Al Hija-iy

Al Hija-iy Selamat datang di Al Hija-iy | http://alhijaaiy.wordpress.com/ | 085201093555

Al Hija-iy menjual stiker tulisan berbahasa Arab untuk keyboard PC atau Laptop anda
Untuk Laptop tersedia ukuran notebook dan netbook, dengan pilihan warna hitam dan putih
Harga hanya Rp 15.000,00

Anda Kesulitan untuk mengetik tulisan Arab di Komputer / Laptop ?Belum hafal lokasi huruf Arab di Keyboard Anda ?Al Hija...
25/11/2015

Anda Kesulitan untuk mengetik tulisan Arab di Komputer / Laptop ?
Belum hafal lokasi huruf Arab di Keyboard Anda ?

Al Hija-iy solusinya
Tersedia untuk ukuran Notebook dan Netbook (ukuran tuts besar dan tuts kecil), dengan pilihan warna Hitam dan Putih

Hanya Rp 15.000,00

Berminat??

Hubungi kami:
1. WA: 085252052345
2. SMS: 089667355771
3. PIN BBM: 24C6574D

17/10/2014

Meninggalkan Shalat Termasuk Dosa Besar (Al Kabair)

Imam Adz Dzahabi mengurutkan dalam dosa besar keempat dalam kitabnya Al Kabair, yaitu meninggalkan shalat. Artinya satu shalat saja yang ditinggalkan bukan dosa yang sepele.

Allah Ta’ala berfirman,

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا إِلَّا مَنْ تَابَ

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan kecuali orang yang bertaubat.” (QS. Maryam: 59-60).

Dalam ayat lainnya disebutkan,

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (4) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ (5)

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al Maa’un: 4-5).

Juga dalam ayat lain,

مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ (42) قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ (43)

“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat” (QS. Al Mudatstsir: 42-43).

16/10/2014

Bohong yang Dibolehkan

Adakah bohong atau dusta yang dibolehkan?

Asalnya memang berbohong itu terlarang dikecualikan dalam tiga hal. Ketika itu berbohong jadi rukhsoh atau keringanan karena ada maslahat yang besar.

Ada hadits yang menyebutkan hal ini,

أَنَّ أُمَّهُ أُمَّ كُلْثُومٍ بِنْتَ عُقْبَةَ بْنِ أَبِى مُعَيْطٍ وَكَانَتْ مِنَ الْمُهَاجِرَاتِ الأُوَلِ اللاَّتِى بَايَعْنَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- أَخْبَرَتْهُ أَنَّهَا سَمِعَتْ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَهُوَ يَقُولُ « لَيْسَ الْكَذَّابُ الَّذِى يُصْلِحُ بَيْنَ النَّاسِ وَيَقُولُ خَيْرًا وَيَنْمِى خَيْرًا ». قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَلَمْ أَسْمَعْ يُرَخَّصُ فِى شَىْءٍ مِمَّا يَقُولُ النَّاسُ كَذِبٌ إِلاَّ فِى ثَلاَثٍ الْحَرْبُ وَالإِصْلاَحُ بَيْنَ النَّاسِ وَحَدِيثُ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ وَحَدِيثُ الْمَرْأَةِ زَوْجَهَا.

Ummu Kultsum binti ‘Uqbah bin ‘Abi Mu’aythin, ia di antara para wanita yang berhijrah pertama kali yang telah membaiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia mengabarkan bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak disebut pembohong jika bertujuan untuk mendamaikan dia antara pihak yang berselisih di mana ia berkata yang baik atau mengatakan yang baik (demi mendamaikan pihak yang berselisih, -pen).”

Ibnu Syihab berkata, “Aku tidaklah mendengar sesuatu yang diberi keringanan untuk berdusta di dalamnya kecuali pada tiga perkara, “Peperangan, mendamaikan yang berselisih, dan perkataan suami pada istri atau istri pada suami (dengan tujuan untuk membawa kebaikan rumah tangga).” (HR. Bukhari no. 2692 dan Muslim no. 2605, lafazh Muslim).

15/10/2014

Wanita shalihah yang taat pada suami dan rajin melakukan ibadah ketaatan, tentu akan dibalas dengan pahala melimpah. Keutamaannya disebutkan dalam hadits berikut.

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih).

14/10/2014

Rokok termasuk suatu yang khobits (kotor).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau dihalalkan yang thoyyib (bagus) dan diharamkan yang khobits (jelek). Dan jelas bau rokok yang ditimbulkan sangat tidak disukai.

Menghadiri Shalat Jama’ah dalam Keadaan Berbau Rokok

Mengenai masalah ini, para ulama berselisih pendapat, bolehkah seseorang yang bau rokok menghadiri shalat jama’ah. Ada yang berpendapat haram, ada yang menyatakan makruh. Pendapat yang tepat dalam masalah ini adalah tidak dibolehkan menghadiri shalat berjama’ah bagi orang semacam itu. Di antara alasannya:

1- Hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ – يَعْنِى الثُّومَ – فَلاَ يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا

“Barangsiapa yang makan tanaman ini -yaitu bawang-, maka janganlah dia mendekati masjid kami” (HR. Bukhari no. 853 dan Muslim no. 561). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang hal ini karena orang yang mulutnya bau bawang akan menyakiti jama’ah lainnya. Maka hal yang sama ditimbulkan oleh rokok.

2- Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا

“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. Al Ahzab: 58). Bau rokok tentu menyakiti orang mukmin.

13/10/2014

Masalah Hukum Rokok

Rokok asalnya dari negeri kafir. Kaum muslimin baru mengenalnya pada abad ke-10 Hijriyah. Inggris memasukkan batang rokok ini ke tengah-tengah kaum muslimin pada masa Daulah Utsmaniyah. Semula ada seorang Yahudi yang datang ke negeri Maghrib dan dia membawa rokok, lalu diklaim sebagai obat. Akhirnya rokok ini menyebar ke Mesir, dan negeri kaum muslimin lainnya.

Pada saat kemunculan rokok, para ulama berselisih pendapat mengenai hukumnya. Ada yang mengatakan haram, ada yang berpendapat makruh, bahkan ada yang mengatakan mubah. Namun pendapat yang tepat, hukum rokok adalah haram. Di antara alasan yang menguatkan pendapat ini:

Kita dilarang membinasakan diri kita sendiri dan mencelakakan orang lain.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (QS. An Nisaa’: 29).

Dalam ayat lain, Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan“. (QS. Al Baqarah: 195).

Begitu p**a dalam hadits disebutkan bahwa jangan sampai menyakiti orang lain. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ

“Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (mudhorot) pada orang lain, begitu p**a membalasnya.” (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3/77, Al Baihaqi 6/69, Al Hakim 2/66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih). Dalam hadits ini dengan jelas terlarang memberi mudhorot pada orang lain dan rokok termasuk dalam larangan ini.

Para dokter pun telah meneliti bahwa rokok membawa berbagai macam racun. Bahkan hasil penelitin juga membuktikan bahwa 25 juta orang meninggal dunia dalam setahun di muka bumi gara-gara sebab utama adalah rokok. Ini menjadi bukti bahwa rokok bisa mencelakakan diri sendiri.

01/12/2013

bagi yang belum menutup aurat :

silahkan cari dalilnya
- boleh menunda menutup aurat jika belum siap
- tidak ada guna berjilbab tapi kelakuan tak baik
- ingin perbaiki hati / kelakuan dulu baru nanti berjilbab
- berjilbab kalau sudah menikah
- yang penting hatinya bukan penampilannya
- percuma berjilbab jika hatinya tak baik / busuk
- aku tak berjilbab karena gerah
- aku tak berjilbab karena pekerjaan

dan alasan lain yang memperbolehkan tak berjilbab / menutup aurat
tolong carikan dalilnya , adakah di perbolehkan tak menutup aurat / berjilbab dengan alasan alasan yang di sebut kan di atas ??

jika tak ada mengapa masih saja berani menentang perintah Allah ?? siapa kita ? sedangkan Allah adalah penguasa hidup dan mati kita
dunia – akhirat

copas ust Hizbul Majid Al-Jawi

30/11/2013

Sehidup Tapi Tidak Semati, Siapa Mau?

Sobat, betapa banyak orang yang berjanji atau obral janji : SEHIDUP SEMATI. Berbekalkan janji ini, banyak orang siap berkorban dan mengorbankan apapun demi membuktikan kesetiannya. Padahal bila ternyata dihadapkan pada kondisi " MATI" sesungguhnya toh akhirnya terbukti janji ini sekedar hoak alias bohong belaka. Adakah suami yang siap menemani istrinya menghuni alam kubur? Adakah istri yang rela memeluk suaminya hingga di dalam kuburnya? Adakah teman yang bernyali turut serta bersama temannya menghuni rumah barunya yang beralamatkan di Jl. kuburan, Gang. Pemakaman?

Fakta ini sepatutnya menyadarkan anda bahwa janji di atas adalah janji palsu, karena ternyata hanya sehidup namun tidak semati. Ternyata persahabatan, hubungan, Solidaritas, dan persatuan yang dieluk-elukkan selama ini bersifat sementara bahkan semu.

Bila itu semua terjadi di dunia, maka kelak di akhirat tentu lebih dahsyat, betapa tidak solidaritas atau persatuan palsu semacam ini hanya mendekatkan anda ke pintu neraka. Allah berfirman:

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

Teman-teman karib pada hari itu ( hari kiyamat) sebagian mereka memusuhi sebagian lainnya, kecuali orang-orang yang bertakwa.( az Zukhruf 67)

Sobat, segera renungkan, apakah solidaritas atau persatuan yang anda jalin saat ini dilandasi oleh takwa atau hanya kesamaan kepentingan sesaat? Tidakkah anda kawatir bila kelak di akhirat anda terpaksa menyesali solidaritas dan persatuan yang anda jalin selama ini yang hanya berlandaskan kepentingan sesaat? Terlebih lagi bila solidaritas yang anda bangun mengharuskan anda membela buta teman anda walau ia bersalah.

From Ustadz Arifin Baderi

29/11/2013

Tidak Lari Mengapa Dikejar & Tidak Hilang Mengapa Kawatir?

Biasanya anda berlari karena mengejar sesuatu agar tidak menjauh. Sebagaimana biasanya sesuatu bila ditinggal atau diabaikan akan hilang, sehingga anda kawatir setiap kali ketinggalan sesuatu.

Namun anehnya selama ini anda berlari mengejar rejeki, padahal untuk urusan rejeki, ia tidak pernah lari. Sebaliknya, anda menjadi gundah, lagi panik bila menyadari ada dari sebagian harta anda yang ketinggalan di suatu tempat karena anda kawatir kehilangan.

Sobat! ketahuilah sikap semacam ini sejatinya adalah kesalahan besar yang selama ini melilit diri anda.

Percayalah bahwa rejeki anda tidak akan pergi menjauh sehingga tidak ada perlu anda berlari tunggang langgang mengejarnya.

Sebaliknya rejeki anda juga tidak akan hilang dipungut orang walaupun telah ketinggalan di suatu tempat.

Cukuplah anda berusaha sewajarnya yaitu dengan tetap mengindahkan batasan dan hukum syari'at, niscaya seluruh rejeki anda pasti berhasil anda dapatkan dan nikmati.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إن الروح الأمين نفث فى روعى أنها لا تموت نفس حتى تستوفى رزقها فأجملوا فى الطلب

Sejatinya Malaikat Jibril (Ruhul Qudus) membisikkan ke dalam jiwaku bahwa tiada seorang jiwapun yang meninggal dunia hingga ia benar-benartelah mengenyam jatah rizkinya, karena itu tempuh jalan-jalan yang baik dalam mencari rizki. (Ibnu ABi Syaibah, Al Baihaqy danlainnya).

percayalah sobat! niscaya anda bahagia.

From Ustadz Arifin Baderi

28/11/2013

ANTARA DOKTER DAN USTADZ

Jika menjadi dokter beresiko…, maka demikian juga menjadi da'i/ustadz maka lebih sangat beresiko. Jika sang dokter salah memberi resep bisa semakin memperparah derita pasien atau bahkan menyebabkannya meninggal…
maka demikian juga jika ustadz salah memberi fatwa…tergesa-gesa…tidak menganalisa terlebih dahulu…maka bisa menyesatkan di dunia dan di akhirat menyebabkan penderitaan di akhirat.
Maka sungguh wajar jika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda tentang para ustadz yang demikian :

فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا
"Mereka ditanya, lalu mereka berfatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat dan menyesatkan" (HR Al-Bukhari no 100 dan Muslim no 2673)

Maka jika masyarakat marah tatkala melihat dokter yang materialistis (padahal dokter bekerja mencari penghasilan…) apalagi sampai salah memberi resep…
Maka masyarakat lebih utama untuk marah kepada ustadz yang materialistis (yang memasang tarif, apalagi tarif yang tinggi…!!!), apalagi sampai berfatwa menyesatkan umat atau membela firqoh sesat…!!

Tentunya seorang dai/ustadz yang telah berusaha dan berijtihad lantas salah dalam fatwanya, maka ustadz seperti seharusnya dimaafkan oleh masyarakat. Maka demikian p**a seorang dokter yang sudah berusaha menganalisa penyakit, bahkan mungkin bermusyawarah dengan para dokter yang lain, kemudian ternyata salah memberi resep atau salah mengambil tindakan, maka dokter ini bukan hanya dimaafkan akan tetapi juga dihargai atas usahanya, sebagaimana ustadz yang salah berfatwa namun dibangun diatas ijtihad dan usaha, maka ia mendapatkan satu pahala. Jika Ustadz tidak ada yang maksum, maka terlebih lagi dokter tidak ada yang analisanya selalu tepat dan benar !!!, Apalagi kesembuhan hanya dari Allah…sebagaimana hidayah hanya milikNya…

From Ustadz Firanda

24/11/2013

Agar TIDUR Anda… menjadi PELEBUR DOSA

Tidak kita pungkiri… Berapa banyaknya dosa kita jalani.
Baik dosa yang disengaja… Maupun yang tidak disengaja.
Cobalah kita renungi dengan jujur… Berapa dosa dari bangun hingga kita tidur.
Dari dosa pikiran, mata, dan telinga… Begitu p**a mulut, hati, tangan, kaki, dan yang lainnya.
Bisa jadi dosa karena bermaksiat kepadaNya… Bisa jadi dosa tidak atau kurang mensyukuri nikmatNya.
Oleh karenanya kita harus banyak memita… Agar kita mendapatkan banyak ampunan dariNya.
Jangan lupa untuk berwudu sebelum tidur… Semoga dosa-dosa kita menjadi lebur.

Nabi kita -shollallohu alaihi wasallam- telah bersabda:

طَهِّرُوا هَذِهِ الأَجْسَادَ طَهَّرَكُمُ اللَّهُ فَإِنَّهُ لَيْسَ عَبْدٌ يَبِيتُ طَاهِرًا إِلا بَاتَ مَلَكٌ فِي شِعَارِهِ لا يَنْقَلِب سَاعَةً مِنَ اللَّيْلِ إِلا قَالَ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا

Sucikanlah jasad-jasad ini, semoga Allah mensucikan kalian, karena tidaklah seorang hamba tidur malam dalam keadaan suci, melainkan bermalam p**a seorang MALAIKAT di sisi pakaiannya, ia tidaklah membolak-balikkan badannya sesaat di malam hari, melainkan malaikat itu mengatakan:

"Ya Allah, AMPUNILAH hambaMu (ini), karena ia tidur malam dalam keadaan SUCI".

(HR. Thobaroni, dan dihasankan oleh Al-Haitsami dan Syeikh Albani).

by ust musyaffa ad darini via pege ustadzaris.com

23/11/2013

BELAJAR DARI JAM DINDING

Dilihat orang atau tidak, ia tetap berdenting.
Dihargai orang atau tidak, ia tetap berputar.

Walau tak seorangpun mengucapkan terima kasih,
ia tetap Bekerja.
Setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik.

Hidup ini banyak pilihan namun Hidup ini pun sangat singkat...
Maka segera tentukan dan pilihlah prioritas hidup kita.

Jangan sia-siakan hidup kita
agar hidup kita lebih bermanfaat bagi orang lain.

Dan teruslah berbuat baik kepada sesama
meskipun perbuatan baik kita tidak dinilai dan diperhatikan oleh orang lain.

Ibarat Jam Dinding yang terus bekerja,
walaupun tak dilihat namun senantiasa memberi manfaat bagi orang sekitarnya..

by ust Hizbul Majid al Jawi

Address

Yogyakarta City

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Al Hija-iy posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Al Hija-iy:

Shortcuts

Share