Wingman

Wingman Feromon Ultra Premium Wingman®

Pheromones Usage TipsBuy your pheromones unscented and then cover them with a good designer cologne. This way you’ll get...
23/11/2014

Pheromones Usage Tips

Buy your pheromones unscented and then cover them with a good designer cologne. This way you’ll get the attractant power of pheromones and the good smell of the cologne. It’s a double win.

Apply the pheromones on the pulse points of your neck and wrists. These points are very warm and speed the release process of the pheromones.

Let the pheromones dry down on your skin before applying cologne on top of them.

Don’t spray pheromone on your clothes. You may get them stained, make them smell bad or build up pheromone residue if you don’t wash them every time.

Wash the application points on your skin with warm water and soap after every application. Otherwise you risk pheromone build up which may cause wearing too much pheromones and getting negative effects.

Start with small amounts. Human pheromones are very potent and in a lot of cases smaller applications give better results. Start with only one spray of the product that you’ve chosen.

Experiment with different application amounts in different social sittings. This way you’ll better understand how pheromones work what amounts work best for you.

Observe all the indicators of interest you receive from others. Some example indicators of interest are: more eye contact, more smiles, increased conversations, compliments, proximity, inviting language, touching.

Www.wingmanasia.com

Parfume pheromone terbaik Indonesia

Element X™ (d/a Wingman® Element X) merupakan best seller produk feromon di Indonesia yang terjual RATUSAN BOTOL per bul...
20/09/2014

Element X™ (d/a Wingman® Element X) merupakan best seller produk feromon di Indonesia yang terjual RATUSAN BOTOL per bulannya! Rahasianya? Simpel, Element X memberikan HASIL NYATA dalam membantu memperlancar hubungan asmara para penggunanya. Silakan cek sendiri berbagai kesaksian pelanggan yang ada pada halaman TESTIMONIALS. Sebagian besar testimonial didominasi oleh kesaksian pelanggan mengenai Element X.

Aroma Element X mirip seperti parfum Polo Sport, sangat maskulin dan tahan lama. Element X mengandung dosis ekstrim 3X LIPAT dari Androstadienol, Androstenol-alfa, dan Androstenol-beta. Element X juga mengandung dosis GANDA dari Androstadienon, Androstanon, Androstenon, dan Epiandrosteron. Dosis ekstrim tersebut membuat efek feromon semakin besar, ditambah kopulin yang akan membuat penggunanya semakin dikejar-kejar oleh wanita.

Dengan menggunakan Element X, anda akan merasa menjadi lebih humoris dan suasana hati (mood) anda menjadi lebih baik. Selain itu, efek sosial yang timbul dengan menggunakan Element X antara lain:

Menunjukkan dominasi sosial
Mendapatkan respek dari orang lain
Memancarkan aura pria-alfa dari masyarakat kalangan atas
Mengurangi bahkan menghilangkan hambatan dalam pergaulan maupun asmara

Spesifikasi Teknis
Efek Sosial Dominasi sosial, respek, memancarkan aura masyarakat kalangan atas, mengurangi hambatan dalam bergaul, memperlancar hubungan asmara, dan meruntuhkan tembok penghalang hubungan asmara
Efek ke Pemakai Rasa humor dan peningkatan suasana hati (mood)
Kadar Feromon 240,5 mcg/semprotan
Dosis Efektif 2-3 semprotan
Durasi Efektif 8-10 jam
Aroma Mirip Polo Sport
Keterangan Feromon BEST SELLER #1 di Indonesia! Efeknya DAHSYAT & aromanya MANTAP! Cek sendiri testimoni para pengguna di halaman TESTIMONIAL. :)
Komposisi Feromon
Total Feromone 9 + Oksitosin & Kopulin
ANDROSTADIENOL DOSIS 3X LIPAT
ANDROSTADIENON Dosis GANDA (2X)
ANDROSTANON Dosis GANDA (2X)
ANDROSTENOL ALFA DOSIS 3X LIPAT
ANDROSTENOL BETA DOSIS 3X LIPAT
ANDROSTENON Dosis GANDA (2X)
ANDROSTERON
EPIANDROSTERON Dosis GANDA (2X)
ESTRATETRAENOL
KOPULIN
OKSITOSIN

http://wingmanasia.com/wingman-extreme-pheromones/element-x

Pengertian PheromonePernahkah anda bertemu dengan seseorang yang memberikan rasa aman dan nyaman ketika keberadaan dirin...
17/09/2014

Pengertian Pheromone

Pernahkah anda bertemu dengan seseorang yang memberikan rasa aman dan nyaman ketika keberadaan dirinya berada ditengah-tengah anda. Dimana dengan berada dekat dengannya kita juga merasakan ketertarikan, kalau dirasa-rasa hanya dirinya yang menjadi pusat perhatian kita, walaupun mungkin secara rasional ada banyak orang lain lebih dari dirinya entah itu lebih cantik, lebih ganteng, lebih wangi dan lebih bersih??? Atau mungkin anda adalah seseorang yang cenderung digemari oleh lawan jenis anda secara berlebihan, misalkan di “tembak” berkali-kali, atau memiliki pemuja tetap padahal anda tahu bahwa anda bukanlah artis, rockstar, model ataupun pemain sinetron, tapi banyak orang-orang yang tergila-gila terhadap anda setelah mengenal anda...???

Kepribadian yang menarik serta sikap baik hati yang dilandasi ketulusan terhadap orang lain pastilah disukai oleh setiap orang, ramah tamah, tata krama yang nampak dan juga perhatian khas serta kharisma yang dihasilkan oleh individu merupakan daya tarik yang ampuh bagi individu dalam menghadapi lingkungan sosial dan juga dalam hal pencarian pasangan. Namun adakah hal lain yang menyebabkan seseorang tertarik terhadap orang lain...???

Pheromone adalah jawabannya, zat Pheromone yang berasal dari dalam tubuh, dihasilkan secara alamiah dan ditujukan kepada spesies yang sama, ya, zat pemikat alami, begitulah tanggapan yang melekat pada zat yang satu ini. Pheromone merupakan senyawa kimia alami yang ditemukan pada setiap serangga, hewan dan manusia. Secara alami zat ini memang dihasilkan oleh tubuh, baik itu laki-laki ataupun perempuan. Pada manusia konsentrasi pheromone paling tinggi di temukan di daerah bawah pinggang dan juga daerah ketiak, bercampur bersama keringat dan distribusikan oleh udara kepada orang-orang disekitar anda, yang dengan kata lain pheromone terletak pada bau badan alami manusia (odor). Ketika pheromone tersebar diudara dan terhirup oleh lawan jenis maka akan mempengaruhi perilaku seksual dan juga menarik perhatian lawan jenis. Oleh karena itu ketika kita berada disekitar orang yang memiliki konsentrasi pheromone yang tinggi maka Vomeronasal Organ (VNO), merupakan perangkat alami manusia untuk mendeteksi pheromone, yang terletak pada belakang lubang hidung, akan mendeteksi dan memberikan rangsangan kepada otak untuk terpikat atau tertarik kepada si penghasil pheromone.

Pheromone diperkenalkan pertama kali oleh Peter Karlson dan Martin Lüscher pada tahun 1959 dalam penelitiannya mengenai zat kimia alami yang dihasilkan oleh ulat sutra betina dalam menarik perhatian dan simpati lawan jenisnya. Dari titik awal ini maka para ilmuwan mencari apakah ada penggunaan pheromone dalam interaksi sosial manusia, didapati manusia juga memiliki odor natural yang berfungsi sama. Dalam suatu studi terhadap manusia menunjukkan bahwa individu dapat mengasosiasikan isyarat bau badan dengan sistem imun yang berguna untuk memilih pasangan yang tidak memiliki hubungan dekat dengan dirinya. Dengan menggunakan teknik pencitraan otak, pelaku riset asal Swedia menunjukkan bahwa otak pada pria homoseksual dan pria heteroseksual memberikan respon yang berbeda terhadap dua jenis bau badan yang disamarkan dalam membangkitkan aktifitas seksual, dan pada pria homoseksual itu menunjukkan respon yang sama dengan wanita heteroseksual. Studi diperluas dengan menyertakan wanita homoseksual dan hasilnya sesuai dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya, wanita homoseksual tidak memberikan respon terhadap bau badan pria, melainkan respon mereka terhadap bau badan wanita serupa dengan pria heteroseksual.

Dari hasil penelitian yang dikembangkan maka dengan mengandalkan kepandaiannya, manusia kini mampu menghadirkan pheromone kedalam bentuk wewangian atau perfume dengan membubuhinya dengan pheromone buatan atau alamiah dari luar tubuh dengan teknologi . Dengan konsentrasi yang lebih tinggi dan menjadikan setiap pemakainnya seorang yang memiliki daya tarik yang tinggi. Mungkin cinta bukan berasal dari pandangan pertama tetapi dari hendusan bau badan pertama.

www.wingmanasia.com

By Zoe Fu, University of Texas at San AntonioFacial hair is a symbol of virility and wisdom (not to mention a wonderful ...
17/09/2014

By Zoe Fu, University of Texas at San Antonio

Facial hair is a symbol of virility and wisdom (not to mention a wonderful enhancement to a male body). But that doesn't mean a man who suffers from boy face—meaning, he can't cultivate a beard—isn't wise or manly. So why can't some men grow facial hair?

The diversity of facial hair growth depends on genetics. Men start to develop facial hair—which is regulated by testosterone—during their pubescent stage, and it doesn't fully mature until they reach their early twenties. The interaction between testosterone and the hair that already exists causes it to grow thicker and darker.

You might think men who can grow a beard have a higher testosterone level, but in reality, most men have about the same level of testosterone. And that's where genetics come in: How one's body responds to testosterone results in how one's facial hair grows. Being highly sensitive to testosterone means more facial hair. On the down side, it attributes to baldness. So for those who have boy face, don't fret! You're safe from baldness later in life! For the time being, a glue-on beard might just do the trick.

Www.wingmanasia.com

04/09/2014

Sering banget ya kita mendengar teman atau seseorang yang mengatakan "belom ada chemistry-nya" tentang seseorang atau pasangannya. Sebenernya bener gak sih istilah ini dipake???

Sebenernya itu semua bener kok...karena ternyata ada suatu zat yang bekerja saat kita melakukan kontak dengan manusia lain gak mesti lawan jenis juga sih kayaknya...

Nah...Buat postingan kali ini aku mau bahas tentang suatu zat yang mengambil peranan penting dalam kehidupan kita. Dimana sih sebenernya letak pentingnya?

Kita perlu tau alesan apa yang bikin kita bisa tertarik sama seseorang. Kalo kalian pernah denger yang namanya pheromone. Nah zat kimia inilah yang ternyata berperan penting dengan timbulnya daya tarik antara pria dan wanita. Kalo yang udah belajar sistem intelijen khusunya tentang algoritma ant colony optimization mungkin pikiranya langsung membayangkan pheromone sebagai zat yang membantu semut untuk berkomunikasi dengan colony-nya dalam mencari jalur terpendek menuju makanannya.

Tapi jangan salah...pheromone ini juga ternyata dihasilkan oleh manusia tepatnya oleh kelenjar endokrin. Kelenjar ini terletak di ketiak, wajah, kulit dan kemaluan. dan biasanya mulai aktif dihasilkan ketika kita menginjak usia yang cukup. Zat feromon paling sering dikeluarkan oleh tubuh saat tubuh berkeringat dan juga dapat tertahan di dalam pakaian. Tapi ini bukan berarti bahwa kalo kita ingin menarik lawan jenis tinggal suruh dia cium bau keringet kita. Bisa-bisa yang ada...dia malah kabur duluan...

Nah sebenernya cara kerja pheromone itu seperti apa sih...Yuk kita bahas!!!
Layaknya inisiator dalam reaksi kimia, pheromone bisa menimbulkan rasa tertarik kepada lawan jenis baik itu secara seksual ataupun tidak. Proses kerja feromon biasanya dimulai dari kontak mata, jika kontak mata terjadi maka senyawa feromon akan tercium oleh organ tubuh manusia yang sensisitif yaitu Vomerosonal Organ (VNO). Makanya kalo yang pengen bikin seseorang tertarik bisa dicoba dengan kontak mata terlebih dahulu...
VMO ini terdapat di dalam lubang hidung dan terhubung ke dalam otak melalui jaringan syaraf. Letak VNO bisa diliat di gambar berikut.

Setiap kali pheromone berhembus dari tubuh maka pheromoe ini akan tercium oleh VNO dan akan diteruskan ke daerah hipotalamus yang juga mengatur emosi manusia. Dan setelah menerima ransangan, otak akan memberi respon balik dan akan mempengaruhi kondisi psikologis tubuh misalnya akan terjadi perubahan detak jantung, nafas yang menjadi tidak beraturan, suhu tubuh meningkat, keringat, dan lain-lain.

Setelah pheromone bertindak sebagai inisiator, maka selanjutnya hipotalamus akan merangsang pembentukan senyawa kimia lain yaitu senyawa phenyletilamine (PEA), dopamine, nenopinephrine, senyawa endropin, dan senyawa oksitosin.

Senyawa-senyawa inipun akan bertindak sesuai fungsinya masing-masing. Senyawa PEA, dopamine, dan nenopinephrine memberikan respon tersipu-sipu atau malu ketika berpandangan dengan orang yang dicintai. Senyawa Endropin akan menimbulkan perasaan aman, damai, dan tentram. Sedangkan senyawa oksitosin berperan dalam membuat rasa cinta itu rukun dan mesra diantara keduanya.

Efek pheromone dan senyawa lainnya ini bisa seperti efek narkoba. Senyawa-senyawa ini akan membuat seseorang kecanduan sehingga ingin melihat pasangannya atau orang idamannya sesering mungkin.

Perasaan jatuh cinta ini selang beberapa waktu akan menghilang sedikit demi sedikit. Hal ini disebabkan produksi senyawa tersebut tidak berlangsung terus menerus, kemampuan tubuh menghasilkan senyawa itu mulai berkurang setelah dua sampai empat tahun. Akibatnya, rasa tertarik pada seseorang pun mulai meluntur, terutama ketika tubuh tidak lagi memenuhi kebutuhan PEA. Pada saat rasa ketertarikan itu kian meluntur, maka otak akan tetap berusaha untuk memproduksi senyawa oksitosin selama kedua pasangan berusaha untuk saling menyayangi dan setia.

Jadi wajar aja kalo kadang kita cenderung mengalami perubahan perasaan terhadap pasangan kita setelah beberapa waktu. karena reaksi itulah yang sebenernya terjadi di dalam tubuh kita.

"Hanya dengan jumlah sekelumit dari bahan kimia yang ditemukan pada keringat manusia cukup untuk menaikkan level kortiso...
25/08/2014

"Hanya dengan jumlah sekelumit dari bahan kimia yang ditemukan pada keringat manusia cukup untuk menaikkan level kortisol, sebuah hormon yang berkaitan dengan kewaspadaan atau stress pada wanita heteroseksual, ungkap sebuah studi baru oleh para ilmuwan di Universitas California, Berkeley. Studi yang dilaporkan di Jurnal Neuroscience tersebut untuk pertama kalinya menyediakan bukti langsung bahwa manusia, mensekresikan sebuah aroma yang mempengaruhi fisiologi dari lawan jenis seperti halnya tikus, ngengat, dan kupu-kupu. "Ini pertama kalinya seseorang telah memperagakan bahwa perubahan level hormon pada wanita dapat dirangsang dengan mengendus sebuah senyawa tertentu yang terdapat pada keringat pria," bertolak belakang dengan peragaan yang memaparkan kimia tersebut pada bibir bagian atas, kata ketua studi, Claire Wyart, seorang post-doktoral di UC Berkeley. Kerja tim tersebut terinspirasi oleh studi sebelumnya oleh kolega Wyart, Noam Sobel, profesor psikologi di UC Berkeley dan direktur Program Riset Olfaktori Berkeley. Beliau menemukan bahwa androstadienon - sebuah senyawa yang ditemukan di keringat pria dan sebuah zat aditif pada parfum dan cologne - mengubah mood, gairah seksual, gairah psikologi, dan aktivasi otak pada wanita."

Namun, bertentangan dengan iklan perusahaan parfum, tidak ada bukti kuat bahwa manusia menanggapi bau androstadienon atau kimia lainnya dengan cara subliminal atau insting mirip dengan cara banyak mamalia dan bahkan serangga menanggapi feromon, kata Wyart. Meskipun beberapa manusia menunjukkan patch kecil di dalam hidung mereka menyerupai organ vomeronasal pada tikus yang mendeteksi feromon, tampaknya menjadi vestigial, tanpa koneksi saraf ke otak.

"Feromon adalah molekul kimia diungkapkan oleh spesies yang ditujukan untuk anggota lain dari spesies untuk mendorong perilaku stereotip atau perubahan hormonal," Wyart menjelaskan. "Banyak orang berpendapat bahwa feromon manusia tidak ada, karena manusia tidak menunjukkan perilaku stereotip. Meskipun demikian, sinyal kimia laki-laki ini, androstadienon, tidak menyebabkan hormonal serta perubahan fisiologis dan psikologis pada wanita. Studi kognitif Lebih perlu dilakukan untuk memahami bagaimana androstadienon mempengaruhi fungsi kognitif perempuan. "

Salah satu implikasi dari temuan ini adalah bahwa mungkin ada cara yang lebih baik untuk meningkatkan kadar kortisol pada pasien dengan penyakit seperti penyakit Addison, yang ditandai dengan kortisol rendah. Alih-alih memberikan hormon dalam bentuk pil, yang memiliki efek samping seperti bisul dan kenaikan berat badan, "mekanisme terapi yang potensial dimana hanya berbau bersama disintesis atau chemosignals manusia murni dapat digunakan untuk memodifikasi keseimbangan endokrin," tulis para penulis.

Keringat telah menjadi fokus utama penelitian tentang feromon manusia, dan pada kenyataannya, keringat ketiak pria telah terbukti untuk meningkatkan suasana hati perempuan dan mempengaruhi sekresi mereka hormon luteinizing, yang biasanya terlibat dalam merangsang ovulasi. Penelitian lain telah menunjukkan bahwa ketika keringat perempuan diterapkan pada bibir atas wanita lainnya, para perempuan merespon dengan menggeser siklus menstruasi mereka terhadap selaras dengan siklus wanita dari siapa keringat diperoleh.

Androstadienon, turunan dari testosteron yang ditemukan dalam konsentrasi tinggi dalam keringat pria, dan dalam semua cairan tubuh lainnya, telah mengumpulkan perhatian yang besar. Namun, meskipun efeknya pada suasana hati wanita, gairah dan otak aktivitas fisiologis menunjukkan bahwa bahan kimia tersebut adalah sinyal feromon seperti mungkin pada manusia, efeknya pada kadar hormon tidak diketahui.

Wyart dan Sobel berangkat untuk menguji apakah androstadienon mempengaruhi kadar hormon juga, dengan fokus pada hormon kortisol. Kortisol disekresikan oleh tubuh pada saat stres, priming tubuh untuk "melawan atau lari."

Dalam dua percobaan, total 48 perempuan sarjana di UC Berkeley diminta untuk mengambil 20 hirupan dari botol yang berisi androstadienon, yang samar-samar bau musky. Selama periode dua jam, para relawan disediakan lima sampel air liur yang tingkat kortisol ditentukan.

Dibandingkan dengan tanggapan mereka saat mengendus bau kontrol (ragi), para wanita yang mengendus androstadienon melaporkan suasana hati yang lebih baik dan gairah seksual secara signifikan lebih tinggi, sementara respon fisiologis mereka, termasuk tekanan darah, denyut jantung dan pernapasan, juga meningkat. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya.

Selain itu, bagaimanapun, para peneliti UC Berkeley menemukan bahwa tingkat kortisol meningkat dalam waktu sekitar 15 menit mengendus androstadienone, dan tetap meningkat selama lebih dari satu jam.

Wyart mencatat bahwa, meskipun ini adalah pertama kalinya komponen tertentu dari keringat laki-laki telah terbukti mempengaruhi hormon perempuan, konstituen lain dari keringat laki-laki cenderung memiliki efek yang sama. Pertanyaan yang tersisa: Mana yang lebih dulu - perubahan tingkat kortisol, yang dapat menyebabkan perubahan mood atau gairah; atau perubahan suasana hati yang meningkatkan kadar kortisol?

"Kami selanjutnya perlu melihat hormon lain yang dapat menjelaskan keragaman efek androstadienon pada gairah seksual dan suasana hati," katanya.

Rekan penulis laporan ini termasuk UC Berkeley mahasiswa Sarah Wilson, Jonathan Chen dan Andrew McClary; ilmuwan senior Rehan Khan; dan Dr Wallace Webster, seorang penduduk THT di Rumah Sakit Kaiser Permanente di Oakland, California. Pekerjaan itu disponsori oleh National Institute on Deafness dan Gangguan Menular lain dari National Institutes of Health, dan oleh Kantor Angkatan Darat Penelitian.

Www.wingmanasia.com

23/08/2014

MENGAPA PHEROMONE TAMBAHAN SAAT INI DIBUTUHKAN .??


Pheromone manusia memainkan peran dalam interaksi sosial kita dengan siapapun. Pheromone adalah bagian dari indikator sinyal penting yg mengkondisikan keadaan kesehatan n kesuburan kita. Sains telah membuktikan bahwa wanita tertarik pada aroma feromon dari pria yang sehat dan subur sebagai bagian dari insting alamiah mereka untuk berkembang biak dan menjaga kelestarian spesiesnya. Namun dalam kehidupan yg lebih modern seperti sekarang sangat mengganggu proses alami dalam mempertahankan tingkat kesehatan pheromone pada tubuh.
Hal sederhana seperti mandi setiap hari, mencuci pakaian kita, dan menggunakan deodoran. Hal tersebut ternyata mengaburkan aroma alami tubuh kita dari wanita yang ingin kita dekati. Terlebih, pola diet dan gaya hidup yang buruk, stress, jarang berolahraga dan kurang tidur dapat mengurangi keefektifan aroma feromon alami yang dihasilkan tubuh

Dengan menerapkan feromon manusia sintetis Secara tidak langsung anda akan dapat memperbaiki khas feromon alami Anda, dan dengan pheromone sintetic tadi pheromone alamiah tubuh anda akan meningkat dan jauh lebih kuat daripada feromon alami saat ini

Dengan demikian, menerapkan feromon tambahan untuk tubuh Anda menjadi penting dan logis. Terutama di kehidupan saat ini


Www.wingmanasia.com


Www.wingmanasia.c

Aktivitas otak dipengaruhi oleh sinyal kimia yang tidak terdeteksi sebagai bau,Para peneliti di University of Chicago te...
22/08/2014

Aktivitas otak dipengaruhi oleh sinyal kimia yang tidak terdeteksi sebagai bau,

Para peneliti di University of Chicago telah menemukan untuk pertama kalinya bahwa udara "chemosignals," zat terdeteksi sebagai bau, memiliki dampak terukur pada metabolisme otak, menurut sebuah laporan yang dirilis Rabu 25 Juli.

Sebuah tim ilmuwan yang dipimpin oleh Universitas Martha McClintock, salah satu ahli terkemuka bangsa pada chemosignals dan feromon, dan Suma Jacob, seorang peneliti Universitas, menemukan perbedaan yang nyata pada aktivitas otak antara perempuan terkena androstadienon steroid laki-laki diproduksi secara alami bila dibandingkan dengan sendiri ketika mereka tidak terkena substansi.

Sebuah scan otak perempuan setelah terpapar steroid menunjukkan peningkatan aktivitas di daerah yang terkait dengan bau serta daerah-daerah yang terkait dengan visi, perhatian dan emosi, para peneliti melaporkan dalam sebuah makalah, "Diterima Manusia Chemosignal Tanpa sadar Alters Fungsi Otak," yang diterbitkan dalam edisi terbaru jurnal NeuroReport

Androstadienon ditemukan dalam keringat, rambut tambahan, darah dan air mani. Ini adalah bahan yang umum digunakan dalam pembuatan parfum dan cologne.

Hasil studi University of Chicago menunjukkan bahwa chemosignals mungkin lebih berpengaruh daripada yang diperkirakan sebelumnya, kata McClintock, David Lee Shillinglaw Profesor Distinguished Service Psikologi di Universitas.

"Efek saraf luas senyawa ini membuka kemungkinan bahwa sinyal penciuman lainnya juga dapat memiliki dampak yang signifikan pada otak manusia secara keseluruhan, bahkan tanpa adanya deteksi sadar sebagai bau," tulisnya dengan empat rekan penulis di koran. Penulis utama adalah peneliti Universitas Suma Jacob. Penulis lainnya adalah Leann Kinnunen, seorang peneliti University; John Metz, Research Associate di Psikiatri di Universitas; dan Malcomb Cooper, Associate Professor Radiologi di Universitas.

Dalam karya sebelumnya, Jacob dan McClintock menetapkan bahwa moderat androstadienon suasana hati seorang wanita. Ketika perempuan terkena sejumlah kecil steroid, mereka mampu mempertahankan sikap positif bahkan setelah dua jam menyelesaikan kuesioner membosankan.

Dalam pekerjaan mereka saat ini, McClintock dan Jacob berusaha untuk mengambil penelitian ke langkah berikutnya untuk melihat bagaimana steroid mempengaruhi otak. Mereka menggunakan PET scan untuk peralatan menentukan area mana dari otak yang dipengaruhi oleh androstadienon tersebut.

Untuk percobaan, mereka mengatakan 10 wanita, berusia 20 sampai 35, bahwa mereka sedang melakukan studi yang berkaitan dengan penciuman, tetapi tidak menjelaskan bahwa mereka sedang mempelajari dampak steroid.

Para peneliti menempatkan jumlah menit androstadienon di propilen glikol. Mereka menggunakan jejak kecil minyak cengkeh dalam larutan untuk menutupi bau apapun mungkin. Mereka menguji setiap wanita dalam sesi terpisah dua hari terpisah dengan menggesekkan sampel larutan glikol cengkeh-propilena dengan androstadienon bawah hidung perempuan di satu tes dan sampel dari larutan yang sama tanpa steroid lain.

Untuk menghindari wanita menanggapi pengalaman emosional eksternal dan untuk menciptakan situasi pengujian serupa di dua hari tes, mereka memiliki wanita duduk di depan komputer dan melakukan sederhana, tugas nonstressful karena mereka menerima larutan glukosa intravena.

Para wanita kemudian berbaring dengan kepala mereka di perangkat cincin terbuka yang merupakan bagian dari peralatan PET, yang mengukur jumlah glukosa hanya digunakan oleh otak mereka. Peralatan tersebut menghasilkan grafik aktivitas otak yang disorot area mana dari otak menjadi lebih terlibat dan yang menjadi kurang aktif.

Scan menunjukkan bahwa sementara daerah otak yang berhubungan dengan pengolahan penciuman yang lebih terlibat ketika steroid hadir daerah lain berubah juga, termasuk daerah yang berhubungan dengan perhatian, emosi dan pengolahan visi.

"Selama PET neuroimaging, perhatian subyek terfokus pada tugas diskriminasi visual yang baru saja mereka dilakukan pada komputer. Efek kuat kami di daerah ini mendukung hipotesis bahwa androstadienon memodulasi perilaku yang sedang berlangsung, atau, lebih khusus, pengolahan tugas di tangan, "kata McClintock.

McClintock menambahkan bahwa penjelasan alternatif, seperti menarik, adalah kemungkinan bahwa steroid memainkan peran yang sebelumnya tidak diketahui dalam memproses informasi visual, sebagai daerah otak yang berhubungan dengan visi yang sangat aktif. Studi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan lebih tepat peran androstadienon pada fungsi otak, katanya.

22/08/2014

Sebuah gen yang bisa menjelaskan bagaimana manusia mengambil sinyal kimia yang disebut pheromone kuat mungkin telah menunjuk untuk pertama kalinya.
Penemuan ini menjanjikan untuk memberikan para ilmuwan pemahaman baru tentang naluri dasar tubuh kita..

Pheromone yang lebih dikenal untuk memicu respon fisik termasuk gairah seksual dan perilaku defensif sosial pada banyak spesies serangga, ikan dan hewan yang terlebih dahulu diuji

Ada telah lama menjadi spekulasi bahwa manusia juga dapat menggunakan bahan kimia ini untuk berkomunikasi dorongan naluriah.

Wanita yang tinggal bersama sering melakukan sinkronisasi siklus menstruasi mereka karena mereka mengeluarkan zat kimia berbau keringat ketiak.

Tapi sampai sekarang ilmuwan belum mampu menjelaskan bagaimana dan di mana dalam tubuh bahan kimia dijemput dan pesan mereka diteruskan ke otak.

Organ khusus

Banyak hewan, termasuk tikus, kelinci dan babi, memiliki organ khusus yang disebut organ vomeronasal (VNO).

Ini relay sinyal kimia langsung ke pusat-pusat paling primitif dari otak, merangsang reaksi naluriah.

Dalam embrio manusia organ ini ada tetapi mereka tampaknya tidak melakukan fungsi setelah kelahiran.

Sekarang, para ilmuwan di Universitas Rockefeller di New York dan Yale University di Connecticut percaya bahwa mereka telah menemukan sebuah gen yang dapat membuat reseptor feromon.

Sebuah reseptor merupakan area pada sel yang mengikat molekul tertentu.

Disebut V1RL1, gen menyerupai ada jenis lain dari gen mamalia dan dikenakan kemiripan yang kuat dengan pemikiran untuk membuat reseptor feromon pada tikus dan tikus.

"Orang-orang telah mengambil pendekatan anatomis untuk masalah ini di masa lalu. Ini adalah upaya pertama untuk melihat biologi molekuler," kata Dr Peter Mombaerts dari Rockefeller University di jurnal Nature Genetics.

Petunjuk kuno

Dr Mombaerts dan rekan-rekannya juga menemukan tujuh potongan DNA yang terkait harus menghasilkan protein tetapi tampaknya telah dimatikan pada tahap tertentu dalam evolusi mereka.

Mengapa "pseudogen" ada adalah sebuah misteri. Satu penjelasan yang mungkin bisa jadi bahwa dalam jauh manusia masa lalu evolusi mereka membuat lebih banyak menggunakan feromon daripada yang mereka lakukan sekarang.

Masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan untuk membuktikan V1RL1 adalah gen dan tidak membuat reseptor feromon.

Sebuah perusahaan bioteknologi yang disebut Senomyx di California adalah melihat bagaimana gen dapat bekerja dan aspek perilaku manusia dikendalikan oleh feromon.

Beberapa ahli etika khawatir penelitian dapat menyebabkan penyalahgunaan feromon. Hati-hati ditargetkan feromon buatan bisa disalahgunakan untuk memodifikasi perilaku manusia dalam iklan, politik dan bahkan perang.

21/08/2014

BERKELEY - Hanya beberapa sekelompok kimia yang ditemukan dalam keringat pria sudah cukup untuk meningkatkan kadar kortisol, hormon yang umumnya terkait dengan rasa nyaman atau stres, pada wanita heteroseksual, menurut sebuah studi baru oleh University of California, Berkeley, ilmuwan.

Penelitian yang dilaporkan minggu ini dalam The Journal of Neuroscience, memberikan bukti langsung pertama bahwa manusia, seperti tikus, ngengat dan kupu-kupu, mengeluarkan aroma yang mempengaruhi fisiologi dari lawan jenis.

"Ini adalah pertama kalinya seseorang telah menunjukkan bahwa perubahan dalam kadar hormon wanita yang disebabkan oleh mengendus senyawa diidentifikasi dari keringat laki-laki," sebagai lawan menerapkan bahan kimia untuk bibir atas, kata pemimpin penelitian Claire Wyart, seorang rekan post-doktoral di UC Berkeley.

Pekerjaan tim ini terinspirasi oleh penelitian sebelumnya oleh rekan Wyart Noam Sobel, profesor psikologi di UC Berkeley dan direktur Berkeley Olfactory Research Program. Ia menemukan bahwa androstadienon kimia - senyawa yang ditemukan dalam keringat pria dan aditif dalam parfum dan cologne - mengubah suasana hati, gairah seksual, gairah fisiologis dan aktivasi otak pada wanita.

Namun, bertentangan dengan iklan perusahaan parfum, tidak ada bukti kuat bahwa manusia menanggapi bau androstadienon atau bahan kimia lain dengan cara subliminal atau insting mirip dengan cara banyak mamalia dan bahkan serangga merespon feromon, kata Wyart. Meskipun beberapa manusia menunjukkan patch kecil di dalam hidung mereka menyerupai organ vomeronasal pada tikus yang mendeteksi feromon, tampaknya menjadi vestigial, tanpa sambungan saraf ke otak.

"Feromon adalah molekul kimia diungkapkan oleh spesies yang ditujukan untuk anggota lain dari spesies untuk mendorong perilaku stereotip atau perubahan hormonal," jelas Wyart. "Banyak orang berpendapat bahwa feromon manusia tidak ada, karena manusia tidak menunjukkan perilaku stereotip. Meskipun demikian, sinyal kimia ini laki-laki, androstadienone, tidak menyebabkan hormonal serta perubahan fisiologis dan psikologis pada wanita. Studi kognitif Lebih perlu dilakukan untuk memahami bagaimana androstadienon mempengaruhi fungsi kognitif perempuan. "

Salah satu implikasi dari temuan ini adalah bahwa mungkin ada cara yang lebih baik untuk meningkatkan kadar kortisol pada pasien dengan penyakit seperti penyakit Addison, yang ditandai dengan kortisol rendah. Alih-alih memberikan hormon dalam bentuk pil, yang memiliki efek samping seperti bisul dan kenaikan berat badan, "mekanisme terapi yang potensial dimana hanya berbau bersama disintesis atau chemosignals manusia dimurnikan dapat digunakan untuk memodifikasi keseimbangan endokrin," tulis para penulis.

Keringat telah menjadi fokus utama penelitian tentang feromon manusia, dan pada kenyataannya, keringat ketiak laki-laki telah terbukti untuk meningkatkan suasana hati perempuan dan mempengaruhi sekresi hormon luteinizing mereka, yang biasanya terlibat dalam merangsang ovulasi. Penelitian lain telah menunjukkan bahwa ketika keringat perempuan diterapkan pada bibir atas wanita lainnya, para perempuan merespon dengan menggeser siklus menstruasi mereka terhadap selaras dengan siklus wanita dari siapa keringat diperoleh.

Androstadienon, turunan dari testosteron yang ditemukan dalam konsentrasi tinggi dalam keringat laki-laki, dan dalam semua cairan tubuh lainnya, telah mengumpulkan perhatian yang besar. Namun, meskipun efeknya pada suasana hati seorang wanita, gairah fisiologis dan aktivitas otak menunjukkan bahwa bahan kimia tersebut adalah sinyal feromon seperti mungkin pada manusia, efeknya terhadap kadar hormon tidak diketahui.

Wyart dan Sobel berangkat untuk menguji apakah androstadienon mempengaruhi kadar hormon juga, berfokus pada hormon kortisol. Cortisol disekresikan oleh tubuh pada saat stres, priming tubuh untuk "melawan atau lari."

Dalam dua uji coba, total 48 wanita sarjana di UC Berkeley diminta untuk mengambil 20 hirupan dari botol yang berisi androstadienone, yang samar-samar bau musky. Selama periode dua jam, para relawan diberikan lima sampel air liur dari mana tingkat kortisol ditentukan.

Dibandingkan dengan tanggapan mereka saat mengendus bau kontrol (ragi), perempuan yang mengendus androstadienon melaporkan suasana hati yang lebih baik dan gairah seksual secara signifikan lebih tinggi, sementara respon fisiologis mereka, termasuk tekanan darah, denyut jantung dan pernapasan, juga meningkat. Ini konsisten dengan penelitian sebelumnya.

Selain itu, bagaimanapun, para peneliti UC Berkeley menemukan bahwa tingkat kortisol meningkat dalam waktu sekitar 15 menit mengendus androstadienon, dan tetap meningkat selama lebih dari satu jam.

Wyart mencatat bahwa, meskipun ini adalah pertama kalinya komponen tertentu dari keringat laki-laki telah terbukti mempengaruhi hormon perempuan, unsur-unsur lain dari keringat laki-laki cenderung memiliki efek yang sama. Pertanyaan yang tersisa: Yang datang pertama - perubahan tingkat kortisol, yang dapat menyebabkan perubahan mood atau gairah, atau perubahan suasana hati yang meningkatkan kadar kortisol?

"Kami selanjutnya perlu melihat hormon lain yang dapat menjelaskan keragaman efek androstadienon pada gairah seksual dan suasana hati," katanya.

Rekan penulis dari laporan ini termasuk UC Berkeley pasca sarjana Sarah Wilson, Jonathan Chen dan Andrew McClary, ilmuwan senior Rehan Khan, dan Dr Wallace Webster, seorang penduduk THT di Rumah Sakit Kaiser Permanente di Oakland, California Pekerjaan itu disponsori oleh National Institute on Deafness dan Gangguan menular lain dari National Institutes of Health, dan oleh Kantor Angkatan Darat Research.

Address

Yogyakarta City
55555

Opening Hours

Monday 07:00 - 22:00
Tuesday 07:00 - 22:00
Wednesday 07:00 - 22:00
Thursday 07:00 - 22:00
Friday 07:00 - 22:00
Saturday 07:00 - 22:00
Sunday 07:00 - 22:00

Telephone

+6285238859339

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Wingman posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Wingman:

Share