INSISTPress

INSISTPress • Penerbit Ilmu Sosial Transformatif
• Jam Kantor: Senin-Jumat, 09.00-17.00 WIB.

"Lapisan Masyarakat yang Paling Lemah di Pedesaan Jawa" merupakan sebuah autopsi sosiologis yang dilakukan Sajogyo atas ...
29/05/2026

"Lapisan Masyarakat yang Paling Lemah di Pedesaan Jawa" merupakan sebuah autopsi sosiologis yang dilakukan Sajogyo atas proses peminggiran sistematis terhadap mereka yang berada di dasar piramida sosial pedesaan.

Naskah ini memiliki relevansi teoretis yang sangat kuat bagi studi Sosiologi Pedesaan di Indonesia, terutama dalam mengkontekstualisasi hubungan desa-kota dan keberlanjutan penghidupan.

Buku 𝘗𝘶𝘴𝘢𝘬𝘢 𝘗𝘶𝘴𝘵𝘢𝘬𝘢 𝘚𝘢𝘫𝘰𝘨𝘺𝘰 hadir untuk mendobrak cara pandang kita terhadap realitas masyarakat pedesaan. Dapatkan dengan harga promo Rp145.000 (harga normal Rp175.000) selama masa prapesan 21 Mei-14 Juni 2026.

Tidak ada yang “baru” dengan pendekatan neokolonial dari rezim yang menamai dirinya sendiri “Orde Baru”. Ironinya, karya...
26/05/2026

Tidak ada yang “baru” dengan pendekatan neokolonial dari rezim yang menamai dirinya sendiri “Orde Baru”. Ironinya, karya-karya Sajogyo yang ditulis di bawah intimidasi rezim militerisme otoriter Orde Baru justru tetap aktual dan kontekstual bagi situasi Indonesia di era reformasi ini.

Mengajak khalayak untuk menggali kembali pemikiran Sajogyo, buku 𝘗𝘶𝘴𝘢𝘬𝘢 𝘗𝘶𝘴𝘵𝘢𝘬𝘢 𝘚𝘢𝘫𝘰𝘨𝘺𝘰 hadir sebagai bibliografi beranotasi karya-karya Sajogyo yang mencakup ranah mulai dari metodologi ilmu sosial, kemiskinan pedesaan, transmigrasi, masalah agraria, hingga masalah pangan dan gizi keluarga.

Buku ini dapat dipesan dengan harga promo Rp145.000 (harga normal 175.000) selama masa prapesan 21 Mei-14 Juni 2026.

Tiada hari tanpa di-gaslight pemerintah 😤Baca buku-buku terbitan INSISTPress ini untuk memahami bagaimana kebijakan-kebi...
23/05/2026

Tiada hari tanpa di-gaslight pemerintah 😤

Baca buku-buku terbitan INSISTPress ini untuk memahami bagaimana kebijakan-kebijakan negara justru memaksa masyarakat lapisan bawah untuk bermimpi hidup layak dari hari ke hari.

Move like Jageran. Bergerak tidak melulu cepat, tapi yang penting relevan. Tidak sekadar ramai, tapi bermakna. Bagi stud...
21/05/2026

Move like Jageran. Bergerak tidak melulu cepat, tapi yang penting relevan. Tidak sekadar ramai, tapi bermakna. Bagi studiotanah dan koperasi Warung Pelan-Pelan, pelan-pelan merupakan cara untuk memastikan langkah yang diambil selaras dengan banyak hal: ritme kampung, kebutuhan warga, juga kenyamanan bersama.

Buku 𝙈𝙚𝙧𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙋𝙚𝙡𝙖𝙣-𝙋𝙚𝙡𝙖𝙣 sudah tersedia.

Sudah tersedia 📖𝙈𝙚𝙧𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙋𝙚𝙡𝙖𝙣-𝙋𝙚𝙡𝙖𝙣 mencatat perjalanan menghidupkan Warung Pelan-Pelan (WPP). Dari mengenal konteks sos...
19/05/2026

Sudah tersedia 📖

𝙈𝙚𝙧𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙋𝙚𝙡𝙖𝙣-𝙋𝙚𝙡𝙖𝙣 mencatat perjalanan menghidupkan Warung Pelan-Pelan (WPP). Dari mengenal konteks sosial-budaya kampung, mendaur ruang dan material, hingga mengelola warung makan, toko kelontong, serta ruang kolektif bersama Dulur Sewarung. Sebuah eksperimen tentang apa yang terjadi ketika arsitektur tidak berhenti pada bentuk, melainkan terus hidup dalam relasi.

Warung Pelan-Pelan (WPP) itu sendiri bukan sekadar tempat makan. Ia adalah limasan tua yang didaur, dirawat, dan dihidupkan kembali secara kolektif dan gotong royong, yang mana arsiteknya turut melakukan kerja-kerja perawatan domestik.

Catatan ini disusun oleh , studio arsitektur rumahan berbasis di Cangkringan, D.I. Yogyakarta yang merintis WPP. Berakar pada kriya dan ketukangan, mereka meyakini bahwa arsitektur yang baik ialah yang menggarisbawahi potensi jiwa tempat, harmonis dengan lingkungan, akrab dengan penghuninya, dan selalu berakar pada relasi antara manusia, ruang, dan kehidupan sehari-hari yang melingkupinya.

Penulis: Riangga Yudas & Nani Susiani

Prolog: Marco Kusumawijaya
Epilog: Santi Ariestyowanti
Desain Sampul & Ilustrasi: Amalia Dian

Pemesanan melalui WhatsApp, Shopee, atau media sosial INSISTPress.

Sabtu sore kemarin, di tengah hiruk pikuk Kota Yogyakarta saat akhir pekan panjang, kami melambat sejenak untuk merayaka...
18/05/2026

Sabtu sore kemarin, di tengah hiruk pikuk Kota Yogyakarta saat akhir pekan panjang, kami melambat sejenak untuk merayakan buku 𝙈𝙚𝙧𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙋𝙚𝙡𝙖𝙣-𝙋𝙚𝙡𝙖𝙣 karya dan

Senang sekali bisa bertemu teman-teman serta mendengarkan diskusi tentang ruang kolektif, koperasi, dan arsitektur—topik-topik pokok dari buku tersebut yang kami terbitkan bersama

Terima kasih kepada teman-teman yang hadir, juga kepada para AnWar (Anak Warung) yang sudah memungkinkan momen malam Minggu kemarin jadi sangat berkesan.

Sampai berjumpa di kesempatan menyenangkan berikutnya 🌻

Sampai jumpa besok sore untuk merayakan buku 𝙈𝙚𝙧𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙋𝙚𝙡𝙖𝙣-𝙋𝙚𝙡𝙖𝙣 karya  dan  di  . Mari memelankan diri di akhir pekan i...
15/05/2026

Sampai jumpa besok sore untuk merayakan buku 𝙈𝙚𝙧𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙋𝙚𝙡𝙖𝙣-𝙋𝙚𝙡𝙖𝙣 karya dan di . Mari memelankan diri di akhir pekan ini dan membuka hati untuk diskusi seru bersama kami.

Buku terbaru INSISTPress yang diterbitkan bersama ini bisa kamu beli dengan harga khusus selama acara berlangsung 😉

Kolektivisme bukan gerakan yang asing di Jogja. Di banyak kalangan muda, konsep kolektif pun tumbuh subur.Melihat bagaim...
13/05/2026

Kolektivisme bukan gerakan yang asing di Jogja. Di banyak kalangan muda, konsep kolektif pun tumbuh subur.

Melihat bagaimana kolektif dapat memberi manfaat yang setara melalui fleksibiltasnya, merintis Warung Pelan-Pelan sebagai warung makan, toko kelontong, serta ruang kolektif bersama Dulur Sewarung.

Ini merupakan eksperimen tentang apa yang terjadi ketika arsitektur tak berhenti pada bentuk, melainkan terus hidup dalam relasi. Eksperimen ini dibukukan dalam 𝙈𝙚𝙧𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙋𝙚𝙡𝙖𝙣-𝙋𝙚𝙡𝙖𝙣 yang akan segera terbit.

Diterbitkan bersama , buku ini bisa kamu dapat secara gratis dengan mengikuti giveaway. Cek slide terakhir untuk cara dan ketentuannya.

Limasan berusia setengah abad di Kampung Jageran, Kota Yogyakarta, itu dulunya "mati suri". Kini, ia menjelma ruang yang...
12/05/2026

Limasan berusia setengah abad di Kampung Jageran, Kota Yogyakarta, itu dulunya "mati suri". Kini, ia menjelma ruang yang tak hanya menjual makanan, tapi juga merawat percakapan dan jejaring perkawanan, serta menampung ragam kreativitas.

Ditulis oleh arsitek dan periset sebagai catatan pengalaman menghidupkan kembali limasan kotangan itu, buku 𝙈𝙚𝙧𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙋𝙚𝙡𝙖𝙣-𝙋𝙚𝙡𝙖𝙣 membuka diskusi bagi siapa saja yang memiliki perhatian atas budaya kolektif, usaha keberlanjutan, dan kebudayaan rakyat.

Buku terbaru INSISTPress yang akan segera terbit ini bisa kamu dapat secara gratis dengan mengikuti giveaway. Cek slide terakhir untuk cara dan ketentuannya.

GIVEAWAY buku terbaru yang akan segera terbit ⚠️Nonton videonya sampai akhir, lalu geser ke slide berikutnya.Peserta giv...
08/05/2026

GIVEAWAY buku terbaru yang akan segera terbit ⚠️
Nonton videonya sampai akhir, lalu geser ke slide berikutnya.

Peserta giveaway terpilih akan diumumkan pada Jumat, 15 Mei 2026.

Address

Kampus Perdikan-INSIST, Jalan Kaliurang Km. 18, Sempu-Sambirejo, Pakem
Yogyakarta City
55582

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Telephone

085102594244

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when INSISTPress posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to INSISTPress:

Share