23/08/2018
AMALAN UTAMA HARI TASYRIK
Sesudah hari raya Idul Adha, kita memasuki hari tasyrik. Sudah tahukah bahwa hari tasyrik adalah termasuk hari-hari yang paling mulia di sisi Allah? Lalu, sudah tahukah apa saja amalan yang baik dilakukan di hari tasyrik?
“Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah Tabaraka wa Ta’ala adalah hari Idul Adha dan yaumul qarr (hari tasyrik).” (HR. Abu Daud)
Tiga hari setelah hari raya Idul Adha dikenal dengan sebutan Hari Tasyrik, tepatnya pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Tasyrik atau dalam bahasa Arab disebut tasyriq/ syuruq bermakna terbitnya matahari. Disebut demikian karena pada hari tasyriq tersebut kaum mukminin pada zaman dahulu menjemur (yusyriqun) daging qurban mereka yang disembelih setelah matahari terbit (syuruq).
Di hari tasyriq ini, banyak sekali keutamaan jika kita memperbanyak amalan yang Allah perintahkan. Nah, di antara amalan tersebut adalah sebagaimana yang disebutkan dalam ayat Quran dan hadits berikut:
1. Memperbanyak dzikir
Baik kaum muslimin yang sedang menunaikan haji maupun yang tidak berhaji, perbanyaklah berdzikir pada Allah. Bahkan lebih bagus lagi kalau bisa berdzikir di setiap kali suapan makanan yang masuk ke mulut kita, atau setiap langkah kaki kita.
“Dan berzikirlah kepada Allah dalam beberapa hari yang ditentukan (hari-hari tasyrik). Maka, siapa yang ingin cepat (berangkat dari Mina ) sesudah dua hari, maka tiada dosa atasnya. Dan, barang siapa yang ingin menangguhkan, maka tiada dosa p**a atasnya bagi orang yang bertakwa.” (QS. al-Baqarah [2] : 203)
Lalu apa saja dzikir yang dimaksudkan ketika itu? Beberapa dzikir yang diperintahkan oleh Allah di hari-hari tasyrik ada beberapa macam:
Pertama: berdzikir kepada Allah dengan bertakbir setelah selesai menunaikan salat wajib. Perbuatan ini disyariatkan hingga akhir hari tasyrik sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Hal ini juga diriwayatkan dari Umar, Ali, dan Ibnu Abbas.
Kedua: membaca tasmiyah (bismillah) dan takbir ketika menyembelih kurban. Waktu penyembelihan kurban berakhir pada akhir hari tasyrik (13 Dzulhijah) sebagaimana pendapat mayoritas ulama.
Ketiga: berdzikir memuji Allah Ta’ala ketika makan dan minum. Amalan yang disyariatkan ketika memulai makan dan minum adalah membaca basmallah dan mengakhirinya dengan hamdalah.
Keempat: berdzikir dengan takbir ketika melempar jumroh di hari Tasyrik. Amalan ini khusus untuk orang yang berhaji.
Kelima: Berdzikir pada Allah secara mutlak karena kita dianjurkan memperbanyak dzikir di hari-hari Tasyrik. Sebagaimana Umar ketika itu pernah berdzikir di Mina di dalam kemahnya, lalu orang-orang mendengar suara dzikirnya. Mereka pun bertakbir dan Mina akhirnya penuh dengan takbir.
2. Haram berpuasa sekalipun telah terbiasa berpuasa sunah Senin-Kamis
Karena diharamkan berpuasa, maka gantilah ibadah puasa dengan ibadah mensyukuri makanan dan minuman yang Allah anugerahkan untuk kita. Nikmati setiap gigitan, setiap tegukan, dengan bersyukur atas kenikmatan yang masih Allah perkenankan untuk kita.
“Sesungguhnya Allah ridha terhadap hamba yang makan sesuap makanan kemudian memuji Allah, atau minum seteguk air dan memuji Allah karenanya.” (HR. Muslim 2734)
Jadi, bagi yang ingin berpuasa Senin-Kamis, jika jatuh di hari tasyrik harus ditinggalkan dulu puasa tersebut.
“Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i).
Imam Nawawi berkata, “Ini adalah dalil tidak boleh sama sekali berpuasa pada hari tasyriq.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 18)
Kecuali bagi yang menunaikan haji, “Tidak diberi keringanan di hari tasyriq untuk berpuasa kecuali jika tidak didapati hewan hadyu.” (HR. Bukhari no. 1998)
3. Menyembelih qurban
Belum sempat menyembelih qurban di hari raya? Sampai dengan berakhirnya hari tasyrik masih bisa loh menyembelih hewan qurban.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Di setiap hari tasyrik, boleh menyembelih.” (HR. Ahmad, ibn Hibban, Ad-Daruquthni, dan yang lainnya).
4. Memperbanyak doa
Di hari tasyrik sangat bagus memperbanyak doa, terutama sekali doa sapu jagad dunia akhirat yang telah kita kenal sejak kecil. Ajari anak-anak kita untuk memperbanyak membaca doa ini juga di hari tasyrik.
Anas bin Malik mengatakan:
“Doa yang paling banyak dilantunkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah RABBANAA AATINAA FID-DUN-YAA HASANAH WA FIIL AAKHIROTI HASANAH WAQINA ‘ADZAABANNARR.” (HR. Bukhari 6389 dan Muslim 2690).
Dapat juga memanjatkan doa lainnya mungkin berupa permohonan hajat dan lain sebagainya lakukanlah selama hari tasyrik, in syaa Allah akan Allah perkenankan.
Sumber: ummi-online.com, arrahmah.com
©ZIP