12/09/2024
untukku untukmu jua
*BOLEHKAH MEMAKAI BIJI TASBIH KETIKA BERDZIKIR?*
Join Grup Akhwat :
https://chat.whatsapp.com/92N0EEHUXtpGsrvMZcTlpe
Join Chanel Telegram :
telegram.me/MengamalkanSunnah
🎙️Berkata asy-Syaikh al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah,
"ولو لم يكن في السبحة إلا سيئة واحدة وهي أنها قضت على سنة العد بالأصابع أو كادت مع اتفاقهم على أنها أفضل لكفى"
"Jika dalam menggunakan biji tasbih hanya terdapat satu keburukan saja yaitu mematikan petunjuk Nabi ﷺ yang menghitung (bacaan tasbih) dengan jemari, sedangkan semua sepakat bahwa hal itu (menghitung dengan jemari) lebih utama, maka itu sudah cukup (agar ditinggalkan)".
( As-Silsilah adh-Dha'ifah, 1/117 )
Dikatakan oleh Syaikh lebih utama artinya lebih berpahala besar. Muslim yang cerdas tentu lebih memilih yang lebih banyak mendatangkan pahala, lebih mudah lagi dan jauh dari kebid'ahan. Bukan begitu?
♻️ Bahkan dulu pada akhir masa tabi’in ada orang yang menghitung dzikirnya menggunakan kerikil atau biji korma (tanpa dirangkai), maka para sahabat, seperti Abdullah bin Mas’ud mengingkari dan melarangnya dengan keras. Menganggap mereka melakukan perbuatan bid’ah ( hal yang baru diada-adakan dalam agama) yang besar. Begitu p**a Ibrahim An Nakhai, seorang tabi’in senior, telah melarang puterinya melakukan perbuatan demikian karena dulu juga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingkari Shafiyah dan memberitahukannya perbuatan yang lebih baik dan afdhal.
عَنْ كِنَانَةَ مَوْلَى صَفِيَّةَ قَال سَمِعْتُ صَفِيَّةَ تَقُولُ دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبَيْنَ يَدَيَّ أَرْبَعَةُ آلَافِ نَوَاةٍ أُسَبِّحُ بِهَا فَقَالَ لَقَدْ سَبَّحْتِ بِهَذِهِ أَلَا أُعَلِّمُكِ بِأَكْثَرَ مِمَّا سَبَّحْتِ بِهِ فَقُلْتُ بَلَى عَلِّمْنِي فَقَالَ قُولِي سُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ خَلْقِهِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ صَفِيَّةَ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ مِنْ حَدِيثِ هَاشِمِ بْنِ سَعِيدٍ الْكُوفِيِّ وَلَيْسَ إِسْنَادُهُ بِمَعْرُوفٍ وَفِي الْبَاب عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ
“Dari Kinanah budak Shafiyah berkata, saya mendengar Shafiyah berkata: Rasulullah pernah menemuiku dan di tanganku ada empat ribu nawat (bijian korma) yang aku pakai untuk menghitung dzikirku. Aku berkata,”Aku telah bertasbih dengan ini.” Rasulullah bersabda,”Maukah aku ajari engkau (dengan) yang lebih baik dari pada yang engkau pakai bertasbih?” Saya menjawab,”Ajarilah aku,” maka Rasulullah bersabda,”Ucapkanlah :
سُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ خَلْقِهِ.
(Maha Suci Allah sejumlah apa yang diciptakan oleh Allah dari sesuatu).” (Hadits Riwayat Tirmidzi)
Demikianlah, Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam begitu lembut dalam mengingkari perbuatan yang salah sehingga mudah diterima oleh yang mendengar. Meski pada keluarga beliau sendiri tetap mengingatkan jika salah. Seperti kalau kita ingin melarang anak kecil yang sedang bermain HP, maka kita tawarkan permainan lain yang lebih baik dan tidak bermudhorot. Bukan sekedar melarang tapi tidak memberi solusi lainnya.
☝️Dan perlu jadi bahan renungan bahwa berdasarkan sejarah, yang pertama kali menggunakan biji tasbih untuk beribadah adalah para penganut Budha, Hindu, lalu Nashoro. Jadi, sangat jauh lebih baik jika kita tidak menggunakannya untuk menghindari termasuk dari menyerupai kaum kafir.
✅ Adapun jumlah dzikir yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk dihitung paling banyak 100x. Di bawah itu Ada yang 1x, 3x, 4x, 7x, 10×, 33x. Masih bisa dilakukan dengan tangan, tidak sulit sama sekali bukan? TIDAK ADA dzikir yang harus dihitung di atas 100x, apalagi ribuan kali. Sedang dzikir-dzikir lain yang tidak ada ketentuan jumlahnya boleh diucapkan sebanyak-banyaknya tanpa harus dihitung. Lebih dari 1 juta kali pun, boleh. Dipersilahkan, dimanapun dan kapanpun.
Wallaahu a'lam wa baarakallaahu fiikum.
🌹 *Muslimah Belajar Sunnah* 🌹
WhatsApp Group Invite