07/02/2014
Hindari Pacaran = Zina , menuju Keluarga yang Sakinah & Barokah..
wala taqrobu jinna ; Jangan kalian dekati jina.
apalagi melakukannya. No..!!
Katakan tidak untuk pacaran..
daripada pacaran,, lebih baik tingkatkan ilmu,iman,amal shaleh = mutaqin. akhlak mulia itu yg utama.
jgn lupakan juga duniawi, harus punya pekerjaan/penghasilan utuk nafkah hidup mandiri.
kasar'y nih, lebih baik gonta-ganti istri atau poligami (jika mampu adil itu juga, kalo ga mampu, cukup 1 istri) daripada bermaksiat zina dengan istilah pacaran/free lifestile.
Islam tidak mengajarkan istilah pacaran..
dan juga tidak memanipulasi istilah pacaran menjadi "Ta'aruf".
Dalam mencari pasangan hidup, yang disyariatkan ada 3 tahapan ;
1. Ta'aruf (saling mengenal) tidak lebih.. misalkan cukuplah mengenal identitas, mengenal fisik yg tertutup aurat, mengenal orang tua/keluarga masing2.
sambil testing; bisa ngaji Qur'an ga? rajin shalat & puasa ga?, bisa jadi imam ga? punya penghasilan yg dapat dijadikan sumber nafkah tidak? sikap ucap'y sopan santun ga? dst. But, ga ada acara pegangan tangan atau yg lainnya. 2-3 kali pertemuan dirasa cukup untuk ta'aruf.
bila sudah cocok & yakin..
2. Meminang / melamar, pihak pria kpd orang tua si perempuan. jika sudah diterima dan menentukan tanggal pernikahan..
3. Menikah. (akad nikah yg wajib,, hiburan nomor 100).
kalau sudah menikah dan halal, silakan pasutri PACARAN, ga bakal jadi fitnah, ga bakal berdosa, malah yg ada limpahan pahala dan keberkahan. semua kasih-sayang kedua'y bernilai ibadah dihadapan allah. beda dengan pacaran, semua'y fitnah, maksiat, jina, berdosa, dimurkai Allah.
pilih mana.??? pacaran pra nikah atau pacaran pasca nikah.??
yang diatur dalam syariat Islam justru lebih banyak tentang bagaimana membina keluarga yang harmonis, sakinah, mawadah, dan warahmah.
seperti ; swami sebagai imam, yg pny kewajiban sbgai pemimpin, pengayom, juga pendidik. "Ya ayyuhaladzina amanu Quu angfusakum wa ahlikum naro.." ; jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka. [QS.atTahrim;6].
istri menjadi sholehah dan ibu rumah tangga yg mampu menjaga amanah swami, menjaga, mengurusi rumah dan anak-anak, taat pd swami dan tidak membangkang {nusukh}, tidak keluyuran tanpa ijin swami, tidak membuka aurat pd bkn mukhrim. membesarkan dan mendidik anak2. dst.
idealnya, swami - istri beriman & bertawa, dengan akhlak mulia.
so pasti orientasi kedua'y adalah ==>> Allah. ilah, billah, lillah.
Kedua'y saling pencintai, menyayangi, karena Allah.
Saling menjaga amanah dan kesetiaan, karena Allah.
di dunia hidup bersama dalam kebahagiaan (s**a dan duka bersama)
di akhirat, keduanya akan kembali bersama di Surga "jannatin-naim".
insyaAllah wa tabarakallah.
Ayoo,, sosialisasikan No Pacaran = zina.
Semoga bermanfaat.