31/10/2020
Wang Enlin, seorang petani dari desa Yushutun, Provinsi Heilongjiang menjadi sorotan di China. Bahkan disebut sebagai pahlawan baru bagi rakyat kecil.
Wang hanya pernah mengenyam pendidikan formal selama 3 tahun. Tetapi pria ini ngotot mempelajari ilmu hukum secara otodidak. Tujuannya adalah menuntut perusahaan bahan kimia yang telah mencemari lahan miliknya dan para tetangga. Cara yang ditempuhnya mudah saja. Dia meminta izin para pengelola toko buku setempat untuk membaca berbagai literatur hukum yang bisa dia temukan.
Jika ada materi yang sekiranya berguna, Wang akan menyalinnya dengan tangan. Jika ada sumber bacaan berbahasa asing, Wang akan meminjam kamus untuk menerjemahkannya. Sebagai ucapan terima kasih kepada si penjaga toko, dia selalu membawa sekantong jagung.
Semuanya dimulai pada hari raya Imlek tahun 2001. Desa Wang diterjang banjir yang bercampur dengan limbah berbahaya. Limbah berasal dari saluran pembuangan dari Qihua Group, sebuah perusahaan milik negara. Wang mengajukan keluhan tertulis pada Biro Sumber Daya Tanah Qiqihar. Namun mereka menolak menindaklanjuti selama Wang tak bisa memberikan bukti.
"Saya tahu saya berada di pihak yang benar, tetapi saya tidak tahu undang-undang apa yang telah mereka langgar atau ada tidaknya bukti," tutur Wang seperti dikutip SCMP.
Wang dan para tetangga ingin menyewa pengacara. Tetapi menyediakan semangkuk nasi di atas meja setiap hari saja sudah menyulitkan bagi mereka. Tak ingin menyerah, Wang pun memutuskan untuk belajar ilmu hukum.
Butuh belasan tahun memang, tetapi Wang dan para tetangganya benar-benar maju ke pengadilan. Jerih payah mereka membuahkan hasil. Hakim memerintahkan perusahaan membayar ganti rugi sejumlah 820,000 yuan kepada warga dan membersihkan limbah yang sudah mencemari desa.
Source: merdeka
Follow .info Untuk informasi Unik, Menarik dan Menghibur Lainnya!
Jangan lupa share ya💙
➖
© All Rights and Credits Reserved To The Respective Owner(s). Please Contact Us For Credit or Removal.
➖