31/03/2017
Pernah suatu ketika ada percakapan antara saya dengan seorang Sales freelance yang setiap hari datang ke toko saya untuk belanja makanan ringan dan kemudian di jualkan kembali ke toko2 kelontong.
Tanya saya : "ente punya rencana umroh nda?" tanyaku, dia jawab....
"nda kefikiran, sehari hari aku nyari buat makan anak istri harian saja kalau dapat Alhamdulilah.. Mau mikir umroh, nda sempat" jawabnya....
Saya bilang... "Mungkin karena itu...karena ente nda pernah niat berangkat Umroh jadi allah nda kasih rejeki buat umroh, ente niatnya hanya nyari makan buat kebutuhan sehari hari, ya Allah kasih seperti kebutuhan."
coba di ubah, kita niatkan, Ya Allah saya ingin berangkat memenuhi panggilanmu, ke tanah suci bersama suami, istri, anak dan orang tua, tapi sungguh hamba tidak memiliki kemampuan kecuali yang engkau titipkan kepada hamba, Engkau maha kaya yang menguasai langit dan Bumi, memberangkatkan hamba dan keluarga ke tanah suci hanyalah hal mudah bagi Mu. Maka mampukanlah hamba dengan harta Mu ya Allah"
Jika kita niat nya besar, butuhnya besar...maka Allah yang penuhi.... Allah lebih besar dari semua masalah kita.... Allahu akbar.
Pelajaran pertama, *JIKA MAU KAYA. NIATKAN sesuatu yang BESAR.*
Setiap orang akan mendapatkan tepat seperti apa yang di niatkannya. kalau kita dagang niatnya hanya untuk bisa hidup sehari2 maka Allah swt akan berikan itu, kalau kita dagang dan kerja diniatkan untuk bisa membantu keluarga dari kesulitan maka Allah akan berikan sesuai dengan niatnya itu.
niat itu di awal, tapi mempengaruhi hasi akhir. niat itu tidak keliatan tai hasilnya sangat keliatan.
memiliki Niat yang besar dan bahkan imposible (tidak mungkin) adalah salah satu tanda keyakinan (iman) kepada Allah atas kuasanya (maha Kuasa). orang yang tidak berani bermimpi besar maka dia mengenyampingkan Allah dalam pekerjaannya, dalam usahanya, dalam bisnisnya. ia tidak melibatkan Allah swt.
orang2 yang Niat nya besar, impiannya tinggi, itu salah satu tanda bahwa ia menghadirkan Allah dalam usahanya, hasil usahanya ia serahkan kepada Allah yang maha besar yang tidak ada yang tidak mungkin bagi Nya.
Lalu ikhtiar, berusaha saja, soal bagaimana datangnya itu rejeki, itu urusan Allah. Kadang kalau kita fikir bagaimana caranya supaya bisa ini dan bisa itu, ah rasanya muatahil, tapi Allah, baginya tidak ada yang mustahil. Niatkan saja lalu ikhtiar.
Ada 2 macam Ikhtiar... Ada ikhtiar LANGIT....dan ada Ikhtiar BUMI (bahasanya sok keren) 😊
Sedangkan Ikhtiar Bumi adalah strategy dan ilmu bisnis yang kita punya dan jalankan di bumi, agar berhasil a.k.a sukses.
Ikhtiar langit dan bumi kita lakukan.... Kadang ada orang yang ikhtiar langit seperti sholat dhuha dan sedekah nya kenceng, selalu rutin keduanya... Tapi masih juga belum terkabul cita citanya... Ini mungkin ikhiar bumi nya kurang..... Begitu juga sebaliknya.... Sering ada yang kerjanya sudah keras sekali... Waktu kerjanya sehari 20jam kerja..... Pergi pagi pulang malam... Keras banget deh usahanya... Tapi tak jua kunjung datang jawaban atas doanya... Mungkin bisa jadi kurang sedekah... Coba deh dhuha 2 rakaat tapi rutin setiap pagi.... Atau santuni anak yatim coba....
pada akhirnya kesimpulannya adalah bahwa
1. Kaya atau miskin, bukan itu intinya. Tapi seberapa banyak manfaat kita kepada ibu,bapak,suami,istri,anak, tetangga,orang sekeliling kita.? Inilah mengapa kita harus punya uang
2. Niatkan sesuatu yang besar... Mau membantu orang banyak.... Mau punya karyawan 1.000 agar bisa membantu mereka dan keluarga mereka.. Mau punya yayasan pendidikan agar punya amal jariyah, dll... Kalau niat kita kecil, rejeki kita juga kecil.
3. Ikhtiar Langit dulu, ini wajid dilakukan.. ketuklah pintu langit.... Dengan sedekah kita, menyantuni anak yatim kita, menolong orang, memudahkan urusan orang agar urusan kita dimudahkan, sholat dhuha, bertaqwa, silaturahim, dll....
4. Ikhtiar bumi kita.. Tambah ilmu, bekerja keras, belajar terus menerus.... Bertanya teknik teknik bisnis... Belajar dari yang sudah pengalaman tentang strategy,..bagaimana melayani orang lebih baik...dll.. Maka HAUS lah akan ilmu bisnis....
Di akhir tulisan, saya mengutip Firman Nya dari surat Ar Ra'd " innallaha laa yughairu ma bikaumi, hatta yughairu maa bianfusikum"
Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib seseorang, sebelum orang tersebut BERUSAHA untuk merubah nasibnya terlebin dahulu.
Berusahalah merubah nasib, semoha Allah merubah nasib kita menjadi lebih baik. Selalu....berusaha.!
(mentoring : fitrah jaya shaleh)