AkuBaca

AkuBaca Jual Buku Baru dan Bekas.. Daerah Tulungagung.

Sejarah adalah detak napas dan literatur semesta yang tak pernah tidur sepanjang pagelaran dunia. Sejarah selalu mengiri...
06/02/2020

Sejarah adalah detak napas dan literatur semesta yang tak pernah tidur sepanjang pagelaran dunia. Sejarah selalu mengiringi langkah-langkah para penghuni bumi dan tidak seorangpun sanggup menghalangi jalannya. Ia adalah manifestasi dari kreasi Tuhan bernama ‘takdir’. Ia akan bertahan ribuan tahun di dalam pergolakan bumi. Ia adalah koleksi para generasi.

Dan, Solomon Temple ( Bait Suci ) merupakan debu sejarah – perhelatan peristiwa yang pernah terjadi di muka bumi. Solomon Temple I dibangun oleh King Solomon ( Nabi Sulaeman ) pada abad ke 8 SM. Bangunan suci ini dibakar dan dihancurkan oleh Nebukadnezar : King of Babylonia pada hari kesembilan, bulan Av tahun 586 SM. Solomon Tempel II dibangun kembali pada tahun 520 SM. Dan Kaisar Titus bersama legiun Romawi menghancurkannya – persis pada tanggal sembilan bulan Av pada tahun 70 M.

Solomon Temple bukan hanya sejarah peradaban atau sejarah ilmu pengetahuan, namun juga sebuah bangunan spektakuler di mana dibangun konsep-konsep ke-Tuhanan. Keberadaannya adalah janji yang tersurat dalam Taurah. Dinukil oleh Injil dan diserat dalam Al-Qur’an.

Konon, dalam kepercayaan kaum Bani Israel – bangsa Yahudi modern – Solomon Temple akan menjadi istana Sang Messiah ( manusia yang dijanjikan ), The Heavenly Kingdom on Earth, untuk memimpin manusia menuju One World Order sekaligus menjaga tradisi kuno agar semua kitab tetap berada di jalurnya dan tidak menyediakan kesempatan pada manusia untuk membuka selubung yang tersembunyi di dalamnya. Maka keberadaan Solomon Temple merupakan kebutuhan ‘mendesak’. Dan, Israel adalah satu-satunya bangsa di dunia yang telah merancang pembangunan kembali Solomon Temple III.

Arioch adalah seorang lelaki genius, ahli mistik, bahkan mungkin seorang alkemis modern yang berhasil memecahkan kode-kode tersembunyi dalam Al-Kitab dan buku-buku karya para filsuf. Arioch ingin berperan sebagai seseorang di pelataran bumi yang melangkahi waktu. “Redaksional dari seluruh kitab adalah bahasa tersandi, bahasa perumpamaan, bahasa isyarat atau kinayah. Dan aku telah memecahkan teka-tekinya! Sudah tiba saatnya manusia membuka selubung kegelapan menuju dunia tercerahkan!” katanya. “Tiba waktunya manusia meninggalkan pencarian terhadap Tuhan! Karena setiap manusia adalah tuhan!” Arioch sangat percaya pada tradisi mistis bahwa terdapat ilmu pengetahuan misterius yang disembunyikan dalam kitab-kitab kuno tentang kekuatan spektakuler yang mendekati kekuatan Tuhan.

Lalu, Arioch ingin menghancurkan semua hal yang mengakses kepada wilayah ke-Tuhanan. Arioch ingin menjelma sebagai Sang Messiah : The Heavenly Kingdom on Earth. Dan iapun meng-agendakannya.

Prof. Syibil Balqizh : sang arkeolog, kembali berpetualang. Diawali hadirnya mimpi-mimpi tentang masa kecilnya. Mimpi tentang sebuah tragedi masa kecil yang akan mengantarnya menemukan misteri pembunuhan yang sekian tahun terpendam dan dilupakan. Dan, kehadirannya pada sebuah prosesi ritual tradisi suku Maya di Chichen Itza, secara tak sengaja menjadi pintu masuk baginya bertemu dengan para petinggi Persaudaraan Mason, Kabbala, Illuminati, penganut Resiscrusian, tokoh-tokoh Gereja, para petinggi Vatikan, para penguasa di komunitas intelijen, para tokoh legenda Opus Dei dan bahkan seorang Ulama besar, yang semuanya sudah terperangkap dalam agenda Arioch.

Profesor Sybil Balqizh harus terbang menuju Yerusalem.

Prof. Syibil Balqizh bertarung dengan waktu.

Sebelum hari kesembilan, bulan Av tahun 2012 – hari raya Tisha B’ Av – semuanya harus selesai.

Hari itu tinggal 24 jam.

Jika terlambat, maka pengetahuan misterius itu akan menjadi bacaan manusia.

Sang Pelangkah waktu akan hadir di muka bumi sebelum saatnya.

Dunia akan mengalami keguncangan.

Falsafah agung di dalam kitab-kitab suci akan dilupakan.

Dan, semua kitab akan tersingkirkan.

Jagad LelembutPenulis: Ukuran: 14 x 20 cmTebal: 208 (BW+ FC)Penerbit: GagasMediaISBN: 978-979-780-944-7Harga : 88.000Jag...
06/02/2020

Jagad Lelembut

Penulis:
Ukuran: 14 x 20 cm
Tebal: 208 (BW+ FC)
Penerbit: GagasMedia
ISBN: 978-979-780-944-7
Harga : 88.000

Jagat lelembut atau dunia para makhluk halus, sampai saat ini masih mendapatkan image mengerikan di mata banyak orang. Sosok-sosok di dalamnya selalu digambarkan seram seperti halnya yang sering kita lihat di layar televisi. Belum lagi bumbu-bumbu yang sengaja dibuat dengan tujuan menakut-nakuti. Namun demikian, kita justru makin penasaran dengan keberadaan dunia “mereka”. Seperti apa sosok dan cerita para lelembut yang sebenarnya? Buku ini merangkum perjalanan Tim Kisah Tanah Jawa yang telah menjelajah “Jagat Lelembut” hingga lapisan ke-11 (yang mungkin terdiri dari 17 lapisan). Tidak hanya lewat kata-kata, Kisah Tanah Jawa: Jagat Lelembut berusaha menyertakan gambar dari penampakan “mereka”. Banyak jenis lelembut dan kisah yang mungkin belum pernah kita dengar, siapkan keberanian untuk membaca kisah “mereka”!

Address

Tulungagung
66272

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when AkuBaca posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to AkuBaca:

Share

Category