Indonesia Sehat

Indonesia Sehat Sudah terdaftar langsung di BPOM, Bersertifikat Halal MUI & Bersertifikat ISO Internasional 9001-2015

Sejarah NasionalBenteng Stelsel, Taktik Belanda Selama Perang DiponegoroStrategi Benteng Stelsel dicetuskan oleh Jendera...
17/06/2022

Sejarah Nasional
Benteng Stelsel, Taktik Belanda Selama Perang Diponegoro

Strategi Benteng Stelsel dicetuskan oleh Jenderal De K**k guna mengalahkan perlawanan Pangeran Diponegoro pada tahun 1827.
Strategi Benteng Stelsel digunakan untuk mempersempit gerak Pangeran Diponegoro.
Strategi benteng stelsel ini menyebabkan Pangeran Diponegoro beserta tentaranya mengalami kesulitan.
Lantas, apa yang dimaksud dengan strategi Benteng Stelsel?

Alasan Penerapan Strategi Benteng Stelsel
Sebagaimana dikutip dari buku Sejarah SMP Kelas VII karya Drs. Anwar Kurnia dan Drs. H. Moh. Suryana, penerapan strategi Benteng Stelsel dilakukan karena Belanda merasa kesulitan dalam menghadapi pasukan Pangeran Diponegoro.

Perang Diponegoro merupakan pertempuran besar antara tentara Belanda dengan pasukan Pangeran Diponegoro.
Pertempuran ini dipimpin oleh Jenderal De K**k.

Peristiwa khusus yang memantik berkobarnya perang Diponegoro yaitu pemasangan patok oleh Belanda untuk membangun jalan yang melintasi tanah dan makam leluhur Pangeran Diponegoro yang bertempat di Tegalrejo. Pemasangan patok tersebut dilakukan tanpa izin sehingga menyulut peperangan.

Lalu, Pangeran Diponegoro beserta pasukannya melakukan perlawanan awal di Tegalrejo.
Namun dengan berbagai pertimbangan, akhirnya Pangeran Diponegoro menyingkir ke Bukit Selarong, di sana ia membangun benteng pertahanan Gua Selarong.

Seiring berjalannya waktu, khususnya pada tahun pertama perlawanan tersebut meluas hingga ke berbagai daerah di antaranya yaitu Yogyakarta, Surakarta, Banyumas, Kedu, Pekalongan, Semarang hingga Rembang. Perang Diponegoro mampu menggerakan seluruh pasukan di Jawa hingga dikenal sebagai Perang Jawa.

Gerak pasukan Pangeran Diponegoro ini berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya sehingga menyulitkan Belanda untuk memenangkan perang.
Untuk itu, Belanda melakukan strategi Benteng Stelsel.

Tujuan Strategi Benteng Stelsel

Dalam buku Ilmu Pengetahuan Sosial Sekolah Menengah Pertama yang disusun oleh Sugiharsono, tujuan strategi Benteng Stelsel ini untuk menghimpit ruang gerak pasukan Diponegoro.
Dengan semakin sulit dan sempitnya perlawanan, lantas seluruh pasukan Pangeran Diponegoro akan merasa tertekan dan segera menyerah kepada Belanda.

Cara Penerapan Strategi Benteng Stelsel
Berdasarkan sumber yang sama, penerapan strategi Benteng Stelsel oleh Belanda ini dilakukan karena pasukan Belanda merasa kesulitan dengan gerakan pasukan pos pertahanan Pangeran Diponegoro yang kerap berpindah dari tempat satu ke tempat lainnya. Dalam menghadapi perlawanan pasukan Pangeran Diponegoro yang kuat, Belanda mendatangkan bala bantuan pasukan dari Sumatra Barat untuk melakukan taktik Benteng Stelsel.

Setiap daerah yang telah berhasil diduduki Belanda, dibangun benteng pertahanan dan antar benteng pertahanan tersebut ada yang namanya jalur penghubung.
Dari satu benteng ke benteng lainnya ditempatkan dengan pasukan gerak cepat.

Maksud dari strategi Benteng Stelsel ini agar pasukan Belanda dapat memutus jaringan kerja sama pasukan Pangeran Diponegoro. Penerapan strategi Benteng Stelsel berhasil memukul mundur tentara Diponegoro pada tahun 1827.

Gamelan Gong SulingGong Suling pada dasarnya merupakan pengembangan dari Gong Kebyar, teknik tabuh yang digunakan hampir...
15/06/2022

Gamelan Gong Suling

Gong Suling pada dasarnya merupakan pengembangan dari Gong Kebyar, teknik tabuh yang digunakan hampir semuanya berasal dari Gong kebyar, hanya saja pembawa melodinya tidak lagi gangsa yang terbuat dari krawang melainkan sejumlah suling bambu dengan ukuran yang berbeda-beda. Gong Suling diperkuat dengan melodi bersifat unisono oleh ricikan rebab dengan memiliki dua utas dawai yang disebut wadon dan lanang. Terkait dengan fungsi suling dalam seni karawitan kebyar, hingga saat belum diketahui secara pasti kapan instrumen suling masuk sebagai bagian barungan gamelan tersebut. Munculnya gamelan gong kebyar sebagai salah satu bentuk ensambel baru dalam seni karawitan Bali pada abad XIX, tidak dijumpai adanya penggunaan suling dalam komposisi-komposisi kekebyaran yang diciptakan. Penyajian komposisi ”kebyar” yang dinamis, menghentak-hentak serta pola-pola melodi yang ritmis tidak memungkinkan bagi suling untuk dimainkan di dalamnya. kesenian ini adalah salah satu kesenian tua yang ada di kabupaten Jembrana. kesenian ini hanya ditampilkan pada saat ada upacara keagamaan saja. Namun dengan perubahan jaman, kesenian ini berubah menjadi sebuah seni umum yang dipertontonkan.

Sajian Gong Suling didominasi oleh suling. Diawali dengan ber­jajarnya para pemain suling dengan pemain Rincik, klenang dan klenyir di dalam sajiannya. Para pemain saling mengisi dalam sajian yang secara tidak langsung mengambil pola dari gong kebyar tersebut. Terjadinya per­kembangan fungsi suling tersebut merupakan salah satu fenomena yang sangat menarik dimana suling yang pada awalnya memiliki fungsi sekunder yaitu instrumen pendukung, berkembang menjadi instrumen primer yaitu instrumen utama.

Gamelan Gong Suling adalah barungan gamelan yang didominir oleh alat-alat tiup suling bambu yang didukung oleh instrumen-instrumen lainnya. Gamelan ini berlaraskan pelog lima nada.

Gong Suling pada hakekatnya merupakan pengembangan dari Gong Kebyar, tabuh – tabuh yang dibawakan hampir semuanya berasal dari Gong Kakebyaran, hanya saja pembawa melodinya tidak lagi gangsa yang terbuat dari krawang melainkan sejumlah suling bambu dengan ukuran yang berbeda-beda.

Salah Satu instrumen alam Gong Suling adalah terdapatnya suling bambu yang besar ukurannya. Panjangnya ada sekitar 35 inci dan berdiameter 1,7 inci. Wilayah nadanya lebih sedikit dari dua oktaf dan bermula pada nada B, di bawah nada C pusat. Ini adalah jenis suling vertikal dengan tiup ujung dan merupakan suling bass. Suling tersebut pada bagian bawah jika sedang dimainkan dalam kedudukan vertikal maka akan terbuka. Pada bagian bawah diraut atau diiris sedikit dari buku ruasnya. Lubang-lubang jari yang dinamakan song, terdapat pada bagian atas dari suling dan jumlahnya diselaraskan dengan tangga nada yang diperlukan. Ukuran suling pada kesenian Gong Suling yang panjang tersebut, mengharuskan pemainnya merentangkan tangannya dalam memainkan atau meniupnya dan ujungnya yang terbuka harus ditopangkan ke tanah.

Instrumen-instrumen yang digunakan dalam Gamelan Gong Suling ialah:

2 (dua) buah kendang
1 (satu) buah kajar
1 (satu) buah kemong
1 (satu) buah ceng-ceng kecek
1 (satu) buah gong pulu
1 (satu) buah kempur
2 (dua) buah suling berukuran kecil
4 (empat) buah suling berukuran sedang
2 (dua) buah suling berukuran besar.

Tempe MendoanMendoan adalah makanan sejenis gorengan yang sangat populer di Jawa Tengah yang berasal dari Eks Keresidena...
13/06/2022

Tempe Mendoan

Mendoan adalah makanan sejenis gorengan yang sangat populer di Jawa Tengah yang berasal dari Eks Keresidenan Banyumas. Kata "mendoan" dianggap berasal dari Bahasa Banyumasan, yaitu mendo yang berarti setengah matang atau lembek. "Mendoan" yang artinya "memasak dengan minyak panas yang banyak dengan cepat" sehingga masakan tidak benar-benar matang. Bahan makanan yang paling sering dibuat menjadi berbagai Mendoan adalah tempe
Lebih enak jika membuat tempe mendoan dengan jenis tempe khusus untuk mendoan, bentuknya sangat tipis. Pilih yang berwarna putih terang jika sudah agak kehitaman biasanya tempe mendoan yang dihasilkan rasanya agak sedikit pahit.
Nama Tempe Mendoan disematkan pada tempe tipis khusus walaupun masih belum di goreng, dengan tujuan untuk memudahkan dalam melakukan jual beli Tempe dan juga untuk membedakan dengan jenis tempe yang lain. Pengolahan tempe mendoan dapat dilakukan menjadi 3 macam yaitu, mendoan goreng basah, mendoan goreng kering dan juga Kripik Mendoan.

BREM MADIUNSebelum membahas banyak hal tentang brem Madiun, sebaiknya kita belajar dulu tentang sejarah singkatnya.Brem ...
12/06/2022

BREM MADIUN

Sebelum membahas banyak hal tentang brem Madiun, sebaiknya kita belajar dulu tentang sejarah singkatnya.

Brem Madiun diyakini lahir di dua desa, yaitu Desa Kaliabu di Kecamatan Mejayan dan Desa Bancong Kecamatan Wonoasri. Dua desa tersebut berdekatan dan berada di wilayah Kabupaten Madiun.

Brem Madiun sudah ada sejak masa penjajahan Belanda dan dianggap sebagai makanan ndeso tetapi cukup mewah pada masa itu. Pasalnya, orang-orang desa lebih memilih makan nasi atau makanan berkarbohidrat daripada makan brem yang sama sekali tidak mengenyangkan. Sehingga brem hanya tersedia di rumah-rumah orang berada.

Asal nama 'brem' pun memiliki banyak versi, salah satunya karena proses pengeraman yang dilakukan selama berhari-hari. Istilah peram dalam bahasa Jawa terdengar seperti 'prem' dan jadilah nama brem. Resep pembuatan brem juga diturunkan dari satu generasi ke generasi lainnya.

2. Brem madiun terbuat dari sari beras ketan putih yang telah difermentasi

Untuk membuat brem diperlukan proses yang cukup panjang. Bahan bakunya berupa beras ketan putih, ragi tape, soda kue, dan air secukupnya. Beras ketan yang telah direndam semalam kemudian diolah menjadi tape ketan dan disimpan selama 7 hari untuk proses fermentasi.

Setelah proses fermentasi selesai, tape kemudian disaring atau dipres untuk mendapatkan air sarinya. Air sari tersebut direbus sampai mengental dan dimasukkan ke dalam wadah besar. Adonan tersebut kemudian ditambahkan soda kue dan diaduk hingga berwarna putih hingga bertekstur seperti pasta.

Proses pun berlanjut dengan memasukkan adonan ke dalam cetakan brem dan meratakan permukaannya. Setelah itu disimpan sehari semalam (bisa lebih) hingga adonan memadat dan siap untuk dipotong atau disajikan.

Panjang sekali, bukan?

3. Teksturnya padat tetapi langsung meleleh dan dingin ketika masuk ke dalam mulut

Salah satu hal unik yang membuat brem banyak disukai masyarakat adalah teksturnya yang padat dan kuat tetapi ketika masuk ke mulut langsung meleleh pecah dan lembut. Ditambah lagi dengan sensasi dingin dengan sentuhan rasa asam manis khas tape ketika bertemu dengan lidah. Yummy!

Di sekolah kita pernah belajar tentang suara ultrasonik yaitu suara atau getaran dengan frekuensi di atas 20 KHz. Lumba-...
11/06/2022

Di sekolah kita pernah belajar tentang suara ultrasonik yaitu suara atau getaran dengan frekuensi di atas 20 KHz. Lumba-lumba adalah salah satu hewan yang menggunakan getaran ini untuk berkomunikasi.

Tapi kalian pernah kepikiran nggak, gimana cara lumba-lumba mendengarkan suara berfrekuensi tinggi padahal tidak punya telinga? Lumba-lumba sebenarnya punya indra pendengaran tapi bentuknya bukan seperti daun telinga. Mereka bisa mendengar melalui bukaan telinga kecil di kedua sisi kepalanya.

Saat di dalam air, diyakini lumba-lumba bisa mendengar melalui tulang rahang bawah yang mengirimkan suara ke telinga tengah.

Dengan indra pendengarannya ini, lumba-lumba kita bisa mendengar suara berfrekuensi 20hz-150 KHz atau 7 kali lebih sensitif dari telinga manusia.

Oleh karena itu, manusia tidak bisa mendengar sejumlah besar suara yang dibuat oleh lumba-lumba.

Caption by CNN & Bola

Address

Palmerah, Jakarta Barat
West Jakarta
11480

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Indonesia Sehat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share