24/01/2014
(KISAH TELADAN) SYEIKH AHMAD YASIN - Pemimpin perjuangan rakyat Palestina, Syeikh Ahmad Yasin kehidupannya sangat sederhana.
Anaknya Mariyam Ahmad Yasin menceritakan tentang sikap hidup ayahnya:
Rumah ayah terdiri dari 3 kamar dengan jendela yang sudah rapuh. Rumah ini sangat sederhana sekali. Ini fakta bahwa ayahku tak cinta dunia, namun cinta akhirat.
Banyak yang menawari beliau untuk memiliki.
Rumah seperti pejabat tinggi negara, namun ditolaknya.
Bahkan pernah suatu ketika, Pemerintah Otoritas Palestina memberi sebuah rumah besar di suatu kampung mewah di Gaza. Namun tawaran itupun di tolak.
Rumah ini sangat sempit. Tidak ada lantai, dapur pun ala kadarnya. Jika musim dingin, kami kedinginan.
Namun jika musim panas tiba, kami pun kepanasan.
Ayah sama sekali tidak memikirkan untuk merenovasi rumahnya. Ia justeru sibuk mempersiapkan rumah di akhiratnya.
Alhamdulillah, kami cukup sabar, kerana kami percaya. Insya Allah, kami akan melihatnya lagi di syurgaNYa nanti.
Untuk itulah kami juga sangat berharap bisa mati syahid seperti beliau.
Jika Syeikh Ahmad Yasin ingin kaya, harta menimbun, rumah mewah bertingkat, kereta berkilat lebih dari empat, makanannya serba lazat, semuanya boleh saja beliau dapatkan.
Syeikh Ahmad Yasin mengikuti resepi zuhud,
Nabi dan shahabatnya.
Jalan lurus kehidupan yang senantiasa dimiliki para kekasih Allah SWT dimana ia mengutamakan akhiratnya.
Allah SWT Berfirman : Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, iaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang soleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS:An Nisaa/4: 69)