28/02/2026
Dari sisi pencernaan, manfaat ketupat sangat bergantung pada makanan pendampingnya. Jika dikombinasikan dengan sayuran berserat seperti labu, pepaya muda, kacang panjang, atau sayur berkuah ringan, maka ketupat dapat menjadi bagian dari menu yang cukup seimbang antara karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral. Serat dari lauk akan membantu memperlambat penyerapan gula dari karbohidrat ketupat sehingga kadar gula darah lebih stabil. Sebaliknya, jika ketupat dimakan dengan lauk tinggi santan, lemak jenuh, dan garam berlebihan, maka manfaat kesehatannya bisa menurun dan bahkan meningkatkan risiko kolesterol tinggi atau kenaikan berat badan.
Untuk kebutuhan kesehatan tertentu, ketupat bisa memiliki fungsi berbeda. Bagi orang dengan aktivitas tinggi atau yang membutuhkan pemulihan energi cepat, ketupat sangat membantu karena mudah diubah menjadi energi oleh tubuh. Namun bagi penderita diabetes atau yang sedang diet ketat, konsumsi ketupat perlu dikontrol porsinya karena tetap memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi seperti nasi putih. Kunci utamanya adalah keseimbangan porsi dan kombinasi makanan, bukan menghindari sepenuhnya.
Secara keseluruhan, ketupat bukan makanan yang “super sehat” atau “buruk”, melainkan sumber karbohidrat netral yang manfaatnya sangat ditentukan oleh cara konsumsi. Jika dimakan dengan porsi wajar, disertai protein (ayam, telur, tahu, tempe) dan sayuran, ketupat bisa menjadi bagian dari pola makan yang sehat dan memberi energi yang cukup untuk aktivitas harian. Opini berbasis fakta nutrisi: masalah kesehatan yang sering dikaitkan dengan ketupat sebenarnya bukan berasal dari ketupatnya, tetapi dari lauk berlemak tinggi dan konsumsi berlebihan yang biasanya menyertainya.