24/02/2023
Berkali-kali Hatya mengambil nafas dalam-dalam ketika mengingat kembali saat-saat terakhir yang mereka habiskan bersama. Senyum lembut Adi, tatapan matanya yang dalam, dan ketenangan yang ia rasakan di samping sang pujaan hati. Semua itu membawanya pada satu harapan yang sama, harapan untuk menunggu jawaban cinta dari Adi, yang kini sedang mengembara jauh.
Sudah enam bulan berlalu sejak ia pergi, dan Hatya masih menunggu kabar darinya dengan setia. Ia tak pernah mengirim pesan terlalu banyak, tak ingin terlihat terlalu menggangu Adi dalam kegiatannya. Namun, ketiadaan kabar darinya semakin menambah ketidakpastian Hatya.
Hatya masih terus menunggu, meskipun hatinya sudah begitu rapuh dan mulai takut jika tidak ada kabar lagi dari Adi. Ia masih merindukan suara Adi dan kehangatan yang ia rasakan ketika bersama sang pujaan hati. Namun, semuanya terasa begitu jauh sekarang.
Waktu terus berjalan, dan rindu yang ia rasakan semakin dalam. Ia merasa seperti menunggu di tengah-tengah samudra yang gelap, tidak tahu kapan kapalnya akan datang dan takut jika kapal itu tidak pernah datang sama sekali. Ia merasa begitu lelah menunggu, namun keteguhan hatinya masih mengarahkannya pada satu harapan: Adi akan kembali dan menjawab cintanya.
Saat itulah, Hatya merenung dalam-dalam tentang arti menunggu. Ia merenung tentang kesetiaan, keteguhan hati, dan keberanian untuk terus menanti. Kini, menunggu itu menjadi bagian dari dirinya, menjadi bagian dari kisah cinta yang ia jalani bersama Adi.
Tiba-tiba, ponselnya berdering. Hatya terkejut dan takut ketika melihat nomor yang tidak dikenal. Namun, ketika ia menjawab panggilan itu, ia mendengar suara yang sudah sangat ia rindukan: suara Adi.
"Maaf, aku sudah terlalu lama menghilang. Namun, aku selalu merindukanmu dan tak pernah lupa tentangmu. Apakah kamu masih menungguku?"
Hatya merasa jantungnya berdebar kencang ketika mendengar kata-kata itu. Semua penantian, semua kerinduan, dan semua keteguhan hatinya terbayar lunas. Ia menangis bahagia, menangis karena rasa syukur dan bahagia yang meluap dalam hatinya.
"Ya, aku masih menunggumu. Dan aku akan selalu menunggumu, Adi."