itu bisa berupa support, dukungan. Entah dengan tulisan ataupun sekedar memberikan kesempatan untuk bermanufer.
Jangan dipikir mempunyai hutang dg tekanan dpt menghasilkan pikiran2 brilian? No...
Justru hanya pikiran2 utk mencari jalan keluar secara instan.. Dan kadang itu tdk masuk akal.
Dukungan juga bisa berupa ide2 untuk mencari solusi dari persoalan itu.
Buku Titik Balik ini juga sarat dg wejangan2 saklek yg membuat dada bergemuruh. Bahkan akan menimbulkan energi yg luar biasa.
Energi tegangan tinggi tsb hrs disalurkan. Agar menghasilkan sesuatu yg berguna. Bermanfaat dlm menciptakan peluang2 yg mngkin tdk terpikir sebelumnya.
Bahkan trik2 atau strategi untuk menyelesaikan persoalan hutang ini bisa langsung diterapkan.
Saya sebagai penulis pun akan dengan senang hati membimbing dan memberikan masukan2 agar persoalan demi persoalan bisa di selesaikan.
Energi itu hrs disalurkan pd sasaran yg tepat, saling bersinergi dan saling peduli satu dengan yg lain.
Tujuan akhir dr buku dan tulisan ini adalah agar kita tdk melulu bergantung pd hutang. Tetapi kreatifitas dan produktifitas hrs sllu diasah. Hitung, brp PNS yg gajinya tdk dipotong angsuran? Bisa dibilang 80% dipotong.
Apakah budaya itu bisa dirubah? Bisa....
Kenapa judul tulisan ini MENEMBUS BATAS? Karena saya ingin siapapun yg punya spirit utk berubah dr kebiasaan, bisa mewujudkannya. Dan yg dibilang orang tdk mungkin, kita akan membuktikannya.
Percayalah kepada Tuhan yg Maha Esa. Dg doa dan usaha, semua pasti bisa kita wujudkan. Amin.