Bekal Nikah

Bekal Nikah Berbagi ilmu bekal Nikah

MENIKAHMenikah itu bukan tentang siapa Cepat dia dapat.Bukan tentang gengsi takut di bilang tidak laku,Bukan karna kebel...
29/07/2022

MENIKAH

Menikah itu bukan tentang siapa Cepat dia dapat.

Bukan tentang gengsi takut di bilang tidak laku,

Bukan karna kebelet ingin cepat menyalurkan nafsu.

Menikah itu jika kau sudah mampu.

Mampu menerima pasanganmu apa adanya.

Tak hanya dalam bentuk fisik yg nantinya berubah renta,

Tapi tentang perasaan yg nantinya kau jamin, akan sama seperti janji saat akad tiba.

Menikah itu, harus siap ketika kau menemukan suatu kelebihan pasanganmu, dan seribu kekurangannya, bersyukur dg yang ada padanya, dan memeluk erat semua kekurangannya, seraya memperbaiki tanpa menuntut lebih.

Menikah itu bukan hanya janji sehari, tetapi janji hati setia sampai mati, Menikah itu,berarti kau sudah harus siap tak melirik apapun lagi.

Karena di luar sana, saat itu atau nanti, pelan tapi pasti, akan banyak orang orang tak tahu diri, yang menginginkan kau meninggalkannya, dengan segala bentuk godaan atas kelebihan yang tak kau temukan di pasanganmu.

Menikah itu, ketika kau harus siap dengan segala rasa bosan berhadapan dengannya setiap hari, mencium aroma tubuhnya walau tidak mandi, melihat mata ngantuk ya ketika bangun pagi, kau harus siap ketika tampan atau cantiknya tak abadi.

Kau harus bisa mengatasi rasa bosanmu sendiri, tanpa sekalipun berniat pergi, semua bisa kau bagi tanpa harus mencari lagi, jika kau mau menua bersama, kau juga harus belajar bersama, memahami arti sebuah hidup, dalam tujuan pertemuan dan kebersamaan

Jangan Menikah hanya karena jatuh cinta , namun menikahlah karena kamu yakin surga Allah lebih dekat bersamanya.

Sampai akhir hayat nanti...

10/02/2020

Apa yang Anda lakukan dengan anak yang berteriak di carseat-nya, mencubit adik bayinya, menolak makan sayur, melempar buku di perpustakaan, atau lari-larian di supermarket?

Buku yang disusun berdasarkan berbagai tantangan dan konflik umum ini merupakan “pertolongan pertama” untuk strategi komunikasi, termasuk bab yang membahas tentang anak-anak berkebutuhan khusus dan autisme.
Buku panduan yang ramah pengguna ini akan memberdayakan para orangtua dan pengasuhnya untuk menjalin hubungan yang menyenangkan dengan anak-anak berusia 2 tahun yang tidak bisa diajak bekerja sama, si 3 tahun yang kasar, si 4 tahun yang galak, si 5 tahun yang tidak bisa diatur, si 6 tahun yang egois, dan si 7 tahun yang tidak patuh.
Semua tip dan cara yang ada dalam buku ini akan membantu anak untuk menjadi mandiri, mampu bekerja sama, dan mempererat hubungannya dengan orangtua, guru, saudara kandung, dan teman-teman sebayanya.

Hrg 115rb

428 halaman
Softcover

Info pemesanan WA 088218182338
https://wa.me/6288218182338

06/01/2020

DIDIKLAH ISTRIMU SEPERTI RASULULLAH MENDIDIK ISTRI-ISTRINYA...
Betapa agungnya Islam menjaga dan melindungi umatnya, salah satunya yakni wanita yang telah menjalani perannya sebagai seorang Istri. Setelah menikah, seorang Istri berkewajiban dan bertanggungjawab penuh pada suaminya, juga tunduk dan taat. Namun adakalanya, dalam suatu rumah tangga, istri melakukan suatu kesalahan. Dan hal itu menjadi tanggungjawab suami untuk menegur, mengingatkan, dan mengarahkan kembali Istrinya ke jalan yang lurus.
Dan dalam melakukan kewajibannya untuk mendidik seorang istri, Islam telah jelas memberikan tuntunan dan arahan bagi kaum suami untuk melakukannya dengan cara yang baik dan benar. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga keduany (suami dan istri) agar dalam bersikap tidak melampaui batas, dan sesuai dengan arahan yang telah ada.
“Sebab itu, maka Wanita yang shaleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara mereka. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka dari tempat tidur dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Q.S. An Nisa:34)
Nusyuz adalah tindakan atau perilaku seorang istri yang tidak bersahabat pada suaminya. Istri yang Nusyuz adalah istri yang tidak lagi menghormati, mencintai, menjaga, dan memuliakan suaminya. Istri yang tidak lagi komitemen pada ikatan suci pernikahan.
Berdasarkan tuntunan Al-Qur’an dalam mendidik istri, ada 3 tahapan;
1. Menasehati istri dengan perkataan yang baik, bijaksana, dan mampu menyentuh hatinya, sehingga ia bisa segera kembali ke jalan yang lurus. Rasulullah SAW melarang seorang suami menegur istri dengan kata-kata yang kasar, karea kata-kata yang kasar lebih menyakitkan daripada tus**an pedang.

2. Pisah tempat tidur dengan istri, dengan harapan adanya introspeksi dari kedua belah pihak.
3. Memukul, dengan syarat;
• Telah melewati tahapan sebelumnya, tapi tidak juga berubah.
• Tidak boleh memukul muka. Sebab muka adalah segalanya bagi manusia, pusat dari harga diri manusia adalah di wajah, dan Rasulullah SAW melarang memukul muka.
• Tidak boleh menyakitkan.
Rasulullah SAW bersabda, “ Bertakwalah kepada Allah dalam masalah perempuan (istri). Mereka adalah orang-orang yang membantu kalian. Kalian punya hak pada mereka, yaitu mereka tidak boleh menyentuhkan pada tempat tidur kalian lelaki yang kalian benci. Jika mereka melakukan hal itu maka kalian boleh memukul mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkan (ghairu mubrah). Dan kalian punya kewajiban pda mereka yaitu member rizki dan member pakaian yang baik.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim).
Jika seorang istri setelah mendapatkan didikan dari seorang suami namun tetap tidak taat, maka dosa lah yang akan menghampirinya. Begitupun suami yang membiarkan dan tidak menegur istri yang berbuat salah, maka berdosa p**alah dirinya. Adapun suami dalam mendidik istri ia melakukannya dengan melampaui batas, misal memukul istri tanpa mengikuti urutan di atas, maka itu adalah perbuatan dzalim yang berarti dosa.

: ts Ustadz cahyadi

DIDIKLAH ISTRIMU SEPERTI RASULULLAH MENDIDIK ISTRI-ISTRINYA...Betapa agungnya Islam menjaga dan melindungi umatnya, sala...
19/12/2019

DIDIKLAH ISTRIMU SEPERTI RASULULLAH MENDIDIK ISTRI-ISTRINYA...
Betapa agungnya Islam menjaga dan melindungi umatnya, salah satunya yakni wanita yang telah menjalani perannya sebagai seorang Istri. Setelah menikah, seorang Istri berkewajiban dan bertanggungjawab penuh pada suaminya, juga tunduk dan taat. Namun adakalanya, dalam suatu rumah tangga, istri melakukan suatu kesalahan. Dan hal itu menjadi tanggungjawab suami untuk menegur, mengingatkan, dan mengarahkan kembali Istrinya ke jalan yang lurus.
Dan dalam melakukan kewajibannya untuk mendidik seorang istri, Islam telah jelas memberikan tuntunan dan arahan bagi kaum suami untuk melakukannya dengan cara yang baik dan benar. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga keduany (suami dan istri) agar dalam bersikap tidak melampaui batas, dan sesuai dengan arahan yang telah ada.
“Sebab itu, maka Wanita yang shaleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara mereka. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka dari tempat tidur dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Q.S. An Nisa:34)
Nusyuz adalah tindakan atau perilaku seorang istri yang tidak bersahabat pada suaminya. Istri yang Nusyuz adalah istri yang tidak lagi menghormati, mencintai, menjaga, dan memuliakan suaminya. Istri yang tidak lagi komitemen pada ikatan suci pernikahan.
Berdasarkan tuntunan Al-Qur’an dalam mendidik istri, ada 3 tahapan;
1. Menasehati istri dengan perkataan yang baik, bijaksana, dan mampu menyentuh hatinya, sehingga ia bisa segera kembali ke jalan yang lurus. Rasulullah SAW melarang seorang suami menegur istri dengan kata-kata yang kasar, karea kata-kata yang kasar lebih menyakitkan daripada tus**an pedang.

2. Pisah tempat tidur dengan istri, dengan harapan adanya introspeksi dari kedua belah pihak.
3. Memukul, dengan syarat;
• Telah melewati tahapan sebelumnya, tapi tidak juga berubah.
• Tidak boleh memukul muka. Sebab muka adalah segalanya bagi manusia, pusat dari harga diri manusia adalah di wajah, dan Rasulullah SAW melarang memukul muka.
• Tidak boleh menyakitkan.
Rasulullah SAW bersabda, “ Bertakwalah kepada Allah dalam masalah perempuan (istri). Mereka adalah orang-orang yang membantu kalian. Kalian punya hak pada mereka, yaitu mereka tidak boleh menyentuhkan pada tempat tidur kalian lelaki yang kalian benci. Jika mereka melakukan hal itu maka kalian boleh memukul mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkan (ghairu mubrah). Dan kalian punya kewajiban pda mereka yaitu member rizki dan member pakaian yang baik.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim).
Jika seorang istri setelah mendapatkan didikan dari seorang suami namun tetap tidak taat, maka dosa lah yang akan menghampirinya. Begitupun suami yang membiarkan dan tidak menegur istri yang berbuat salah, maka berdosa p**alah dirinya. Adapun suami dalam mendidik istri ia melakukannya dengan melampaui batas, misal memukul istri tanpa mengikuti urutan di atas, maka itu adalah perbuatan dzalim yang berarti dosa.

🍁MENIKAH : SENI MENGALAH🍁Beberapa pekan jelang menikah, saya yang kala itu masih berusia 22 tahun, meguru pada ibu. Apa ...
06/11/2019

🍁MENIKAH : SENI MENGALAH🍁
Beberapa pekan jelang menikah, saya yang kala itu masih berusia 22 tahun, meguru pada ibu. Apa yang perlu dilakukan agar pernikahan berjalan damai?

Ibu menjawab tanpa berpikir panjang. Seolah pertanyaan yang saya ajukan se sepele resep sayur lodeh.

“Nikah ki yo anggere wani ngalah..” (Nikah itu pokoknya berani mengalah)

Dua kata yang menggedor batin saya: BERANI dan MENGALAH

Kata BERANI biasanya disandingkan dengan hal yang berat, bahkan horor. “Berani mati” misalnya. Tapi ibu menyandingkan kata itu dengan MENGALAH. Saya mulai memahaminya sebagai tugas berat, yang tidak semua orang mau dan mampu menjalankannya.
🍁Mengalah

Dan ini yang pada akhirnya saya jumpai, lalu saya pelajari dari lelaki yang sejak 18 tahun lalu saya dapati memiliki kepribadian baik.

Saat pernikahan masih serba kekurangan, dia akan lebih dulu mengambil piring plastik agar saya bisa menggunakan piring beling.

Saat anak belum lulus toilet training, dia yang akan bangun di tengah malam untuk menatur si kecil, padahal yang anak panggil saat itu adalah ibunya.

Saat makan di luar, dia akan makan dengan terburu-buru agar bisa cepat bergantian menggendong si kecil. Demi kuah bakso di mangkok saya tidak keburu dingin.

Saat mendapati satu bacaan yang menarik, dan saya tertarik, dia akan mengangsurkan bacaan itu. “Bacalah lebih dulu. Aku sudah selesai”

Saat memasak dan jumlah masakan itu terbatas. Bukan saya yang menyisihkan untuk bagiannya, tapi dia yang akan mengambilkan lebih dulu untuk saya, dalam jumlah yang lebih banyak darinya. “Aku sudah kenyang..” dan saya tahu itu bohong.

Saat ada sepotong roti, dia akan membaginya tidak sama besar. Tapi saya yang lebih besar. “Kamu kan menyusui. Butuh lebih banyak kalori..” dan kami akan berdebat panjang, lalu diakhiri dengan saya tidak akan memakan bagian yang besar itu sampai dia tarik kembali agar beratnya sepadan.

Saat saya akan memakai kamar mandi belakang (yang ukurannya lebih kecil dari kamar mandi depan) dia yang sedang berada di kamar mandi depan segera keluar dan meminta saya menempatinya. “Aku di belakang aja. Nanti kamu kaget kalau banyak kecoa..”

Saat saya marah, meski kemarahan itu tidak masuk akal, dia yang mendekat, mengangsurkan tangan dan meminta maaf. Padahal masalah sebenarnya pun belum terang ia cerna.

Ini akhlak. Ini ngalah. Dan ini cinta

Entah bagaimana caranya dia tidak bosan mengalah, dan tidak p**a berdendang “Mengapa s’lalu aku yang mengalah..”

Enteng saja dia menjalani itu. Ikhlas saja. Senang-senang saja. Tapi dampaknya sangat besar buat saya.

Apa itu? Penghormatan, penghargaan, dan respek.

Untuk segi kematangan emosional, saya tertatih-tatih di belakangnya. Marah dan mau menang sendiri, selalu menjadi bagian saya.

Tapi sikap ngalah yang dia tunjukkan, lambat laun jadi mematangkan emosi itu. Sekaligus membuat saya juga jadi ingin mengalah. Ngalah untuk tidak memancing sikap ngalahnya, yang saya rasa sudah berlebihan dia beri pada saya.

Ya..ya.. pernikahan memang selaiknya menjadi hubungan yang take and give. Saling memberi saling menerima. Saling menutupi dan memahami.

Tentu jika hanya satu pihak saja yang terus mengalah, dan pihak yang lain memanfaatkan sikap ngalah itu, kedamaian hanya jadi angan. Karena pasti ada bom waktu di balik sikap ngalah itu.

Namun mengalah adalah seni untuk memenangkan hati pasangan. Dan pasangan yang baik (baca: tahu diri) pasti akan menyambut sikap ngalah ini dengan s**a cita, kesyukuran, lalu menghargai usaha dari pasangannya.

Mungkin ini yang membuat ibu menjawab “ngalah” sebagai kunci kedamaian berumah tangga.

***

Dan kini saya pun bertanya padanya, si lelaki pengalah itu. “Mengapa kamu selalu mengalah padaku?”

Jawabannya sederhana saja. Se-sederhana resep sayur lodeh:

“Aku tidak pernah merasa ngalah. Yang aku lakukan hanyalah menjaga agar kita tidak pernah terpecah belah..”

Untukmu yang berani mengalah,
By.Wulan Darmanto
=====

Bagi yang minat buku Rumus produktivitas keluarga aktivis dakwah dan membumikan harapan

Silakan WA 088218182338

Kesempatan langka
05/11/2019

Kesempatan langka

*Kado pernikahan anti mainstream dan eksklusif!*
Dapatkan Bonus Buku Agar bidadari cemburu padamu
(Bonus Hanya tersedia 50 eks buku)
Melembarinya menghadirkan kekaguman akan kedalam ilmu dan kebijaksanaan sang penulis, gurunda .
Membacanya menghadirkan ketakjuban atas keindahan bahasa dan sastranya.
Amazing adalah kata yg tepat,,berasa merugi bila tak memiliki.
Kado yg ingin selalu kuhadiahkan pd kawan2 pengantin, sebab inilah bekal jua modal untuk menempuh bahtera yg MUSTAHIL tak diterpa BADAI.
Bahagia Merayakan Cinta
Hard Cover
IDR 120.000/800gr
Minat..? Ketik : Nama-Alamat-No hp-Judul buku (jumlah)
kirim ke
WA 088218182338
Open Reseller

Catat ya :D
15/08/2019

Catat ya :D

Ya pahamilah, baca buku psikologi suami istri semuanya dibahas terkait karakter suami dan istri.
14/08/2019

Ya pahamilah, baca buku psikologi suami istri semuanya dibahas terkait karakter suami dan istri.

Address

Yogyakarta

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bekal Nikah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share