08/09/2022
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
ุจูุณูู
ู ุงูููููู ุงูุฑููุญูู
ููู ุงูุฑููุญููู
ย
ุงูุณูุงู
ุนูููู
ูุฑุญู
ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
*Hakikat kaya yang sesungguhnya*
Seringkali kekurangan harta membuat kita tidak dapat bersyukur kepada Allah atas berbagai kenikmatan yang jauh lebih berharga dari harta kekayaan yang telah diberikan kepada kita.
Rasulullah saw bersabda,
_"Barang siapa di pagi hari jiwanya aman, fisiknya sehat, dan memiliki jatah makanan untuk sehari. Maka seakan-akan dunia dan segala isinya telah dibentangkan untuknya."_ (HR. Bukhari)
Namun mirisnya, banyak orang yang mengukur kekayaan dan kemiskinan hanya dengan harta yang dimilikinya. Itu tidak mengherankan, karena berbagai informasi yang masuk baik lewat iklan-iklan di televisi, billboard jalanan, dan media sosial lainnya.
Lihat saja. Tidak sedikit nilai-nilai kesuksesan diperkenalkan dengan image yang dibangun dengan memperlihatkan nilai sebuah keluarga โharmonisโ yang sukses adalah yang mempunyai keluarga terdiri dari seorang istri dan dua anak, yang satu lelaki dan yang lain perempuan. Bercengkrama di depan sebuah rumah besar yang asri lengkap dengan sebuah mobil terparkir di depannya.
Nilai kesuksesan inilah yang kemudian tertanam baik dalam kesadaran maupun dalam alam bawah sadar anak-anak, remaja bahkan orang dewasa.
Jika kekayaan dipandang seperti ini, maka kaya di mata masyarakat pada umumnya pun begitu. Orang kaya selalu merasa kurang puas. Jika diberi selembah gunung berupa emas, ia pun masih mencari lembah yang kedua, ketiga dan seterusnya. Oleh karena itu, kekayaan sejatinya adalah hati yang selalu merasa cukup dengan apa yang Allah beri. Itulah yang namanya qonaโah. Itulah yang disebut denganย ghoniย (kaya)ย yang sebenarnya.
Orang yang kaya hati berawal dari sikap selalu ridho dan menerima segala ketentuan Allahย taโala. Ia tahu bahwa apa yang Allah beri, itulah yang terbaik untuknya. Namun bukan berarti kita tidak boleh kaya harta. Yang tercela adalah tidak pernah merasa cukup dan puas (qonaโah) dengan apa yang Allah beri.
Kaya hati adalah selalu merasa cukup dengan apa yang Allah beri. Semoga Allah menganugerahkan kita dengan sifat yang mulia ini.