Basabasi Store

Basabasi Store Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Basabasi Store, Book shop, Jln. Wonocatur 300, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta City.

Tentang buku (slide 2)Pada tahun 1961, intelektual Perancis yang produktif Jean-Paul Sartre diundang untuk memberikan ce...
22/05/2024

Tentang buku (slide 2)

Pada tahun 1961, intelektual Perancis yang produktif Jean-Paul Sartre diundang untuk memberikan ceramah di Institut Gramsci di Roma. Hadir p**a beberapa pemikir Marxis terkemuka Italia, seperti Enzo Paci, Cesare Luporini, dan Galvano Della Volpe, yang kontribusinya terhadap diskusi panjang dan luar biasa dikumpulkan dalam buku ini. Sartre mengajukan pertanyaan “Apa itu subjektivitas?”—sebuah pertanyaan yang kini semakin penting dalam perdebatan kontemporer mengenai “subjek” dalam teori kritis. Karya ini diberi kata penutup oleh Fredric Jameson, yang memberikan argumen yang menarik tentang pentingnya filosofi Sartre.

*

Masalah kita di sini adalah subjektivitas dalam konteks filsafat Marxis. Tujuan saya adalah mengungkap dengan tepat apakah prinsip-prinsip dan kebenaran-kebenaran yang membentuk Marxisme memungkinkan adanya subjektivitas dan fungsinya, atau apakah mereka mereduksinya menjadi serangkaian fakta yang dapat diabaikan dalam studi dialektis tentang perkembangan manusia. Contohnya Lukács, saya berharap dapat meyakinkan Anda bahwa interpretasi yang salah dari teks-teks Marxis tertentu yang tidak diragukan lagi ambigu dapat memunculkan apa yang saya sebut “dialektika idealis (an idealist dialectics)”, yang dalam praktiknya mengabaikan subjek, dan menunjukkan bagaimana posisi seperti itu dapat merusak perkembangan studi Marxis.
Jean-Paul Sartre

Sekitar 3.000 orang berada di Meridian Hall di Toronto untuk mengikuti debat dua tokoh besar di era media sosial, Jordan...
12/05/2024

Sekitar 3.000 orang berada di Meridian Hall di Toronto untuk mengikuti debat dua tokoh besar di era media sosial, Jordan B. Peterson, seorang psikolog Kanada pengkritik Marxisme kultural, dan Slavoj Žižek, seorang Komunis dan Hegelian dari Slovenia. Topik debatnya adalah model politik-ekonomi mana yang memberikan peluang besar bagi kebahagiaan manusia: Kapitalisme atau Marxisme?

Peterson memberi pembacaan dan analisis kritis terhadap Manifesto Komunis. Dia menegaskan bahwa memandang sejarah hanya melalui kacamata perjuangan kelas adalah keliru. Tidak ada proletariat yang “baik” dan borjuis yang “buruk” secara mutlak. Politik identitas seperti itu punya kecenderungan manip**asi otoritarian. Peterson menyatakan bahwa meskipun kapitalisme menghasilkan ketidaksetaraan, ia tidaklah seperti sistem lain, karena ia juga menghasilkan kesejahteraan bagi banyak orang. Itu terlihat dalam data statistik tentang pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan di seluruh dunia, dan itu memberi peluang lebih besar untuk mencapai kebahagiaan.

Žižek membeberkan banyak isu, mulai dari liberalisme budaya, Nazisme, Bernie Sanders, Donald Trump, Fyodor Dostoevsky, dan xenophobia. Žižek setuju dengan analisis pembukaan Peterson. Namun, dia menyerukan regulasi dan pembatasan pasar kapitalisme untuk mengurangi risiko bencana alam dan sosial. Žižek juga kritis terhadap kaum liberal multikulturalis yang mewujudkan kebohongan politik identitas dan bahwa negara-negara Barat lebih baik memperbaiki situasi di negara asal imigran daripada menerima mereka.

Keterbukaan sikap Peterson dan Žižek dalam debat tersebut menjadi satu hal yang menarik. Identitas politik keduanya lebur ketika mereka sama-sama bicara soal kebahagiaan—harapan terbesar umat manusia.

Ditulis dalam bahasa Yunani oleh satu-satunya kaisar Romawi yang juga seorang filsuf, Meditasi menawarkan serangkaian re...
12/05/2024

Ditulis dalam bahasa Yunani oleh satu-satunya kaisar Romawi yang juga seorang filsuf, Meditasi menawarkan serangkaian refleksi dan latihan spiritual menantang yang dikembangkan ketika Marcus Aureluis berjuang untuk memahami dirinya sendiri dan alam semesta.

TERTARIK DENGAN BUKU INI, TULIS "MARCUS" DI KOLOM KOMENTAR

Putu Wijaya adalah seorang tukang cerita profesional dan ahli ngobrol yang piawai. Hampir semua yang kelihatan di mata a...
12/05/2024

Putu Wijaya adalah seorang tukang cerita profesional dan ahli ngobrol yang piawai. Hampir semua yang kelihatan di mata atau tersentuh kakinya dapat dijadikannya sebuah cerita atau obrolan yang memikat

GAJIMU MASIH ADA KOK 🗿
04/05/2024

GAJIMU MASIH ADA KOK 🗿

MENURUTMU SENI ITU APA?Bagi Tolstoy, seni Eropa sejak Renaisans bukanlah seni “sejati”, tetapi seni “palsu”, yang ditand...
30/04/2024

MENURUTMU SENI ITU APA?

Bagi Tolstoy, seni Eropa sejak Renaisans bukanlah seni “sejati”, tetapi seni “palsu”, yang ditandai dengan sikap sopan, penipuan, sensasional, dan terlalu intelektual. Beberapa master yang paling dihormati dalam kanon sejarah seni: Michelangelo, Shakespeare, Bach, Beethoven, Wagner, Baudelaire, Zola, dan banyak lainnya, diejeknya sebagai orang-orang yang tidak tulus, dekaden, dan maniak selangkangan. Bahkan konsep kecantikan diekspos sebagai obsesi manip**atif, penuh perhitungan, dan sesat dari kelas atas, yang sebagian besar dihasilkan dengan mengorbankan kelas pekerja.

Buku ini Tolstoy selesaikan dalam bahasa Rusia pada tahun 1897, tetapi terbit pertama kali dalam bahasa Inggris karena kesulitan melewati sensor Rusia.

Pengantar
Apakah Seni Itu? adalah salah satu karya terbaik Leo Tolstoy, seorang sastrawan Rusia, pembaharu sosial, pasifis, anarkis Kristen, vegetarian, pemikiran moral dan seorang anggota berpengaruh dari keluarga Tolstoy. Tolstoy secara luas dianggap sebagai salah seorang penulis terbesar dunia, khususnya karena adikaryanya War and Peace dan Anna Karenina.

SLIDE 2 BUKU APAKAH SENI ITU?

Informasi pemesanan DM/klik tautan di bio

SAYEMBARA NOVELA BASABASI 2022: KATASTROFEPenerbit Basabasi kembali mencari naskah novela. Kali ini, temanya adalah "Man...
31/08/2022

SAYEMBARA NOVELA BASABASI 2022: KATASTROFE

Penerbit Basabasi kembali mencari naskah novela. Kali ini, temanya adalah "Manusia-Manusia dalam Guncang Bencana". Kurang lebih, kami mengharapkan sebuah naskah yang bisa menempatkan momen bencana sebagai latar, sebagai sebuah sebab-dalam-kausalitas, atau bahkan mungkin sebagai subjek—yang tak terbayangkan, yang sanggup menggeser kumis pembacanya.

Cerita-cerita tentang bencana—sebelum gempa, semenjak tsunami, gara-gara longsor, berkat pandemi—berseliweran di sekitar kita. Dari yang haru, lucu, tragis, dengan bahan bakar politik, ekonomi, sejarah, hilir mudik menunggu dikembangkan oleh penulis-penulis yang punya sudut pandang asyik.

Silakan dishare atau sekalian ikutan. Semoga beruntung!

Address

Jln. Wonocatur 300, Banguntapan, Bantul
Yogyakarta City
55198

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Basabasi Store posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Basabasi Store:

Share

Category