22/07/2022
Sebutlah namanya Aco, datang dari sebuah kep**auan Kalimantan. Menjalani terapi sejak umur tiga tahunan, masih mendatangkan p**a beberapa guru privat ke rumah. Sekolah p**a pada usia lima tahunan.
Tibalah masa pencarian sekolah dasar. Menyadari si Aco tergolong IQ dibawah rata-rata, sang Ibu gundah dalam menentukan pilihan sekolah terbaik buat anak tercinta. Ditambah p**a tidak ada dukungan dari guru maupun sekolah TKnya, alias pihak sekolah menyangsikan kemampuan Aco masuk sekolah dasar. Bahkan guru-guru privat yg sehari2 dipercaya beliau pun tidak support rencana tsb. Duuuh, kebayang gimana sedihnya khan? 🥹🥹
Nah, saat beliau menanyakan ke kami kondisi dan perkembangan Aco, tanya p**a gimana kalo tahun ajaran baru Aco masuk tingkat SD. Tentu kami dukung, ini bukan asal dukung lho yaa. Kami melihat progress Aco selalu naik walau jalan lambat. Aco punya bekal dasar masuk jenjang SD. Secara perilaku positif dimiliki semua sama anak ini.
"Coba Ibu daftar in Aco ke Sekolah Daun", (kami sebut sebuah sekolah, sekolah umum dengan mengusung nilai-nilai majemuk yang kala itu baru ada satu-satunya di Yogya). " Tapi Ibu siapin juga plan B jika ternyata Aco nggak lolos disana ya"
"Yakin Aco bisa disana bu?"
Me: "Kalo tidak mencoba gimana kita tahu Aco bisa masuk apa enggak bu, yg penting ikutin saja prosedurnya".
Dan berapa waktu kemudian dapat kejutan bahwa Aco lolos masuk sekolah daun yg sebelum nya tidak pernah terpikir kan oleh beliau.
Kini Aco sudah menamatkan jenjang SMA sekolah daun dan kembali ke Kalimantan kumpul bersama keluarga tercinta.