20/10/2021
𝗕𝗘𝗭𝗔 𝗞𝗘𝗖𝗜𝗡𝗧𝗔𝗔𝗡 𝗨𝗠𝗔𝗧 𝗡𝗔𝗕𝗜 𝗠𝗨𝗛𝗔𝗠𝗠𝗔𝗗 ﷺ 𝗗𝗔𝗡 𝗨𝗠𝗔𝗧 𝗡𝗔𝗕𝗜 𝗜𝗦𝗔 ❜𝗔𝗟𝗔𝗜𝗛𝗜𝗦𝗦𝗔𝗟𝗔𝗠
Allah SWT memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, bahawa hendaklah mereka menjadi penolong-penolong agama Allah dalam semua keadaan mereka dengan lisan, perbuatan, serta dengan mengorbankan jiwa dan harta benda mereka. Dan hendaklah mereka memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana kaum Hawariyyin memenuhi seruan Nabi Isa 'alaihissalam.
Kaum Hawariyyin adalah pengikut setia Nabi Isa, yakni orang-orang yang akan menolong Nabi Isa dalam menyampaikan apa yang diutus untuk Nabi Isa. Oleh kerana itulah, maka Nabi Isa mengutus mereka berdakwah di negeri Syam dan di kalangan orang-orang Bani Israil serta orang-orang Yunani.
Allah SWT berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا أَنْصَارَ اللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ ۖ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ ۖ فَآمَنَتْ طَائِفَةٌ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَكَفَرَتْ طَائِفَةٌ ۖ فَأَيَّدْنَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَىٰ عَدُوِّهِمْ فَأَصْبَحُوا ظَاهِرِينَ.
“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putera Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikutnya yang setia itu berkata, "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah," lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; lalu Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang.” (As-Shaf: 14)
Hal yang sama telah dikatakan Rasulullah ﷺ di musim haji sebagaimana sabdanya:
"مَنْ رَجُلٌ يُؤويني حَتَّى أُبَلِّغَ رِسَالَةَ رَبِّي، فَإِنَّ قُرَيْشًا قَدْ مَنَعُونِي أَنْ أُبَلِّغَ رِسَالَةَ رَبِّي".
“Siapakah orangnya yang mahu memberiku tempat hingga aku dapat menyampaikan risalah Tuhanku, kerana sesungguhnya orang-orang Quraisy telah mencegahku untuk dapat menyampaikan risalah Tuhanku.”
Hingga pada akhirnya Allah menetapkan baginya orang-orang Aus dan orang-orang Khazraj dari kalangan penduduk Madinah. Maka mereka membaiatnya, menolongnya, dan mengikat janji setia dengannya, bahawa mereka bersedia membelanya dari gangguan orang-orang berkulit hitam dan orang-orang berkulit merah jika Baginda ﷺ berhijrah kepada mereka. Dan ketika Rasulullah ﷺ berhijrah kepada mereka dengan para sahabatnya, mereka memenuhi apa yang telah mereka janjikan kepada Allah SWT.
Kerana itulah, Allah dan Rasul-Nya menamai mereka dengan sebutan kaum Ansar, dan akhirnya nama tersebut menjadi gelaran bagi mereka. Semoga Allah melimpahkan redha-Nya bagi mereka dan membuat mereka berasa nikmat dengan gelaran tersebut.
Setelah Isa putera Maryam menyampaikan risalah Tuhannya kepada kaumnya, Isa telah mendapat dukungan dari orang-orang yang mendukungnya, iaitu dari kalangan kaum Hawariyyin. Maka segolongan dari Bani Israil ada yang mendapat hidayah dari apa yang disampaikannya kepada mereka. Dan segolongan yang lainnya sesat, lalu menyimpang dari apa yang disampaikannya kepada mereka, bahkan mereka mengingkari kenabiannya dan menuduh dia dan ibunya dengan tuduhan-tuduhan yang tidak senonoh. Mereka adalah orang-orang Yahudi.
Ada p**a segolongan dari para pengikutnya yang ekstrem hingga mereka meninggikannya lebih dari apa yang diberikan Allah kepadanya, iaitu kenabian dan mereka menjadi berpecah belah terdiri dari pelbagai aliran.
Di antara mereka ada yang mengatakan bahawa Isa adalah anak Allah, ada yang mengatakan bahawa dia adalah salah satu dari yang tiga, iaitu tuhan ayah, tuhan anak, dan Ruhul Qudus. Ada p**a yang mengatakan bahawa Isa itu tuhan. Hal ini telah diterangkan dalam tafsir surat An-Nisa.
Ibnu Abbas RA mengatakan bahawa ketika Allah hendak mengangkat Isa ke langit, terlebih dahulu Isa menemui sahabat-sahabatnya yang semuanya berada di dalam rumah yang berjumlah dua belas orang.
Saat itu, Nabi Isa baru keluar dari mata air yang ada di dalam rumah itu, sedangkan dari rambut kepalanya masih menetes air bekas mandinya. Maka Isa berkata, "Sesungguhnya di antara kalian akan ada orang yang kafir kepadaku sebanyak dua belas kali sesudah ia beriman kepadaku." Selanjutnya Isa bertanya, "Siapakah yang rela mahu menjadi orang yang mirip denganku, lalu dia akan dibunuh sebagai penggantiku, maka kelak dia akan mendapatkan darjat pahala yang sama denganku?"
Lalu berdirilah seorang pemuda yang paling muda usianya di antara mereka, "Aku bersedia." Tetapi Nabi Isa menjawab, "Duduklah kamu!" Kemudian Isa mengulangi perkataannya kepada mereka. Maka pemuda itu bangkit lagi dan berkata, "Aku bersedia." Tetapi Isa berkata, "Duduklah kamu!" Kemudian Isa mengulangi perkataannya kepada mereka, dan ternyata pemuda itu berdiri kembali dan berkata, "Aku bersedia." Akhirnya Isa berkata, "Baiklah, engkaulah orangnya."
Maka dijadikanlah dia mirip dengan Isa, sedangkan Isa sesudah itu diangkat ke langit dari atap rumah itu (sebuah lubang yang ada di atas rumah itu). Kemudian datanglah orang-orang Yahudi yang mengejarnya, lalu mereka menangkap orang yang serupa Isa itu dan membunuhnya serta menyalibnya. Sebahagian dari mereka kafir kepada Isa sebanyak dua belas kali sesudah mereka beriman kepadanya.
Pada akhirnya mereka berpecah belah menjadi tiga golongan. Satu golongan mengatakan, "Tadi tuhan bersama kita selama masa yang dikehendaki-Nya, kemudian dia naik ke langit," mereka adalah golongan Yaqubiyah. Golongan yang lain mengatakan, "Tadi anak Allah ada bersama kita selama masa yang dikehendaki-Nya, kemudian Dia mengangkatnya ke sisi-Nya," mereka adalah golongan Nasturiyah. Dan golongan yang terakhir mengatakan, "Tadi hamba Allah dan Rasul-Nya ada bersama kita selama masa yang dikehendaki Allah, kemudian Allah mengangkatnya ke sisi-Nya," mereka adalah orang-orang yang Islam.
Maka kedua golongan yang kafir itu memerangi golongan yang Muslim dan membunuhi mereka, dan Islam sejak saat itu tidak disebut-sebut lagi hingga Allah mengutus Nabi Muhammad ﷺ, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir. Yakni segolongan dari kaum Bani Israil di masa Isa ada yang kafir, dan segolongan yang lainnya ada yang beriman, maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang. Iaitu dengan kemenangan Nabi Muhammad ﷺ dan agamanya atas agama orang-orang kafir.”
Riwayat ini disebutkan dalam kitab tafsirnya Ibnu Jarir dalam tafsir ayat yang mulia ini. Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Nasai dalam tafsir ayat ini di dalam kitab Sunannya.
Maka umat Nabi Muhammad ﷺ masih tetap membela perkara yang hak hingga datanglah perintah Allah, sedangkan mereka dalam keadaan demikian, dan hingga orang-orang yang terakhir dari mereka memerangi Dajjal bersama-sama dengan Al-Masih Isa putera Maryam sebagaimana yang telah disebutkan di dalam hadith-hadith sahih.