Amor Buku

Amor Buku Begitu Anda membeli buku-buku​ di Amor Buku, lalu membaca buku-buku itu. Maka, beberapa bagian buku itu akan selalu bersama Anda.

Pengarang :  Jalaluddin RumiPenerbit :  DIVA PressISBN :  9786027696259Terbitan :  April 2017Halaman :  327 hlmUkuran : ...
04/08/2017

Pengarang : Jalaluddin Rumi
Penerbit : DIVA Press
ISBN : 9786027696259
Terbitan : April 2017
Halaman : 327 hlm
Ukuran : 14 x 20 cm

SINOPSIS:

Dan ketika Waktu telah kehilangan waktu, dan Maqam kesucian telah dicapai oleh seseorang.

Dan udara kehidupan duniawi di hadapan Simurgh Ruhani telah terbang lenyap dan kemurahan serta kasih sayang Tuhan benar-benar dilimpahkan

Setiap ruang dari tujuan penerbangannya akan menjadi lebih luas dari cakrawala dunia ini, lebih luas lagi dari harapan dan hasrat yang meluap-luap dari kerinduan seorang pencinta. *

Masnawi, kitab yang dikerjakan setelah 12 tahun sejak dituturkan oleh JalaluddinRumi kepada Husamuddin, dianggap sebagai karya sufi terbesar sepanjang zaman. Nilai didaktik dan sastranya mengagumkan. Rumi menguraikan, dalam buku ini, suatu keluasan dari semangat keruhanian dan perjalanan manusia menuju dunia dan dari dunia menuju kebenaran hakiki.

Abdul Hadi W.M.

Harga 75 ribu

Minat DM ya...

Perang fatamorgana dalam novel Asmaraloka ini adalah sebuah rekayasa perang antarsuku-agama-ras-antargolongan. Sehingga ...
04/08/2017

Perang fatamorgana dalam novel Asmaraloka ini adalah sebuah rekayasa perang antarsuku-agama-ras-antargolongan. Sehingga perang ini menjadi komoditas, persis pertandingan sepak bola. Setiap orang bisa ikut berperang atau sekadar menonton. Orang lalu piknik perang, menonton perang di garis depan. Tak ketinggalan siaran pandangan mata oleh para wartawan perang sehingga yang tewas tidak hanya yang di medan perang, juga penonton televisi di rumah karena serangan jantung. Dari gaya perang macam ini, yang sudah berlangsung puluhan tahun, jangan-jangan sudah seratus tahun, lahir peradaban baru.

Asmaraloka| Danarto| Diva Press Yogyakarta| 360 Halaman| Rp. 78 ribu

Sosok Carl G. Jung merupakan pakar psikologi yang amat penting dalam jagat psikoanalisis, selain Sigmund Freud fan Alfre...
31/07/2017

Sosok Carl G. Jung merupakan pakar psikologi yang amat penting dalam jagat psikoanalisis, selain Sigmund Freud fan Alfred Adler. Menyinggung khazanah pemikiran psikologi, termasuk korelasinya dengan agama, niscaya takkan bisa dilepaskan dari kiprahnya.

Jung menyatakan bahwa simbol-simbol religius yang mendasar (arketip-arketip) sudah secara otomatis terkandung dalam jiwa manusia. Semua manusia pada dasarnya mengandung ‘ketidaksadaran kolektif’ perihal jagat spiritual, asketisme, dan religiusitas itu. Simbol-simbol macam bintang, matahari, air, hingga angka-angka, dalam kehidupan manusia primitif sekalipun, mencerminkan keberadaan religiusitas itu. Itulah sebabnya, secara sederhana, dapat disebutkan bahwa manusia adalah mahkluk religius aslinya.
Dalam perjalanannya, simbol-simbol religius itu mengalami perkembangan yang berkait dengan khazanah antropologis setiap manusia. Agama, sebutlah demikian, secara otomatis tak terpisahkan dari struktur suatu budaya. Simbol-simbol mengejawantah secara koheren di dalamnya, bersatu padu antara agama dan budayanya.

Bagaimana dimensi psikologi manusia ini bekerja sekaligus mempengaruhi bentuk agama dan budayanya. Bagaimana dimensi psikologi manusia ini bekerja sekaligus mempengaruhi bentuk agama dan budayanya? Bagaimana Jung sampai dikenal luas sebagai pemikir brilian dalam konstelasi tersebut?
Buku ini sangat penting untuk Anda baca.

Psikologi dan Agama| Carl G. Jung| Ircisod| 235 Halaman| Rp. 58 ribu

Dalam beberapa hal, Tuhan sama sekali tak terjangkau rasio manusia, yakni saat Dia tertransenden dari segala bentuk desk...
30/07/2017

Dalam beberapa hal, Tuhan sama sekali tak terjangkau rasio manusia, yakni saat Dia tertransenden dari segala bentuk deskripsi.
- Huston Smith

Ironisnya, setelah menggali tradisi mistik dari arus utama kebudayaan dan menyatakannya tidak relevan dengan zaman ini, kita semua merasa hampa tanpa kehadiran hal-hal yang mistik.
- David Maybury-Lewis

Kebenaran Yang Terlupakan Runtuhnya Berhala-Berhala Rasionalisme| Huston Smith| Labirin (BasaBasi Grup) | 328 hal| Rp 69.000

Apa itu jodoh? Barangkali kau sering bertanya-tanya tentangnya.Barangkali imajinasimu tentang belahan jiwa begitu sederh...
30/07/2017

Apa itu jodoh? Barangkali kau sering bertanya-tanya tentangnya.

Barangkali imajinasimu tentang belahan jiwa begitu sederhana: di tepi pantai, kau mengandaikan ada orang di seberang sana, yang tengah menunggumu untuk berlayar. Namun di saat yang sama, terkadang kau justru meragu, sehingga seringkali hanya bisa menunggu, mendambakan orang yang kau nantikan itu akan lebih dulu merakit sampannya, mengayun dayungnya, dan mengarahkan kompasnya untuk menjemputmu.

Tetapi laut, ombak, dan isinya selalu menjadi misteri yang tak terduga-duga, bukan? Orang yang kau sangka belahan jiwa sering kali hanyalah perantara, atau justru pengalih perhatian dari belahan jiwamu yang sesungguhnya.

Lalu, kepada siapakah seharusnya kita menambatkan sauh? Di manakah semestinya kita meninggalkan kompas? Kapankah kita perlu menantang nasib, garis tangan, dan rasi bintang?

Ini adalah kisah tentang seorang laki-laki dan perempuan, yang memutuskan untuk berlayar jauh sebelum mereka mengenal ketakutan; jauh sebelum mereka bisa membaca arah atau menebak cuaca; bahkan jauh sebelum mereka disibukkan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang waktu, takdir, cinta, dan jodoh itu sendiri.

Judul: Jodoh | Penulis: Fahd Pahdepie | Penerbit: Bentang Pustaka | Tebal: 256 hala. | Harga: Rp 54.000

Para penulis tak juga berhenti merangkai kata. Umberto Eco bahka menilai aktivitas menulis sebagai "kewajiban-politis"-n...
29/07/2017

Para penulis tak juga berhenti merangkai kata. Umberto Eco bahka menilai aktivitas menulis sebagai "kewajiban-politis"-nya. Jika tidak punya kendali atas otoritas politik, maka tuliskan keresahan itu bagi orang lain. Inilaha tugas yang sebenarya bagi para sarjana, juga warga negara lainnya, tutur Eco. Kita harus terus berpendapat karena kita wajib menyatakan sesuatu, dan buka dimestikan karena kita punya kepastian "ilmiah" yang tanpa boleh dibantah.

Bukan maksud para penulis di buku ini untuk menjadi yang paling tahu. Mereka sekedar memberitahu, sudah lama melalui karya mereka dan kini- dalam buku ini- melalui esai-esai mereka tentang dunia kepenulisan. Maka dari itulah, gatra-gatra tentang tulisan dalam kumpula esai ini pun hadir dengan beragam perspektif. Bahkan, latar belakang "disiplin kerja" mereka secara "ilmiah" pun beraneka.

Penulis: Albert Camus l Bertrand Russell l Jean-Paul Sartre l Jorge Luis Borges l Gabriel Garcia Marquez l Julio Cortazar l Mark Twain l Michael Foucoult dll.

Menulis Itu Indah| (Editor) Dewi Kharisma Michellia| Octopus Yogyakarta| 258 Halaman| Rp. 65 ribu

Aku dititipi perjuangan bersama engkau semua, anak-anak dan cucu-cucuku. Perjuangan yang meskipun engkau dikepung oleh k...
25/07/2017

Aku dititipi perjuangan bersama engkau semua, anak-anak dan cucu-cucuku. Perjuangan yang meskipun engkau dikepung oleh kegelapan, tapi engkau tetap sanggup menerbitkan cahaya dari dalam dirimu. Meskipun terbata-bata di jalanan yang sangat terjal, engkau tetap mampu menata kuda-kuda langkahmu sehingga keterjalan jalan itu bergabung ke dalam harmoni tangguhnya langkah-langkahmu.

Bahkan, sekalipun engkau ditimpa, ditindih, dihajar, dan seakan-akan dihancurkan oleh beribu beban dan permasalahan, engkau justru menjadi anak-anak cucu-cucuku yang mengubah jalanan itu menjadi rata bagi semua orang.

Melalui buku ini, kutitipkan hutan belantara pemikiranku kepadamu.

Emha Ainun Nadjib| Bentang Pustaka

Harga Daur I : 75 ribu
Harga Daur II : 74 ribu
Harga Daur III : 74 ribu
Harga Daur IV : 85 ribu

Pemesanan bisa melalui kolom komentar atau kotak pesan kami.

Novel ini seumpama bunga rampai permasalahan yang ada di dunia hukum, yang naasnya, terjadi di negeri mana pun. Itulah m...
22/06/2017

Novel ini seumpama bunga rampai permasalahan yang ada di dunia hukum, yang naasnya, terjadi di negeri mana pun. Itulah mengapa, karya sastra yang diterjemahkan langsung dari bahasa Jerman ini abadi dan tetap relevan hingga saat ini. Proses ini diterjemahkan langsung dari novel aslinya yang berbahasa Jerman. Ditulis oleh Franz Kafka pada kurun waktu 1914-1915, namun terbit untuk pertama kali tahun 1925.
Dengan sudut pandang orang ketiga, novel ini memulai ceritanya dengan suatu pagi yang tidak terduga, karena adanya Verhaftung atau penangkapan atas Josef K (selanjutnya lebih sering disebut K saja), seorang pegawai bank yang tinggal di sebuah apartemen dengan seorang induk semang bernama Frau Grubach yang menaruh hormat kepada K dan menjunjung kehormatan tempatnya, dan hal itu sedikit banyak menganggu K sebab akibat peristiwa itu mencederai 'kehormatan'.
Di awal cerita saja sudah banyak hal yang menyebalkan, tetapi itulah fakta dan realita yang terjadi. Paradoks yang memilukan. Dan proses pun benar-benar terjadi. Berlarut-larut. Makin lama makin rumit. Sulit dipercaya. Namun terhubung satu sama lainnya. Pengadilan. Ruang Sidang. Hakim. Pengusaha. Pengacara. Keluarga. Anak-anak. Perempuan. Pelukis. Pendeta. Semua hal yang tampil dalam Proses tidak hanya sekadar pelengkap dan jalan pembangun cerita, namun menjadi suatu gaya bahasa, tanda bagi dunia hukum pada kenyataannya. Itulah barangkali, karya sastra tidak hanya untuk dibaca, tetapi harus dibaca dengan benar-benar membacanya.

Proses| Franz Kafka| Gramedia Pustaka Utama| 251 Halaman| Rp. 60 ribu

Aku benar-benar tak sanggup menyaksikan anak-anak yang polos itu dirampas kebebasannya dalam menuntut ilmu. Sistem pendi...
22/06/2017

Aku benar-benar tak sanggup menyaksikan anak-anak yang polos itu dirampas kebebasannya dalam menuntut ilmu. Sistem pendidikan kolonial yang berdasarkan pada budaya Barat, jelas-jelas tidak sesuai dengan kodrat alam anak-anak Indonesia. Sistem pendidikan kolonial yang cenderung memaksa dan memberikan ancaman hukuman harus diganti dengan jalan memberikan kemerdekaan dan kebebasan berpikir yang seluas-luasanya kepada para peserta didik, dengan tetap memperhatikan tertib damainya hidup bermasyarakat.
Anak-anak Inlander itu harus digembleng dengan sistem pendidikan yang selaras dan sesuai dengan budaya kehidupan bangsa Indonesia. Jika pendidikan anak-anak tidak didasarkan pada semangat nasionalisme, otomatis anak-anak itu tidak akan pernah memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan negaranya. Tidak memiliki kepedulian untuk membela dan menjaga tanah airnya, tanah tumpah darahnya.
Aku yakin, jika anak-anak itu diberi pendidikan yang sesuai dengan karakter bangsanya sendiri, maka wawasan dan pengetahuan mereka akan semakin luas. Sehingga hal itu akan mendorong kesadaran anak-anak Inlander itu untuk mendapatkan kemerdekaan jiwa dan raganya. Pendidikan dalam pandanganku adalah ikhtiar untuk mengajak manusia menjadi pribadi yang mandiri. Tidak bergantung kepada orang lain, baik secara lahir maupun batin.”
Judul: Ki Hadjar: Sebuah Memoar | Penulis: Haidar Musyafa | Penerbit: Imania | Tebal: 558 hala. | Harga: IDR 98.500
Minat DM ya 😉

Setelah mendedikasikan dirinya untuk menjadi penulis, Haruki Murakami mulai giat berlari supaya tetap fit. Apa yang semu...
16/06/2017

Setelah mendedikasikan dirinya untuk menjadi penulis, Haruki Murakami mulai giat berlari supaya tetap fit. Apa yang semula hanya bertujuan sebagai olahraga berubah menjadi kegiatan yang membuatnya terobsesi. Saat berlari, ia tak hanya menemukan kebebasan namun juga pemikiran-pemikiran baru. Pada akhirnya, Murakami memutuskan untuk ikut dalam maraton di kota New York tahun 2005.
Tak hanya berlatih dan bersiap untuk mengikuti maraton saja, Murakami pun menuliskan pengalamannya tersebut. Hasilnya adalah memoar yang indah tentang obsesinya terhadap menulis dan berlari. Dan, siapa yang menyangka kalau menulis dan berlari punya banyak kesamaan.
What I Talk About when I Talk About Running adalah karya yang kaya, intim, jenaka, sekaligus filosofis dan mendalam. Haruki Murakami sendiri merupakan salah satu penulis terbaik dunia saat ini, yang telah berkali-kali meraih nominasi Penghargaan Nobel bidang Sastra.

What I Talk About when I Talk About Running| Haruki Murakami| Bentang Pustaka| 198 Halaman| Rp. 50 ribu

Entah kebetulan atau sebuah kecenderungan, dewan juri Cerpen Pilihan Kompas 2016 menemukan empat tema besar dalam 20 cer...
16/06/2017

Entah kebetulan atau sebuah kecenderungan, dewan juri Cerpen Pilihan Kompas 2016 menemukan empat tema besar dalam 20 cerpen yang lolos seleksi, sebagaimana kemudian dimuat dalam buku ini. Ke-20 cerpen itu dipilih dari seluruh cerpen yang pernah dimuat dalam Kompas Minggu sepanjang 2016.

Tema besar pertama adalah tentang kekejaman rezim dalam pergolakan politik. Tema kedua tentang relasi sosial yang tak setara. Akibat relasi seperti itu, bisa terjadi ketimpangan sosial dan kemiskinan dalam ruang-ruang ekonomi, tetapi juga bisa melahirkan upaya-upaya bertahan hidup dengan beragam cara.

Ketiga, relasi personal yang rumit melahirkan konflik-konflik tak terduga. Tema ini bisa saja masuk sebagai subtema dari tema kedua. Namun di tengah jalan, kisah-kisahnya memiliki cara yang spesifik di dalam menyelesaikan konflik.

Tema terakhir, keempat, adalah cerpen-cerpen yang menggarap tema tradisi dengan varian spiritualitas dan pengekangan. Tema ini umumnya digemari para pengarang Indonesia, lantaran relasinya yang amat dekat dengan realisme magis sebagaimana terjadi di Amerika Latin.

Sangat tidak terduga, sebaran tema-tema itu seperti tertata ke dalam masing-masing lima dari 20 cerpen “kontestan”. Kumpulan Cerita Pendek "Tanah Air"| Kompas| Rp. 68 ribu

Lakukan sesuatu yang benar, bukan yang mudah.
11/06/2017

Lakukan sesuatu yang benar, bukan yang mudah.

Address

Yogyakarta
Yogyakarta City
55713

Telephone

085712717575

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Amor Buku posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category