01/07/2026
JOGJA DINGIN
Sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami penurunan suhu udara yang signifikan dalam dua hari terakhir. Data BMKG mencatat suhu minimum mencapai 19 derajat Celcius, khususnya di kawasan Pakem (Sleman) dan Karangmojo (Gunungkidul). Masyarakat setempat mengenal fenomena cuaca dingin saat puncak musim kemarau ini sebagai bediding, yang ditandai dengan perbedaan suhu ekstrem antara siang yang terik dan malam hingga dini hari yang sangat dingin.
Dalam keterangannya hari Selasa, 30 Juni 2026, prakirawan cuaca BMKG Stamet YIA, M. Nur Hadi, menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan hal yang wajar. Penurunan suhu dipicu oleh tiupan angin monsun Australia yang bersifat kering dan dingin saat melewati Indonesia. Selain itu, minimnya tutupan awan selama musim kemarau menyebabkan radiasi panas yang dilepaskan bumi pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer, sehingga suhu permukaan bumi mendingin dengan cepat. BMKG memprediksi kondisi ini akan semakin terasa dingin, terutama pada puncak musim kemarau di bulan Juli dan Agustus. (*)