14/07/2020
Sedikit cerita dari sahabat kita tentang komik "Azan Terakhir Bilal bin Rabah"... semoga berkah Sahabat :)
Sohib Danang Waluyajati mengirim saya buku ini, out of the blue. Tanpa introduksi, tanpa cerita, tanpa background. Tiba-tiba buku ini nongol aja. Seakan-akan cuma mau bilang, "see this, and let's hear what you want to say."
Saya besar dengan baca komik gaya Eropa, seperti Tintin (love love love!), Asterix, Lucky Luke, Tanguy and Laverdure. Lalu muncul terpaan komik Jepang, dan saya cuma s**a Kungfu Boy. Komik manusia super dari DC atau Marvel saya nggak pernah s**a---soalnya isinya jauh dari realitas masa kecil saya.
Lalu buka komik ini, "Azan Terakhir Bilal bin Rabah". Di awal, style-nya agak Eropa. Gambarnya serius, tapi kotak-kotaknya kalem. Tapi makin ke belakang, Marvel banget.
Mengasyikkan buka lembar demi lembar, karena baru kali ini saya lihat "komik Marvel" (dalam tanda kutip) yang berkisah tentang sahabat Rasulullah saw. Seperti sesuatu yang baru di mata saya. Segar.
Buat saya yang udah tau kisah Bilal bin Rabah, ada beberapa bagian komik yang bikin mata saya basah. Soalnya visualisasinya dapet banget. Ekspresi komik ini kena. Cuma saya nggak tau buat anak-anak yang belum pernah merenungkan kisah Bilal, akan dapet efek yang sama nggak.
Yang sangat tergambar, adalah bagaimana kecintaan Bilal pada Rasulullah Saw. Sangat terlukiskan. Banget. Dan cinta turunnya: karena cinta yang pertama itu, ia pun sangat mencintai kedua cucu Rasulullah, dan tidak sanggup menolak permintaan mereka untuk azan. Ini bagian paling indah di buku ini, kalau menurut saya. Beautiful.
Saya cari tau siapa yang bikin komik ini. Namanya Ardian Syaf (perasaan pernah dengar). Ternyata beliau memang juru gambar komik Marvel di US, pernah di DC juga. Pantesan komik ini Marvel banget. Belakangan, om Ardian Syaf ini di-'sudahkan' karirnya di sana karena menyisipkan subliminal message di komik X-Men dari Marvel yang dibuatnya, angka "212" dan tulisan "Q.S. 5:51" di kaos Colossus---terkait dengan peristiwa 212 di Jakarta. Cukup mudah Googling cari info tentang ini.
Saya nggak tau harganya berapa, saya duga lumayan mahal buat kantong anak-anak atau remaja di daerah (karena hardcover). Kalo boleh saran, daripada mengincar satu niche market penggemar komik (apalagi komik islami p**a, lebih kecil lagi), mending bikin terjangkau untuk pembaca muda di seluruh Indonesia. Pertama, akan sangat banyak yang butuh kisah sahabat Rasulullah Saw disampaikan dalam bentuk semacam ini. Kedua, om Ardian Syaf nggak ada saingan bikin komik islami dengan style Marvel.
Anyway, saya nggak kenal langsung om Ardian Syaf maupun penerbitnya (SyafQ komik). Ini juga bukan promosi. Tapi jujur, menurut saya, karya yang ini sangat layak di apresiasi. Terimakasih Mas Ardian Syaf atas karyanya. Saya simpan di bagian buku-buku berharga saya.
Buku ini bersejarah karena, pertama, jadi simbol titik balik seorang manusia, di mana Allah merahmati seseorang lewat apa yang tampaknya sebagai musibah. Kedua, ini buku pertama di Indonesia yang menyampaikan kisah sahabat Rasulullah Saw dengan gaya komik Marvel.
Makasih, Om Ardian Syaf. Makasih, bro Danang.
Kalo berminat, jangan tanya saya ya. Sok langsung aja search IG nya SyafQ komik 🙂